Enteritis: Penyebab – Gejala dan Cara Mengobati

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Enteritis?

Radang usus kecil disebut dengan enteritis. Biasanya kondisi ini karena makanan atau minuman yang terkontaminasi parasit, bakteri atau virus. Pada kasus yang ringan, kondisi ini tidak memerlukan pengobatan dan sebagian besar infeksi virus bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. [3]

Tinjauan
Enteritis adalah radang usus kecil yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Fakta Enteritis

Berikut ini adalah fakta-fakta penting dari enteritis: [2, 4, 6]

  • Dalam beberapa kasus, peradangan akibat enteritis juga dapat melibatkan lambung (gastritis) dan usus besar (kolitis). 
  • Gejala enteritis paling sering hilang tanpa pengobatan dalam beberapa hari pada orang yang sehat.
  • Enteritis adalah gangguan pencernaan yang umum. 
  • Perawatan untuk Enteritisi tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
  • Virus dan bakteri paling sering menjadi penyebab infeksi enteritis. 

Jenis Enteritis

Ada dua jenis enteritis, yaitu enteritis menular dan enteritis radiasi. [2]

1. Enteritis Menular

Adalah jenis enteritis yang paling umum. Enteritis menular dapat meliputi enteritis bakteri dan enteritis virus. Gejala enteritis menular dapat berupa mual, muntah, dan kram perut. [2, 3]

Enteritis bakteri bisa terjadi akibat makan makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kontaminasi bakteri dapat melalui beberapa cara, seperti: [2, 3]

  • Penanganan makanan yang tidak tepat.
  • Kebersihan yang buruk.
  • Pengolahan unggas dan daging.
  • Proses memasak yang tidak benar.

Menurut FDA makanan yang paling sering menyebabkan keracunan makanan adalah: [2, 3]

  • Unggas mentah dan daging.
  • Susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Produk segar.
  • Kerang mentah.
  • Daging dan telur setengah matang.

Beberapa bakteri yang umum menyebabkan enteritis meliputi: [2, 3]

  • Salmonella.
  • Escherichia coli (E.coli).
  • Staphylococcus aureus (S. aureus).
  • Campylobacter jejuni (C. jejuni).
  • Shigella.
  • Yersinia enterocolitica ( Y. enterocolitica).
  • spesies Bacillus.

Enteritis virus juga bisa terjadi akibat makan makanan atau minuman yang terkontaminasi dan setelah melakukan kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi. [2]

Enteritis virus biasanya hilang dalam beberapa hari. Sedangkan enteritis bakteri dapat memerlukan pengobatan medis jika tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama. [3]

2. Enteritis Radiasi

Jenis enteritis ini dapat terjadi akibat terapi radiasi. Radiasi tidak hanya dapat membunuh sel-sel kanker, tetapi juga sel sehat, sperti sel-sel di mulut, lambung, dan usus. [2]

Enteritis radiasi berkembang ketika sel-sel usus yang normal dan sehat rusak oleh radiasi dan menyebabkan peradangan. Peradangan ini biasanya hilang beberapa minggu setelah perawatan. Namun, gejalanya terkadang bisa kronis dan berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah perawatan. [2]

Tinjauan
Enteritis dibagi menjadi dua jenis yaitu enteritis radiasi dan enteritis menular.

Gejala Enteritis

Gejala enteritis dapat muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah Anda terinfeksi. [2]

Gejala enteritis dapat meliputi: [1, 2, 3]

  • Diare.
  • Keluar darah atau lendir saat buang air besar.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Sakit perut atau kram.
  • Kehilangan selera makan.

Enteritis biasanya tidak memerlukan pengobatan. Sebagian besar gejala dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. [2, 3]

Penyebab Enteritis

Penyebab paling umum dari enteritis adalah makan makanan atau minuman  yang terkontaminasi bakteri atau virus. Virus atau bakteri tersebut masuk dan menetap di usus kecil Anda, sehingga menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Peradangan ini juga dapat terjadi pada lambung (gastritis) dan usus besar (kolitis) Anda. [4]

Penyebab lainnya dari enteritis adalah: [1, 4]

  • Obat-obatan seperti antibiotik atau obat antikanker.
  • Kerusakan akibat terapi radiasi ke daerah panggul (enteritis radiasi).
  • Kondisi medis seperti penyakit Crohn, penyakit celiac, sariawan tropis.
Tinjauan 
Penyebab umum dari enteritis adalah kontaminasi bakteri atau virus pada makanan dan minuman.

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena enteritis meliputi: [4]

  • Adanya anggota keluarga yang menderita flu baru-baru ini
  • Baru saja melakukan perjalanan
  • Paparan air yang tidak bersih
  • Berbagi peralatan, makanan, atau benda lain yang terkontaminasi dengan orang yang terinfeksi

Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter?

Anda harus menghungi dokter Anda jika: [1, 2, 3]

  • Anda mengalami demam lebih dari 38˚C.
  • Terdapat darah atau lendir saat Anda buang air besar.
  • Anda terus muntah atau diare selama lebih dari 3 hari, bahkan setelah pengobatan.
  • Anda memiliki mulut dan mata kering, buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, dan Anda merasa pusing saat berdiri.
  • Kehilangan berat badan yang tidak diinginkan.
  • Dehidrasi.
  • Anda memiliki pertanyaan atau khawatir dengan kondisi atau perawatan Anda.

