Sakit Kepala Saat Puasa: Penyebab – Cara Mengatasi dan Mencegah

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Angelia Chandra
Sakit kepala pada dasarnya merupakan suatu gejala, keadaan yang menyebabkan sakit kepala dapat bermacam-macam. Hingga saat ini penjelasan mekanisme penyebab sakit kepala masih banyak diperdebatkan dan... perlu penelitian lebih lanjut. Namun klasifikasi jenis sakit kepala secara umum sudah dipaparkan mulai dari sakit kepala yang fungsional (tidak didasari adanya kelainan anatomis) hingga sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit tertentu (seperti tumor, radang pada komponen otak, stroke, dan lain-lain). Salah satu hal yang dapat menyebabkan sakit kepala adalah saat seseorang berpuasa, ada beberapa perubahan pada tubuh saat berpuasa sehingga mencetuskan sakit kepala seperti keadaan rendahnya kadar gula darah, kekurangan asupan cairan dan kafein (untuk yang terbiasa minum kopi setiap hari), dan faktor stress. Gejala sakit kepala yang dirasakan dapat berbeda pada setiap individu, selagi tidak dijumpai tanda-tanda berbahaya seperti muntah, penurunan kesadaran, lemah anggota tubuh tiba-tiba, dan demam tinggi maka ketika asupan makanan sudah didapat (berbuka puasa) gejala dapat membaik perlahan. Agar kegiatan puasa dapat berjalan dengan lancar, pemilihan makanan saat sahur dan berbuka penting untuk diperhatikan. Pilihlah makanan yang memiliki indeks glikemiks rendah agar kadar gula darah tetap terjaga stabil sepanjang hari. Untuk individu yang terbiasa konsumsi kafein, mulailah untuk mengurangi kadar kafein 1-2 minggu sebelum puasa sehingga tubuh dapat beradaptasi saat puasa dimulai. Meskipun berpuasa usahakan asupan cairan terjaga saat berbuka sehingga tubuh tidak kekurangan cairan. Bila sakit kepala dirasakan hingga mengganggu proses berjalannya puasa, konsultasikanlah dengan dokter anda. Read more

Pola makan pasti berubah saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Satu dari beberapa reaksi tubuh atas perubahan ini adalah sakit kepala.

Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa

Kita butuh energi untuk beraktivitas, dan sebagian besar energi ini berasal dari asupan karbohidrat (gula). Tubuh kita mengubah karbohidrat ini menjadi glukosa yang lebih mudah digunakan oleh tubuh, dan kemudian dibawa oleh darah ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkannya. [1, 2, 3]

Otak kita membutuhkan suplai glukosa dari darah secara berkelanjutan agar bisa bekerja, dan jika kadar glukosa ini turun maka otak adalah salah satu organ tubuh yang pertama kali merasakan dampaknya. [2, 3]

Saat kita tidak makan apapun selama beberapa belas jam, kadar gula darah akan turun dan ini yang mempengaruhi fungsi otak dan menyebabkan sakit kepala. [1, 2, 3]

Nyeri yang dirasakan karena ‘sakit kepala puasa’ ini bisanya ringan hingga sedang dan terasa di bagian depan kepala (di area kening), dan tidak menusuk. Tapi, orang yang di luar masa puasa biasanya mengalami migraine mungkin akan juga merasakan migraine-nya kambuh. [1]

Ada beberapa penyebab terjadinya sakit kepala puasa ini: [1, 2, 3]

Ini adalah kondisi ketika tubuh mengalami penurunan kadar gula darah. Jika asupan saat sahur mengandung kadar gula tinggi, maka bisa menyebabkan peningkatan gula darah yang drastis – tapi kemudian akan diikuti oleh penurunan yang juga drastis dan mengakibatkan sakit kepala.

  • Penurunan asupan kafein

Ini adalah masalah umum bagi mereka yang terbiasa minum kopi hingga beberapa cangkir dalam sehari. Jika asupan kafein berkurang, maka biasanya akan menyebabkan sakit kepala di siang hari. Kondisi ini disebut caffeine withdrawal”.

Sebagian besar dari otak manusia terdiri dari air dan sangat sensitif pada perubahan kadar air dalam tubuh. Jika otak mendeteksi rendahnya suplai air, maka ia akan mulai memproduksi histamin.

Ini artinya, tubuh memulai proses pembagian air dan mencadangkannya untuk melindungi otak untuk berjaga-jaga jika tubuh kekurangan air dalam waktu lama.

Histamin secara langsung akan menyebabkan nyeri dan kelelahan, sebagai tanda sakit kepala dan kurangnya tenaga.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Puasa

Tentu jika masih dalam batas-batas yang diperbolehkan, puasa harus tetap dilanjutkan meskipun sakit kepala menyerang.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit kepala tanpa membatalkan puasa: [4, 5]

  • Kompres es atau air dingin

Letakkan ice pack, plester demam yang sudah dimasukkan ke kulkas, atau handuk yang direndam air es di kening atau bagian belakang leher.

Hal ini bisa membantu mempersempit pembuluh darah dan mengurangi peradangan di area tersebut. Bila dilakukan selama 30 menit, bisa membantu meredakan nyeri akibat migraine.

Bila sakit kepala lebih terasa seperti ada tekanan di bagian depan kepala atau seperti ada ikat kepala yang sangat kencang, maka air hangat lebih baik.

Gunakan handuk yang sudah direndam air hangat untuk mengompres dahi untuk menenangkan ketegangan di sekitar area itu. Mandi air hangat juga bisa membantu.

  • Pijat titik-titik tekanan

Beberapa titik di kepala, bila dipijat, bisa membantu mengurangi tekanan di kepala dan mengurangi nyeri.

Banyak orang bahkan melakukan ini karena insting bila mengalami sakit kepala, seperti memijat bagian belakang leher atau pertemuan alis.

Titik lain yang juga bisa membantu meredakan pusing adalah bagian ujung alis dekat hidung.

Minyak esensial bisa juga membantu meringankan gejala sakit kepala. Menghirup aroma minyak lavender atau peppermint selama 15 menit bisa meredakan sakit kepala yang bersifat menekan seperti yang terjadi saat berpuasa.

  • Istirahat

Berbaring sambil menutup mata dan memijat pelipis menggunakan minyak peppermint seringkali efektif untuk meredakan sakit kepala tanpa harus minum obat. Lakukan bersamaan dengan relaksasi seperti mengatur nafas.

Cara Mencegah Sakit Kepala Saat Puasa

Kunci menghindari terjadinya sakit kepala di siang hari saat sedang menjalankan ibadah puasa adalah dengan mengatur asupan makanan saat sahur. [2, 3]

  • Mengurangi Kafein

Kurangi konsumsi kafein beberapa minggu menjelang puasa. Namun, bila Ramadan sudah dimulai sebelum sempat mengurangi asupan kafein, maka cobalah minum secangkir kopi yang cukup kental saat sahur. Hal ini bisa membantu mencegah terjadinya sakit kepala akibat tubuh menagih kafein di siang hari.

  • Makan sahur dengan menu yang rendah gula

Indeks glikemik membuat peringkat karbohidrat berdasarkan bagaimana suatu jenis makanan mempengaruhi kadar gula darah.

Karbohidrat dengan indeks glikemik yang rendah hanya akan membuat perubahan kecil pada glukosa darah dan tingkat insulin.

Semakin rendah indeks glikemik-nya, semakin rendah pula fluktuasi gula darah dan ini yang sebaiknya dimakan saat sahur. Makanan pada kelompok ini termasuk yoghurt, jus apel, dan gandum.

Kurangi makanan dengan kadar gula tinggi saat sahur, dan tambah protein baik saat sahur maupun berbuka. Mengatur asupan seperti ini akan mencegah terjadinya sakit kepala akibat hipoglikemia.

  • Minum air putih yang cukup

Minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka untuk menghindari dehidrasi yang juga bisa menjadi penyebab sakit kepala saat puasa.

Hindari pemicu sakit kepala lainnya seperti stress, kelelahan, dan kurang tidur saat berpuasa, terutama bila Anda mudah terserang sakit kepala sebelum puasa.

Sakit kepala umumnya akan hilang dengan sendirinya saat berbuka puasa, dan akan membaik seiring perbaikan asupan makanan saat buka dan sahur juga pola hidup selama bulan Ramadan.

Namun, bila Anda biasanya memang sudah sering terserang migraine atau jenis sakit kepala lainnya, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum bulan puasa dimulai agar dokter bisa memberi anjuran dosis atau jenis obat yang bisa diminum selama Ramadan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment