Pentingnya Mengenali Perbedaan Kista, Miom dan Tumor

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa reaksi Anda ketika muncul benjolan di sekitar tubuh?

Awalnya pasti bingung. Tapi yang perlu diketahui bahwa setiap benjolan yang muncul pada tubuh memiliki karakteristik masing-masing. Maka itu penting untuk memahami perbedaan kista, miom dan tumor.

Bagi kebanyakan orang menganggap benjolan yang muncul merupakan kanker. Padahal tidak semua benjolan termasuk kanker. [3]

Benjolan itu bisa berupa kista, miom dan tumor. Namun, banyak yang mengira bahwa tiga benjolan itu sama karena dapat terjadi di organ yang sama, misalnya kista rahim, fibroid/miom, tumor rahim. [1]

Supaya tidak salah paham dalam mengatasi atau merespon tiga benjolan itu, mari cari tahu  perbedaan kista, miom dan tumor dalam artikel di bawah ini yang dirangkum dari beberapa sumber kesehatan.

Pengertian

Apa Itu Kista?

Kista merupakan tumbuhnya benjolan jaringan yang berisi udara dan cairan. Benjolan kista dapat tumbuh dimana saja seperti di tulang dang jaringan lunak. [1]

Jika dilihat dari sifatnya, kista ini bersifat jinak alias non kanker. Sedangkan jika dilihat dari ukuran benjolannya bisa mencapai sebesar setengah sampai empat inchi. [1, 2]

Selain itu dapat juga dilihat dari bentuk fisiknya yang berwarna merah, bengkak, tekstur lembut dan ketika disentuh akan terasa gerakan di bawah kulit. [3]

Kista dapat dibedakan dari beberapa jenis sesuai lokasi organ yaitu: [1]

  • Kista payudara yang benjolan tumbuh di sekitar buah dada.
  • Kista epidermoid, benjolannya tumbuh di leher, dada, punggung atas, atau skrotum
  • Kista hati, benjolannya berkembang di hati
  • Kista ginjal, benjolan tumbuh di area ginjal
  • Kista pilar yang tumbuh benjolan di sekitar kulit kepala
  • Kista ovarium yang berkembang di sekitar tempat produksi sel telur setiap bulannya

Dari lokasi organ yang terdapat kista akan memunculkan gejala berbeda di setiap organ. Namun pada umumnya kista jarang menimbulkan gejala tertentu. Kista dapat terdeteksi jika memeriksakan diri ke dokter. [2]

Tapi jika kista terlalu banyak dan berukuran besar maka dapat menimbulkan gejala. Seperti contoh gejala  kista ovarium yang meliputi: [2]

  • Merasakan perihnya sakit perut pada satu bagian.
  • Terasa kembung di perut.
  • Merasa nyeri di sekitar antara paha dan punggung bawah.
  • Saat berhubungan intim terasa sakit.
  • Selalu buang air kecil.
  • Berat badan bertambah.

Kista bisa terjadi karena ada beberapa faktor penyebab seperti, sindrom ovarium polikistik, luka pada folikel rambut, dalam folikel rambut terjadi saluran yang tersumbat, penurunan fungsi jaringan sendi ikat dan ovulasi. [3]

Dan pada umumnya kista tidak membutuhkan pengobatan. Tapi jika Anda merasakan gejala atau merasa terganggu benjolannya maka beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan meliputi: [3]

  • Pemeriksaan ultrasound untuk mengetahui apakah kista telah mati atau terus tumbuh.
  • Mencegah pembentukan kista dengan melakukan kontrasepsi hormonal.
  • Mengambil kista yang berukuran kecil dengan melakukan operasi invasif.
  • Operasi pengangkatan ovarium.

Apa Itu Miom?

Dari pembahasan di atas sudah dijelaskan mengenai ciri-ciri kista, lantas bagaimana perbedaan kista dan miom?

Mereka memiliki bentuk yang sama yaitu benjolan. Tapi bedanya miom termasuk tumor otot yang berkembang di dalam rahim wanita. Miom dalam dunia medis sering disebut sebagai leiomyoma atau fibroid. [4]

Miom memiliki ukuran seperti biji apel atau buah jeruk Bali yang bersifat jinak alias non kanker. [4]

Munculnya miom ini pada sebagian orang tidak memunculkan gejala, namun di beberapa kasus dapat menimbulkan gejala tertentu yang dirasakan  para perempuan, seperti: [4]

  • Pendarahan parah yang menyakitkan selama menstruasi  bahkan bisa mengakibatkan anemia.
  • Perut bagian bawah terasa penuh dan besar.
  • Kerap buang air kecil.
  • Merasa kesakitan saat berhubungan intim.
  • Punggung bawah terasa sakit.
  • Berisiko besar operasi caesar
  • Infertilitas, namun sangat jarang terjadi gejala itu.