Komplikasi Enteritis

Dalam beberapa kasus, gejala entritis dapat menjadi parah. Pasien entritis dapat berisiko tinggi mengalami dehidrasi. Dehidrasi adalah komplikasi utama enteritis. Dehidrasi sangat rentan dialami oleh bayi, anak kecil, orang dewasa yang lebih tua dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. [2, 3]

Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, jantung, hati dan bahkan kematian. Anda harus segera menemui dokter jika Anda menunjukkan tanda-tanda dehidrasi karena kehilangan cairan melalui keringat, muntah, dan diare. [2, 3]

Gejala dehidrasi meliputi: [2, 3]

  • Rasa haus yang berlebihan.
  • Lemas.
  • Lelah.
  • Lesu.
  • Volume urin rendah.
  • Urin yang berwarna gelap dengan bau yang kuat.
  • Pusing terutama saat berdiri.
  • Mata cekung.
  • Air mata berkurang.
  • Mulut kering.

Selain dehidrasi, komplikasi lainnya juga bisa terjadi pada jenis enteritis inflamasi dan iskemik. Komplikasi tersebut diantaranya kematian jaringan, obstruksi usus, dan perforasi usus (lubang di dinding usus). Perawatan medis segera akan membantu mengurangi risiko komplikasi tersebut. [6]

Diagnosis Enteritis

Dalam mendiagnosis enteritis, pertama-tama dokter akan bertanya tentang gejala Anda. Dokter juga akan berrtanya tentang riwayat penyakit yang Anda miliki, obat-obatan yang Anda minum, atau pengobatan yang Anda alami. Beritahukanlah dokter Anda apabila Anda barusaja bepergian ke luar negeri. [1]

Dokter Anda kemungkinan perlu mengambil sampel darah atau tinja Anda  yang diuji untuk mengetahui bakteri penyebab enteritis. [1]

Pengobatan Enteritis

Kasus enteritis ringan dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Pengobatan untuk enteritis tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Pengobatan enteritis dapat meliputi: [1, 2, 3, 4]

  • Obatobatan 

Obat obatan tertentu dapat diberikan untuk mengobati enteritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit. Anda juga dapat memerlukan obat-obatan untuk memperlambat atau menghentikan gejala seperti diare atau muntah. Jangan minum obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Obat-obatan lain juga dapat diperlukan untuk mengobati kondisi medis yang menyebabkan enteritis. Contohnya penyakit Crohn bisa diobati dengan obat antiinflamasi. [1, 4]

  • Makan-makanan yang Membantu Mengurangi Gejala

Batasi atau hindari makanan dan minuman yang mengandung gula, lemak, dan serat dengan kadar tinggi untuk membantu meredakan diare. Anda juga harus menghindari laktosa, yaitu jenis gula yang ditemukan dalam produk susu. [1]

Tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda harus menjalani diet khusus. Anda mungkin perlu menghindari makanan lain jika Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit celiac. [1]

  • Minum Cairan Sesuai Petunjuk

Dokter dapat merekomendasikan jumlah cairan yang harus Anda minum setiap hari dan jenis cairan apa yang baik untuk Anda.

Untuk mencegah atau mengobati dehidrasi, Anda perlu mengkonsumsi larutan elektrolit.  Larutan ini terutama terdiri dari air dan elektrolit esensial: natrium (garam) dan kalium. Dalam kasus yang parah, Anda mungkin memerlukan cairan IV. [1, 2]

  • Minum LarutanRehidrasi Oral (ORS) Sesuai Petunjuk

Oralit mengandung air, garam, dan gula yang dibutuhkan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Anda bisa bertanya kepada dokter Anda tentang jenis oralit apa yang baik untuk Anda, berapa banyak yang harus Anda diminum, dan di mana Anda bisa mendapatkannya. [1]

Cara Mencegah Enteritis

Enteritis yang disebabkan oleh bakteri, parasit, atau virus dapat dicegah dengan beberapa cara sebagai berikut: [2, 3]

Cara Meningkatkan Kebersihan

  • Cuci tangan dengan sabun dan air secara teratur.
  • Selalu cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan kamar mandi.
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan atau minuman.
  • Cuci tangan Anda setiap sebelum makan.
  • Saat bepergian atau jauh dari air mengalir, bawalah tisu dan pembersih tangan. 
  • Jangan minum air dari sumur atau sumber air lain tanpa terlebih dahulu merebus airnya.
  • Saat bepergian pilih tempat makan yang ramai dikunjungi dan memungkinkan untuk mengamati orang-orang yang menyiapkan makanan.

Cara Menyiapkan Makanan

  • Hindari kontaminasi silang. Gunakan peralatan bersih untuk memasak.
  • Pisahkan makanan. Misalnya, jauhkan unggas, ayam atau produk mentah lainnya dari selada.
  • Sering-seringlah mencuci permukaan dapur.

Tips Memasak

  • Masak semua makanan dengan suhu yang tepat. Gunakan termometer makanan.
  • Daging sapi, babi, dan domba harus dimasak dengan suhu internal minimum 63˚C.
  • Daging giling harus dimasak dengan suhu minimal 71˚C.
  • Unggas harus mencapai suhu internal 74˚C.
  • Jangan memasak ayam, ikan, dan telur setengah matang.

Tips Menyimpan

  • Dinginkan sisa makanan segera.
  • Atur lemari es Anda ke 4˚C atau lebih rendah.
  • Atur freezer Anda ke -17˚C atau lebih rendah.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa pada makanan segar.
  • Buang makanan yang telah rusak atau kadaluwarsa.

Tindakan Pencegahan Tambahan

  • Berhati-hatilah dengan obat-obatan seperti NSAID, Aspirin, dan steroid oral.
  • Hindari merokok dan penggunaan alkohol berlebihan .
  • Jika Anda memiliki kondisi yang berhubungan dengan peningkatan risiko enteritis, bicarakan dengan dokter Anda dan minum obat sesuai petunjuk dokter.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment