Obat

Clomipramine: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Clomipramine seringkali digunakan untuk mengobati atau menghilangkan gangguan obsesif kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder/OCD), yakni suatu kelainan psikologis (mental) yang menyebabkan seseorang memiliki pemikiran obsesif dan perilaku kompulsif terhadap segala hal. [2, 3, 4, 5]

Orang yang mengalami OCD akan memiliki dorongan dalam pikiran atau perasaan yang muncul berulang kali secara terus menerus terhadap pekerjaan atau hal apapun karena merasa cemas, takut atau gugup bila tidak melakukan hal itu, misalnya ingin selalu mencuci tangan, memeriksa pekerjaan tertentu secara berulang-ulang dan memiliki pikiran harus mengatur apapun secara berkali-kali. [2, 3]

Apa itu Clomipramine?

Clomipramine merupakan salah satu jenis obat yang termasuk dalam kelas obat antidepresan trisiklik dibenzazepin (dibenzazepine-derivative tricyclic antidepressant/TCA). [2]

Sebagai antidepresan, Clomipramine diyakini bekerja dengan memberikan efek positif pada suasana hati. Sehingga obat ini telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk mencegah gangguan obsesif-kompulsif dengan segala komponennya. 2,3,4]

Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) adalah kondisi yang mengakibatkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Bila tidak dilakukan maka ia akan diliputi rasa cemas, takut hingga mengalami depresi. [2,3,4,5]

Penjelasan terkait, perhatikan tabel berikut ini; [1,5]

Indikasi Obat gangguan obsesif kompulsif (OCD)
Kategori Obat khusus disertai resep
Konsumsi Anak-anak, Dewasa dan Lansia
Kelas Antidepresan trisiklik
Bentuk Tablet
Kontraindikasi → Hipersensitif.
→ Penggunaan obat lain yang digunakan untuk mengatasi depresi secara bersamaan.
→ Pasien dengan penyumbatan jantung atau aritmia lainnya.
→ Pasien dengan gejala mania.
→ Anak-anak.
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Clomipramine:
→ Pasien yang memiliki riwayat epilepsi.
→ Pasien dengan gangguan insufisiensi kardiovaskular.
→ Pasien hipertiroidisme atau tiroid.
→ Pasien yang melakukan terapi elektrokonvulsif.
→ Pasien dengan glaukoma sudut tertutup.
→ Pasien yang baru saja menjalani operasi.
→ Pasien dengan gangguan hipotensi.
→ Pasien yang mengalami retensi urin.
→ Pasien dengan disfungsi ginjal atau hati.
→ Pasien yang memiliki kecendrungan untuk melakukan pencobaan bunuh diri.
→ Pasien yang masih dalam pengawasan karena gangguan psikis/mental.
→ Lansia.
→ Ibu hamil dan menyusui.
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (Diminum):
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Clomipramine

Clomipramine disetujui oleh FDA untuk dimanfaatkan sebagai obat pencegah gangguan obsesif-kompulsif (OCD), yakni suatu kelainan kelainan psikologis yang mengakibatkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Bila tidak dilakukan maka si penderita tersebut akan diliputi kecemasan atau ketakutan. [2,3,4,5]

Dan mungkin beberapa manfaat lainnya yang tidak termasuk dalam daftar petunjuk obat. Ikuti instruksi dokter bila ada manfaat lain yang disarankannya. [5]

Dosis Clomipramine

Clomipramine diresepkan untuk pasien dewasa, anak-anak dan lansia melalui pemberian oral/diminum. Dosis yang diberikan bersifat individual, jadi harap ikuti instruksi dokter dengan saksama perihal dosis obat ini.

Dosis yang umumnya diresepkan adalah sebagai berikut; [1]

Dosis Dewasa

Dosis tambahan untuk penderita cataplexy yang berkaitan dengan narcolepsy (narkolepsi)

Oral/Diminum

→ Awalnya 10 mg per hari.
→ Kemudian secara bertahap ditingkatkan menjadi 10-75 mg per hari.

Untuk lansia
Kurangi dosisnya sesuai kebutuhan.
OCD, gangguan panik, fobia

Oral/Diminum
→ Awalnya 25 mg per hari,
→ Dosis kemudian ditingkatkan secara bertahap menjadi 100-150 mg per hari selama 2 minggu.
→ Dosis Maksimum: 250 mg per hari.
Depresi

Oral/Diminum
→ Awalnya 10 mg per hari,
→ Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 30-150 mg per hari, jika dibutuhkan.
→ Jika pada kasus berat, dosis ditingkatkan hingga 250 mg per hari atau lebih mungkin sesuai kebutuhan.

Dosis Anak-anak

Gangguan kompulsif obsesif, gangguan panik, fobia

Oral/Diminum
⇔ Umur lebih dari 10 tahun:
→ Awalnya 25 mg per hari.
→ Dosis kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga lebih dari 2 minggu.
→ Dosis Maksimum: 3 mg/kg/ hari atau 100 mg per hari diberikan dalam dosis terbagi. Dan dipilih dari dosis yang lebih kecil.
→ Setelah dititrasi, dosis dapat diberikan sebagai dosis tunggal pada waktu tidur malam.

Dosis Lansia

Gangguan kompulsif obsesif, gangguan panik, fobia

Oral/Diminum
→ Awalnya 10 mg per hari.
Depresi

Oral/Diminum
→ Awalnya 10 mg per hari
→ Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap selama 10 hari hingga 30-75 mg per hari.

Efek Samping Clomipramine

Berikut ini adalah efek samping yang ditimbulkan oleh obat Clomipramine. Segera hubungi dokter atau ke klinik terdekat bila efek samping yang timbul terus berlanjut atau mengganggu Anda; [4,5]

Umumnya terjadi;

  • Nyeri kandung kemih.
  • Urin berdarah atau keruh.
  • Penglihatan kabur.
  • Nyeri di sekitar anggobat tubuh.
  • Sering merasa kebingungan.
  • Sakit saat buang ari kecil.
  • Pusing ketika bangun tiba-tiba dari posisi berbaring atau duduk.
  • Sering merasa takut atau gugup.
  • Merasa sedih atau hampa.
  • Demam.
  • Perubahan pendengaran.
  • Gatal-gatal dan ruam kulit.
  • Sifat lekas marah.
  • Sakit punggung bagian bawah atau samping.
  • Bersin.
  • Sesak dada.
  • Kesulitan bernafas.
  • Kelelahan yang tidak biasa.
  • Perubahan pada pita suara.

Kurang umum atau jarang terjadi:

  • Kemarahan yang sulit dikendalikan.
  • Kegelisahan.
  • Pembesaran pada payudara.
  • Nyeri dada.
  • Penurunan frekuensi buang air kecil.
  • Mulut kering.
  • Detak jantung berdetak tak beraturan.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Mati rasa pada kaki, tangan dan area sekitar mulut.
  • Mati rasa, kesemutan, sakit, atau kelemahan di tangan atau kaki.
  • Rasa sakit selama berhubungan seksual.
  • Paranoia.
  • Suasana hati berubah dengan cepat.
  • Gelisah.
  • Gemetar.
  • Luka, bisul, atau bintik-bintik putih di bibir atau lidah dan di dalam mulut.
  • Berkeringat.
  • Pembengkakan pada wajah, jari, kaki, atau kaki bagian bawah.
  • Muntah.

Insiden tidak diketahui:

  • Agitasi.
  • Kebutaan.
  • Batuk.
  • Penurunan kesadaran atau daya tanggap.
  • Depresi.
  • Pusing.
  • Sakit mata.
  • Agresif.
  • Rasa haus meningkat.
  • Hilang kesadaran.
  • Nyeri otot disertai kram.
  • Pertambahan berat badan yang cepat.
  • Kejang.
  • Kantuk yang parah.
  • Sakit tenggorokan.
  • kelenjar getah bening yang bengkak disertai nyeri, di leher, ketiak, atau selangkangan.
  • Kulit atau mata menguning.

Selain itu, terdapat pula gejala-gejala lain yang tidak perlu tanganan medis atau dokter, hal ini kemungkinan karena hanya sekedar reaksi penyesuaian tubuh terhadap obat yang sedang dikonsumsi sehingga lambat-laun akan hilang dengan sendirinya. Namun demikian, hubungi dokter atau pergi ke klinik terdekat bila gejala berikut ini terus berlanjut: [5]

Umumnya terjadi:

  • Kulit melepuh, iritasi, gatal, atau kemerahan pada kulit.
  • Perubahan pada indra perasa.
  • Sembelit.
  • Kulit pecah-pecah, kering, atau bersisik.
  • Perubahan minat dalam hubungan seksual.
  • Diare.
  • Kulit kering.
  • Maag.
  • Ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi.
  • Peningkatan minat dalam hubungan seksual.
  • Nyeri sendi .
  • Jerawat.
  • kemerahan pada wajah, leher, lengan, dan kadang-kadang pada dada bagian atas.
  • Ketidaknyamanan pada perut.
  • Tangan atau kaki bergetar atau gemetar.

Kurang umum atau jarang terjadi;

Info Efek Samping Tenaga Medis; [5]

  • Umum
    • Efek samping yang paling sering dilaporkan termasuk mulut kering, pusing, mengantuk, gemetar, dan sembelit.
  • Saluran pencernaan
    • Sangat umum (10% atau lebih): Mulut kering (hingga 84%), konstipasi (hingga 47%), mual (hingga 33%), pencernaan yg terganggu (hingga 22%), sakit perut (hingga 13%) , diare (hingga 13%)
    • Umum (1% hingga 10%): Gangguan perut, erosi, esofagitis, perut kembung, gangguan pencernaan, halitosis, gangguan gigi, stomatitis ulseratif dan muntah.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Darah dalam tinja, kolitis, duodenitis, tukak lambung, gastritis, refluks gastroesofagus, gingivitis, glositis, wasir, peningkatan saliva, sindrom iritasi usus, ulkus peptikum, perdarahan rektum, pendarahan lidah, karies gigi dan karies gigi.
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Cheilitis, enteritis kronis, tinja berubah warna, dilatasi lambung dan pendarahan gingiva
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Paralytic ileus, parotid swelling.
  • Sistem saraf
    • Sangat umum (10% atau lebih): Pusing (hingga 54%), mengantuk (hingga 54%), tremor (hingga 54%), sakit kepala (hingga 52%), mioklonus (hingga 13%)
    • Umum (1% hingga 10%): Gangguan pada perhatian, kantuk, dysgeusia, hipertensi, gangguan konsentrasi, gangguan memori, migrain, hipertensi otot, midriasis, gugup, paresis, parestesia, gangguan bicara, sinkop, penyimpangan rasa, berkedut, vertigo, gangguan vestibular
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Koordinasi abnormal, electroencephalogram abnormal (EEG), gaya berjalan abnormal, ataksia, koma, kejang-kejang, diskinesia, ensefalopati, gangguan ekstrapiramidal, hiperkinesia, hipokinesia, neuralgia, parosmia, gangguan sensorik, stimulasi dan kehilangan rasa.
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Sindrom antikolinergik, aphasia, apraxia, pendarahan otak, sindrom kolinergik, koreoatetosis, dystonia, kejang umum, hemiparesis, hiperestesia, hiperrefleksia, hipoestesia, neuropati, nistagmus dan stupor.
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Akathisia, sindrom maligna neuroleptik, neuropati perifer, sindrom serotonin, stroke, tardive, dan dyskinesia.
  • Genitourinari
    • Sangat umum (10% atau lebih): Kegagalan ejakulasi (hingga 42%), impotensi (hingga 20%), gangguan miksi (hingga 14%), dismenore (hingga 12%)
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Albuminuria, pembengkakan payudara, displasia serviks, hiperplasia endometrium, obstruksi usus, edema oral, ileus paralitik, edema faring, ejakulasi dini, piuria, pembesaran kelenjar liur, peradangan rahim, perdarahan vagina, gangguan vulva
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Pembengkakan testis
    • Laporan pasca pemasaran: Ejakulasi tertahan
  • Lain
    • Sangat umum (10% atau lebih): Kelelahan (hingga 39%)
    • Umum (1% hingga 10%): Asthenia, menggigil, demam / hiperpireksia, otitis media, nyeri dan tinitus
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Kista, ketulian, sakit telinga, sensasi benda asing, hyperacusis dan malaise
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Edema dependen dan gangguan labirin
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Kematian mendadak
  • Dermatologis
    • Sangat umum (10% atau lebih): Peningkatan keringat / hiperhidrosis (hingga 29%)
    • Umum (1% hingga 10%): Bau kulit tidak normal, dermatitis alergi, jerawat, dermatitis, kulit kering, reaksi fotosensitifitas, pruritus, ruam kulit dan urtikaria.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Alopecia, selulitis, eksim, ruam eritematosa, ruam makulopapular, psoriasis, ruam pustular dan perubahan warna kulit
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Chloasma, folikulitis, hipertrikosis, ruam lupus erythematosus, piloerection, seborrhea, hipertrofi kulit dan ulserasi kulit.
    • Laporan pasca pemasaran: Ruam obat dengan eosinofilia dan gejala sistemik (DRESS)
  • Psikiatrik
    • Halusinasi terjadi lebih sering pada pasien usia lanjut dan pada mereka yang menderita penyakit Parkinson.
    • Sangat umum (10% atau lebih): Insomnia (hingga 25%), perubahan libido (hingga 21%), gugup (hingga 18%)
    • Umum (1% hingga 10%): Mimpi abnormal, pemikiran abnormal, agresi, reaksi agresif, agitasi, kecemasan, keadaan kebingungan, kebingungan, delirium, depresi / kejengkelan depresi, depersonalisasi, disorientasi, labilitas emosi, impotensi orgasme wanita, halusinasi, lekas marah, hypomania, gangguan libido, mania, mimpi buruk, reaksi panik, gangguan psikosomatis, gelisah, gangguan tidur, gejala penarikan dan memburuknya status kejiwaan
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Aktivasi gejala psikotik, apatis, khayalan, euforia, permusuhan, halusinasi hyperagogic, reaksi manik, paranoia, gangguan fobia, psikosis, somnambulisme, ide bunuh diri, usaha bunuh diri, usaha bunuh diri dan penggilingan gigi.
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Anorgasmy, katalepsi, ilusi, gangguan kontrol impuls, keraguan, mutisme, reaksi skizofrenia, bunuh diri, sindrom penarikan.
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Perilaku pencobaan bunuh diri.
  • Metabolik
    • Sangat umum (10% atau lebih): Anoreksia (hingga 22%), berat badan meningkat (hingga 18%), nafsu makan meningkat (hingga 11%)
    • Umum (1% hingga 10%): Alkaline phosphatase meningkat, gula darah berubah, nafsu makan berkurang, haus dan penurunan berat badan.
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Intoleransi lemak.
  • Mata
    • Sangat umum (10% atau lebih): Penglihatan abnormal (hingga 18%)
    • Umum (1% hingga 10%): lakrimasi abnormal, gangguan akomodasi, anisocoria, blepharospasm, penglihatan kabur, konjungtivitis, alergi mata
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Akomodasi abnormal, diplopia, sakit mata, fotofobia dan skleritis
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Krisis okulogirik dan kelumpuhan saraf okuli
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Blepharitis, chromatopsia, perdarahan konjungtiva, exophthalmos, glaukoma, keratitis, rabun senja, kebutaan malam, kelainan retina, strabismus dan defek lapang pandang
    • Laporan pasca pemasaran: Glaukoma sudut-tertutup
  • Pernafasan
    • Sangat umum (10% atau lebih): Faringitis (hingga 14%), rinitis (hingga 12%)
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Bronkitis, disfonia, hiperventilasi, peningkatan sputum dan pneumonia
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Hemoptisis, cegukan, hipoventilasi, laryngismus
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Alveolitis alergi (pneumonitis) dengan / tanpa eosinofilia
  • Muskuloskeletal
    • Sangat umum (10% atau lebih): Mialgia (hingga 13%)
    • Umum (1% hingga 10%): Arthralgia, nyeri punggung dan kelemahan otot.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Arthrosis dan kram kaki
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Memar, eksostosis, miopati, miositis, poliarteritis nodosa dan tortikolis
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Fraktur tulang dan rhabdomyolysis
  • Kardiovaskular
    • Umum (1% hingga 10%): Nyeri dada, perubahan EKG yang tidak relevan secara klinis (misalnya, perubahan T- dan ST- gelombang pada pasien dengan status jantung normal), pembilasan, hot flushes, edema lokal, hipotensi ortostatik, palpitasi, hipotensi postural, sinus takikardia dan takikardia
    • Jarang (0,1% hingga 1%): EKG abnormal, aritmia, tekanan darah meningkat, bradikardia, henti jantung, ekstrasistol, edema umum dan pucat
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Kardiomiopati, gangguan konduksi, gagal jantung kongestif, edema, hipotensi, interval PR dan QTc (QT / RR) yang berkepanjangan, Torsade de pointes dan pelebaran kompleks QRS
  • Hematologi
    • Umum (1% hingga 10%): Anemia dan purpura
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Limfadenopati
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Reaksi leukemia, kelainan seperti limfoma dan depresi sumsum
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Agranulositosis, eosinofilia, leukopenia dan trombositopenia
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Pancytopenia
  • Ginjal
    • Umum (1% hingga 10%): Sistitis
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Oliguria, kalkulus ginjal dan nyeri ginjal
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Glikosuria, pielonefritis dan kista ginjal
  • Hati
    • Umum (1% hingga 10%): Transaminase meningkat
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Fungsi hati abnormal dan hepatitis
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Hepatitis akut, nekrosis hati, hepatitis dengan / tanpa penyakit kuning
  • Hipersensitif
    • Umum (1% hingga 10%): Alergi
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Reaksi anafilaksis dan reaksi anafilaktoid
  • Kelenjar endokrin
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Sindrom sekresi hormon antidiuretik (SIADH) yang tidak sesuai
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Prolaktin darah meningkat
  • Imunologis
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Peningkatan kerentanan terhadap infeksi Onkologis
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Fibroadenosis payudara