Jika Anda merasakan gejala di atas maka segeralah berkonsultasi kepada dokter. Pada umumnya pada umumnya para dokter akan memberikan perawatan kepada pasien miom berupa: [4]

  • Jika bergejala ringan, dokter akan menyarankan untuk mengkonsumsi obat seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk meredakan nyeri dan menyarankan untuk mengkonsumsi suplemen zat besi untuk menghindari dari anemia.
  • Jika bergejala sedang bahkan berat, dokter akan menyarankan untuk operasi yang ada berbagai pilihan: miomektomi, histerektomi, ablasi endometrium atau miolisis.

Lantas bagaimana bisa terjadi miom? Sebenarnya masih belum ditemukan pasti penyebab miom ini, namun di sisi lain para penemu berpendapat bahwa ada dua faktor penyebab miom: Hormonal yang berkaitan dengan kadar estrogen dan progesteron dan genetik. [4]

Faktor itu bisa dilihat ketika hamil yang kadar hormon meningkat maka miom akan cepat berkembang biak, sedangkan ketika menggunakan obat anti hormon maka miom akan lambat perkembangannya bahkan akan berhenti berkembang ketika seorang perempuan mengalami menopause. [4]

Apa Itu Tumor?

Dari pembahasan diatas terjelaskan bahwa miom termasuk tumor, lantas bagaimana perbedaan perbedaan kista dan tumor?

Untuk mengetahui perbedaannya maka perlu untuk memahami apa ciri-ciri tumor. Tumor merupakan benjolan jaringan yang berisi padat yang berkembang cepat di mana saja. Jika disentuh akan terasa keras. [1]

Tumor jika dilihat dari sifatnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu tumor jinak bukan kanker dan tumor ganas termasuk kanker. Untuk tumor jinak akan tumbuh di satu tempat dan tidak menyebar, sedangkan tumor ganas akan tumbuh di satu area tubuh dan menyebar di organ lain. [1]

Berdasarkan lokasi penyebarannya maka tumor dapat dibedakan menjadi beberapa jenis seperti: [1]

  • Adenoma bersifat jinak bukan kanker yang berkembang dalam usus besar, empedu dan hati
  • Fibroid atau mioma bersifat jinak non kanker yang berkembang di area rahim
  • Lipoma bersifat non kanker yang tumbuh dibawah kulit, sering terjadi pada usia diatas 40 tahun.
  • Tumor ganas yang bersifat kanker bisa menyebar pada organ mana saja seperti sarkoma di sumsum tulang, karsinoma di usus besar dan hati.

Bagaimana bisa tumor terjadi? Sebenarnya tumor lahir dari proses perkembangan sel yang abnormal. Alamiahnya sel tubuh akan membelah diri sesuai kebutuhan tubuh, namun ketika sel tua yang seharusnya mati tapi berbalik hidup sedangkan seharusnya sel baru hidup ketika tubuh tidak memerlukannya. Sehingga sel berlebihan itu terus membelah menciptakan tumor. [3]

Dan pada umumnya tumor bersifat non kanker tidak membutuhkan pengobatan namun jika tumor memberikan efek kepada organ sekitar maka  perlu dilakukan operasi untuk mengambil benjolan tumor. [3]

Sedangkan untuk tumor bersifat kanker sangat membutuhkan pengobatan dengan operasi pengangkatan tumor, terapi, radiasi, kemoterapi atau kombinasi beberapa metode. [3]

Apa Perbedaan Kista, Miom, dan Tumor?

Dari penjelasan karakteristik tiga benjolan diatas maka dapat disimpulkan perbedaan kista, miom dan tumor dapat diamati dari Fisik yang mencolok antara perbedaan kista dan tumor dapat dilihat dari sentuhan. Kista jika disentuh akan terasa lembut, tumor jika disentuh akan terasa kasar. [1, 2]

Jika dilihat dari ukuran, terlihat jelas perbedaan kista dan miom. Kista berukuran setengah hingga empat inchi, sedangkan miom ukurannya bagaikan sebesar biji apel atau jeruk bali. [3, 4]

Di sisi lain perbedaan kista, miom dan tumor dapat dilihat dari sifatnya. Sifat kista dan miom ini bersifat jinak bukan kanker, sedangkan tumor dapat bersifat ganas alias kanker. [1, 2, 4]

Bagaimana Anda sudah mengetahui perbedaan kista, miom dan tumor? Untuk lebih memastikan maka Anda perlu untuk mengunjungi dokter supaya mendapat penangan tepat dan terbaik.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment