Stomatitis: Penyebab – Gejala dan Cara Mengobati

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Stomatitis merupakan istilah umum untuk mulut yang mengalami peradangan atau luka, yang dapat mengganggu kegiatan seseorang untuk makan, bicara, dan tidur. Stomatitis dapat terjadi di mana saja di dalam... mulut, termasuk di dalam pipi, gusi, lidah, bibir, dan langit-langit mulut. Umumnya stomatitis tidak berlangsung lebih lam dari 2 minggu, bahkan tanpa terapi apapun. Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami adanya luka pada mulut yang semakin membesar dan tidak kunjung sembuh. Read more

Stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut. Radang biasanya timbul di area gusi, bibir, pipi bagian dalam hingga langit-langit. Akibatnya, penderita merasakan ketidanyamanan pada saat makan, minum air, berbicara dan bahkan tidur. [1, 5]

Apa itu Stomatitis?

Stomatitis adalah luka atau radang yang terjadi pada jaringan lunak di mulut. Luka yang timbul umummya hanya satu, namun pada kasus tertentu bisa lebih dari satu. Biasanya timbul di daerah gusi, bibir, pipi bagian dalam, lidah dan bahkan langit-langit. [1, 3]

Belum diketahui secara jelas penyebab stomatis, namun penyakit ini dicurigai timbul karena adanya jamur pada saluran kerongkongan dan mulut, infeksi bakteri, virus herpes simpleks tipe 1, penyakit Crohn, kekurangan gizi, lupus hingga faktor seperti tergigit di lidah atau pipi, kawat gigi palsu dan lain-lain. [2, 3, 5]

Penderita stomatis seringkali mengalami gangguan pada saat makan, minum air (hangat), berbicara bahkan tidur. [1, 5]

Fakta tentang Stomatitis

Berikut ini beberapa fakta tentang Stomatitis; [1,2,3,4,5]

  • Stomatitis adalah Radang yang Terjadi pada Mukosa Mulut

Stomatitis itu seperti luka lecet yang terdapat dalam mulut, lidah, pipih bagian dalam, gusi karena inflamasi (peradangan). Penyebabnya dicurigai karena kekurangan vitamin, beberapa penyakit yang mendasari, dan lain-lain.

  • Ada Dua Jenis Stomatitis

Secara umum, stomatitis dikenal dalam dua jenis yakni; sariawan canker sores (aphthous ulcers/aphthous stomatitis) dan cold sore (herpes stomatitis). Masing-masing stomatitis tersebut memiliki penyebab dan gejala masing-masing.

  •  Herpes Stomatitis Dapat Menular

Herpes stomatitis dicurigai bisa menular, hal ini karena penyebab penyakit ini berasal dari infeksi virus herpes simpleks tipe 1. Gejala yang muncul demam, lenting di sudut bibir, rongga mulut dan gusi. Bayi berumur 6 bulan sampai 5 tahun seringkali korban dari stomatis jenis ini.

  •  Herpes Stomatitis bisa Sembuh tanpa Pengobatan

Walaupun disebabkan oleh virus herpes simplek, penyakit herpes stomatitis bisa disembuhkan tanpa pengobatan sekitar 7-10 hari penyakit ini bisa hilang.

Namun demikian, dokter seringkali akan merekomendasikan obat obat antivirus seperti acyclovir untuk mempercepat kesembuhan atau mencegah infeksi.

Stomatitis aphthous umumnya diketahui tidak disebabkan oleh virus dan tidak menular, hal ini hanya seputar masalah kebersihan mulut atau kerusakan selaput lendir. Penyebab lain yang dicurigai adalah lemahnya sistem kekebalan tubuh atau penyakit lain yang mendasari.

  •  Herpes Stomatitis Berhungan dengan Genetik

Tak hanya disebabkan oleh virus herpes simpleks, kekurangan vitamin B12, asam folat, zat bes dan lain-lain, beberapa penelitian menunjukkan juga bahwa stomatitis aphthous bersifat turun-temurun. Ada beberapa kasus yang menunjukkan bahwa penyakit ini timbul berdasarkan riwayat kesehatan keluarga.

Jenis-Jenis Stomatitis

Stomatitis dibagi menjadi dua bagian besar, yakni; sariawan canker sores (aphthous ulcers/aphthous stomatitis) dan cold sore (herpes stomatitis). [2,3,4]

1. Canker Sores

canker sores (aphthous ulcers/aphthous stomatitis) atau yang dikenal juga sariawan adalah satu atau kelompok luka kecil seperti lepuhan yang muncul di jaringan lunak dalam mulut dan bisa juga di lidah ataupun gusi. [3,4]

Luka tersebut berbentuk bulat atau oval dengan bagian tengah berwarna putih atau kuning dan garis tepi merah. [7]

Secara umum, cancer sores (sariawan) ini terdiri dari tiga jenis, yakni; [3,4,7]

  • Sariawan Ringan

Kondisi ini merupakan jenis sariawan ringan yang paling umum terjadi dan akan sembuh dalam waktu satu atau dua minggu tanpa meninggalkan bekas.

  • Sariawan Mayor

Sariawan ini jarang sekali terjadi namun sekali terjadi dapat menghasilkan nyeri yang agak berat daripada sariawan ringan. Umumnya memerlukan waktu hingga 6 minggu untuk sembuh dan kadang-kadang meninggalkan bekas.

  • Sariawan Herpetiform

Tipe sariawan ini pun sangat jarang terjadi bahkan tergolong penyakit langka. Salah satu gejala dari penyakit ini adalah bentuk lukanya sangat tipis dengan bintik-bintik putih yang jumlahnya bisa mencapai ratusan. Namun demikian, tidak disebabkan oleh herpes.

2. Cold Sore

Jenis stomatitis yang lain adalah cold sore (herpes stomatitis) semacam luka berisi cairan yang terjadi di area bibir. Luka-luka tersebut bisa menular ke orang lain melalui ciuman, memakai peralatan makan yang sama dengan orang yang terinfeksi, atau bahkan bisa menular dari anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini. [1, 3, 4]

Cold sore (herpes stomatitis) dicurigai disebabkan oleh infeksi virus herpes tipe 1 (HSV-1). Dan penderitanya seringkali mengalami gejala seperti luka bakar yang menyakitkan, sakit kepala, demam tinggi dan lain-lain. [2, 5, 6]

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan virus herpes tipe 1, namun penularan stomatitis cold sore dapat dihentikan dengan beberapa obat anti-virus. Gejala biasanya akan hilang dalam waktu 5-7 hari bahkan tanpa pengobatan sekalipun. [6]

Penyebab Stomatitis

Stomatitis adalah radang pada mukosa mulut. Umumnya timbul di gusi, lidah, pipi, bibir atas dan bawah serta pada langit-langit mulut. [1,3]

Berikut ini beberapa penyebab stomatitis berdasarkan jenisnya; [1,3,5,7]

1. Canker Sore

Canker sores (aphthous ulcers/aphthous stomatitis) atau yang dikenal dengan sariawan ditandai dengan satu atau beberapa kelompok luka pada area gusi, bagian dalam bibir (atas/bawah) dan juga pada lidah dengan ukuran luka yang bervariasi. [1, 2, 3]

Penyakit ini seringkali menyerang orang dari berbagai usia namun yang paling rentan dicurigai adalah mereka yang berusia 10 dan 19 tahun. Penyakit ini tidak menular. [4, 5]

Penyebab paling umum dari stomatitis tidak deketahui dengan pasti namun kondisi seperti stress, kekurangan nutrisi, efek samping dari obat-obatan tertentu, serta sistem kekebalan tubuh lemah dipertimbangakn sebagai penyebab paling umum dari kondisi ini. [5, 7]

Penyebab cancer sore yang umumnya dicurigai adalah: [7]

  • Pipi, lidah, atau bibir secara tidak sengaja tergigit.
  • Mengenakan kawat gigi palsu.
  • Memiliki gigi yang tajam dan patah.
  • Tembakau kunyah.
  • Makanan atau minuman panas.
  • Radang gusi.
  • Stress.
  • Kekurangan vitamin C, vitamin B, asam folat, zat besi, atau zinc.
  • Hipersensitivitas terhadap makanan atau obat-obatan.
  • Perubahan hormon selama menstruasi.
  • Memiliki penyakit autoimun tertentu yang mempengaruhi lapisan.mukosa mulut, seperti lupus, penyakit Crohn atau penyakit Behcet.
  • Mengonsumsi obat tertentu seperti kemoterapi, antibiotik dan obat yang digunakan untuk rheumatoid arthritis.
  • Menderita epilepsi.
  • HIV/AIDS.