Detail tentang Clomipramine

Berikut ini adalah uraian detail tentang Clomipramine. Pokok-pokok uraian seperti tampak dalam tabel; [1,2,5]

Penyimpanan Tablet:
→ Simpan di bawah 30°C.
→ Jangan simpan di freezer.
→ Lindungi dari cahaya dan kelembaban.
Cara Kerja Deskripsi: Clomipramine adalah obat penghambat serotonin yang bekerja di otak, antagonisme yang signifikan pada reseptor kolinergik dan α1, serta antagonisme yang lemah pada reseptor dopamin. Oleh karena itu, obat ini dipercayai memiliki efek antidepresan, sedatif dan antikolinergik.

Farmakokinetik:
Penyerapan: Mudah diserap dari saluran pencernaan (melalui mulut).
Distribusi: Didistribusikan secara luas; melintasi plasenta; memasuki ASI. Pengikatan protein: Luas.
Metabolisme: Hati luas oleh hidroksilasi dan oksidasi-N.
Ekskresi: Urin (sebagai metabolit); tinja (sisa dosis). Paruh eliminasi: 21 jam (clomipramine); 36 jam (desmethylclomipramine).
Interaksi dengan obat lain → Barbiturat meningkatkan metabolisme antidepresan trisiklik, namun sebaliknya cimetidine, guanetidin, haloperidol, dan fenotiazin menghambat metabolisme trisiklik.
→ Efek SSP dari alkohol ditingkatkan.

Berpotensi Fatal:
→ Jika clomipramine diganti untuk obat lain yang dipakai untuk depresi, setidaknya 3 minggu berlalu setelah penghentian obat tersebut.
→ Risiko hipertensi dan aritmia jika diberikan bersama dengan adrenalin dan noradrenalin.
Interaksi dengan makanan → Hindari alkohol.
→ Hindari jus jeruk Bali Merah (grapefruit).
→ Minumlah obat ini dengan makanan untuk mengurangi iritasi.
Overdosis ⇔ Gejala: Disritmia jantung, hipotensi berat, kejang, perubahan elektrokardiogram, terutama pada sumbu atau lebar QRS, mengantuk, pingsan, ataksia, gelisah, agitasi, delirium, berkeringat parah, refleks hiperaktif, kekakuan otot, athetoid dan gerakan koreografi. Depresi pernapasan, sianosis, syok, muntah, hiperpireksia, midriasis, dan oliguria atau anuria juga dapat terjadi. Jika tanda-tanda toksisitas terjadi kapan saja selama periode ini, pemantauan lebih lanjut diperlukan.
⇔ Cara Mengatasi:
→ Berikan pengobatan bersifat simtomatik dan suportif.
→ Konsentrasi plasma tidak boleh memandu manajemen pasien.
→ Dialisis peritoneum dan hemodialisis tidak efektif dalam mengeluarkan obat karena sangat terikat protein. → Siapkan V diazepam untuk digunakan dengan hati-hati bila mengalami kejang.

Seputar Pertanyaan tentang Clomipramine

Bagaimana seharusnya saya mengonsumsi Clomipramine?

Minumlah obat ini dengan makanan untuk mengurangi gangguan pada perut. Beritahulah kepada dokter bila tidak ada perubahan pada kondisi Anda setelah kurun waktu 1 bulan perawatan. Bila Anda sedang menjalani operasi harap laporkan kepada dokter sebelum mengonsumsi obat ini. [5]

Bagaimana caranya kalau saya kehilangan satu dosis obat ini?

Minumlah dosis yang terlewat saat itu juga. Dan bila setelah tiba pada jadwal dosis berikutnya, lewati saja dosis yang terlewat. Jangan menggunakan obat tambahan untuk mengganti dosis yang terlewat. [5]

Hal-hal apa saja yang perlu saya perhatikan ketika menggunakan Clomipramine?

Hindari minuman beralkohol karena dapat menyebabkan efek saemping yang berbahaya. Clomipramine dapat mengganggu pemikiran atau reaksi Anda sehingga berhati-hatilah bila mengemudi atau melakukan sesuatu yang membutuhkan konsetransi yang berlebih. [5]

Contoh Obat Clomipramine (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini beberapa obat bermerek yang mengandung Clomipramine; [1,4,5]

Brand Merek Dagang
Clomicalm
Anafranil

1) Anonim. Diakses 2020. MIMS Indonesia. Clomipramine.
2) Anonim. Diakses 2020. DRUGBANK. Clomipramine.
3) Anonim. Diakses 2020. NIH. US Departemen of Health & Human Services. Clomipramine.
4) Anonim. Diakses 2020. Webmd.com. Clomipramine HCL.
5) Cerner Multum. 2019. Drugs.com. Clomipramine.

Share