Walaupun tidak menular dan menimbulkan masalah yang serius pada kesehatan, canker sores memang sangat mengganggu penderita seperti pada saat makan, minum, berbicara bahkan hingga tidur. Canker sores diperkirakan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 1 sampai 2 minggu. [1,3]

2. Cold Sore

Cold sore (herpes stomatitis) adalah kondisi yang ditandai dengan demam, melepuh diarea bibir, dan luka berair di sekitar area mulut. Luka itu kemudian mengakibatkan penderita merasa nyeri dan rasa seperti terbakar di area gejala. [5,6]

Penyakit ini paling rentan menyerang kelompok bayi (anak) berusia 5-6 bulan–dan dicurigai dapat menular dari orang ke orang melalui gelas, sendok, atau bahkan berciuman. [1,5]

Penyebab paling umum dari herpes stomatitis adalah virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Dan dicurigai bahwa penyakit ini dapat disebabkan juga karena masalah genetika. Artinya, ditularkan dari anggota keluarga yang memiliki riwayat herpes stomatitis. [1,3,5]

Penderita dengan kondisi HIV/AIDS, dermatitis atopik (eksim), komoterapi kanker, penggunaan obat untuk mencegah penolakan transplantasi organ dicurigai rentan juga terhadap Cold sore (herpes stomatitis). [4,5,7]

Namun demikan, penyakit ini bisa juga sembuh dengan sendiri dalam waktu 7-10 hari tergantung gejala dan kondisi kesehatan pasien. [4]

Gejala Stomatitis

Gejas tomatitis bervariasi. Dan selalu merujuk pada penyebab yang mendasari timbulnya penyakit ini. [3, 4]

Beberapa orang akan merasakan sedikit gejala dan tidak terlalu mengganggu. Namun sebagian orang terganggu dengan penyakit ini, misalnya kesulitan minum air, makan, berbicara dan tidur. [1, 3, 4]

Gejala paling umum dari Stomatitis adalah; [1, 2, 3, 4, 6]

  • Satu atau beberapa luka pada gusi, lidah, langit-langit mulut, dengan bentuk tidak beraturan. Luka ini menyulitkan penderita pada saat makan, minum air ataupun berbicara.
  • Bercak merah di area mulut.
  • Rasa gatal dan sensasi seperti kesemutan pada area yang terinfeksi.
  • Demam beberapa hari sebelum timbul sariawan.
  • Merasakan sensasi terbakar di area area yang terinfeksi.

Penderita herpes stomatitis barangkali mengembangkan beberapa gejala yang bisa berlangsung 7-10 hari atau bahkan berbulan-bulan; [1,2,3,4,7]

  • Nyeri otot.
  • Demam mencapai suhu 40°C.
  • Sakit kepala.
  • Badan lemas.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Luka di area mulut meninggalkan bekas.
  • Kesemutan.
  • Gatal-gatal karena luka di area infeksi mengalir sehingga kadnag muncul di area hidung, pipi, dan di dalam mulut.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera menghubungi dokter apabila Anda (anak-anak) mengalami gejala yang cukup parah misalnya stomatitis menyebabkan luka yang menjalar hingga mata (ini komplikasi serius yang bisa menyebabkan kebutaan) dan mengalami nyeri atau sakit yang membuat anak-anak menangis tak mau berhenti diam. [1,5]

Gejala yang parah bisa membuat penderita mengalami dehidrasi berat dan itu bisa sangat berbahaya. [1]

Komplikasi Stomatitis

Beberapa penderita sariawan ringan (aphthous stomatitis) seringkali tidak mengalami komplikasi serius dan umumnya sembuh dalam beberapa hari. [2,3,4]

Namun sariawan yang ditimbulkan oleh herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) seperti cold sore (herpes stomatitis) seringkali menimbulkan masalah. [2,3]

Beberapa penderita mengalami komplikasi seperti; [2,3,4,5,7]

  • Demam tinggi mencapai  40°C.
  • Nyeri otot.
  • Dehidrasi.
  • Sakit kepala.
  • Merasakan terbakar yang parah.
  • Keratokonjungtivitis herpes bisa menyebabkan kebutaan.
  • Gingivostomatitis karena virus HSV-1.

Diagnosis Stomatitis

Diagnosis stomatitis seringkali didasarkan pada gejala dan jenisnya. [1,4]

Untuk kasus sariawan ringan seperti canker sores (aphthous ulcers/aphthous stomatitis), dokter hanya melakukan pemeriksaan fisik dan memberikan beberapa pertanyaan seputar riwayat kesehatan seperti gejala yang dialami serta obat-obatan resep/non resep yang pernah dikonsumsi. [1,2,3]

Namun dalam kasus sariawan yang lebih parah misalnya cold sore (herpes stomatitis), tes darah atau tes alergi barangkali dilakukan. [3,4]

Dokter juga akan melakukan biopsi atau pengikisan kulit lesi untuk menentukan penyebab pasti timbulnya stomatitis tersebut. [3,7]

Diagnosis diperlukan untuk menentukkan pengobatan yang tepat dan penyabab yang menimbulkan stimotitis itu. [2,3,4]

Pengobatan Stomatitis

Pengobatan stomatitis seringkali didasarkan pada jenis stomatitis dan penyebab yang mendasari timbulnya penyakit tersebut.

1. Canker Sores

Beberapa penderita canker sores/aphthous stomatitis atau sariawan pada umumnya seringkali tidak membutuhkan perawatan khusus dan umumnya sembuh dalam beberapa hari. [1,2,3]

Dokter akan merekomendasikan obat seperti benzocaine (Anbesol, Zilactin-B) atau krim yang dapat dioleskan ke area terinfeksi dan bila diperlukan beberapa obat pengurang rasa sakit turut diberikan. [1,2,3,4,7]

Selain itu, obat kumur yang mengandung steroid deksametason barangkali diberikan juga untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan

Namun bila dokter menemukan beberapa penyebab yang mendasari sariawan tersebut maka akan diberkan perawatan lain yang sesuai gejala.

2. Cold Sore

Untuk stomatitis disebabkan oleh virus, seperti cold sore (herpes stomatitis) maka harus diobati. Dokter akan memberikan obat anti-virus untuk memberantas penyakit ini. [1,2]

Obat-obat yang akan direkomendasikan seperti; [1,3,4,7]

  • Obat asikloviruntuk mempercepat penyembuhan herpes stomatitis.
  • Obat pereda nyeri yang ditemukan bebas seperti asetaminofen atau ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan demam.
  • Obat topikal untuk meredakan nyeri atau peradangan.
  • Krim antivirus untuk herpes yang timbul di mulut.

Selain obat-obatan, penderita juga disarankan mengonsumsi lebih banyak cairan untuk menjaga selaput lendir jangan sampai terdehidrasi. [3,4]

Menghindari makanan-makanan pedas juga diperlukan untuk menjaga selaput lendir tetap normal. [1,3,4]

Pengobatan sariawan yang parah kadang-kadang membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung gejala yang timbul. [3,4]

Apabila penyebabnya adalah herpes simpleks tipe 1 (HSV-1), fokus perawatannya adalah menghilangkan gejala sedangkan HSV-1 tidak dapat disembuhkan. HSV-1 bisa timbul lagi kapan saja bila penderita memiliki sistem imun yang lemah atau penyakit yang bisa menyebabkan herpes kambuh. [1,3,4,7]

Pencegahan Stomatitis

Pencegahan stomatitis berdasarkan jenis-jenisnya:

1. Canker Sores

Canker sores/aphthous stomatitis atau sariawan ringan biasanya bertahan tidak lebih dari dua minggu, bahkan sekalipun tanpa pengobatan. [1,4]

Namun dalam kasus yang lebih parah, dokter akan membantu menghilangkan gejala. [3,4]

Berikut ini beberapa langkah yang perlu untuk mencegah perkembangan kasus canker sores;

  • Hindari kontak kulit atau berciuman dengan penderita sariawan
  • Bila memungkinkan, hindari menggunakan perlatan makan (senduk, piring, gelas, dll) dengan penderita sariawan
  • Jagalah kebersihan, terutama tangan. Ketika sedang flu usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, mulut, telinga atau anggota tubuh lainnya.

2. Cold Sore

Berikut ini bebarapa hal yang mungkin membantu Anda memulihkan keadaan (mencegah kekambuhan) ataupun mencegah timbulnya stomatitis cold sore; [1,3,4,6,7]

  • Hindari mengonsumsi minuman dan makanan pedas
  • Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu asin dan makanan atau minuman berbahan jeruk untuk sementara waktu.
  • Jika Anda sering sekali terkena sariawan, barangkali Anda kekurangan folat atau vitamin B12. Maka, segera konsulatasikan keadaan ini kepada dokter.
  • Anda harus mengonsumsi lebih banyak suplemen nutrisi yang mengandung vitamin B (folat, B-6, B-12)—yang bisa didapatkan dari makanan-makanan seperti;
  • Berhati-hatilah ketika menggosok gigi untuk menghindari kekambuhan stomatitis.
  • Herpes tidak dapat disembuhkan sehingga selama keadaan belum hilang, hindari berbagi gelas, senduk makan, peralatan make up karena Anda bisa menularkan herpes stomatitis kepada orang lain.
  • Jagalah kondisi bibir dan mulut agar tetap bersih.
  • Konsumsilah air putih yang cukup.
  • Berkumurlah air dingin bila Anda merasakan sensasi terbakar pada mulut.
  • Berhenti atau tidak boleh merokok.
  • Konsumsilah obat-obatan yang diberikan dokter dengan baik dant tepat.

Sekitar 90 % penyakit herpes stomatitis didiagnosis memiliki HSV-1. Bayi (anak-anak) dengan umur 5-6 bulan paling rentan terhadap penyakit ini. Untuk itu, apabila Anda merasakan gejala herpes stomatitis segera konsultasikan diri ke dokter sebelum tertular ke anak-anakmu. [5]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment