Darbepoetin Alfa: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Darbepoetin Alfa adalah protein buatan manusia yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati penyakit anemia atau penyakit ginjal kronis.[4]

Apa Itu Darbepoetin Alfa?

Berikut ini informasi mengenai darbepoetin alfa, mulai dari indikasi hingga peringatan:[2]

IndikasiTercantum dalam dosis
KategoriObat Bebas / Obat Bebas Terbatas (P No.1, P No. 2, P No.3 – P No.6)
KonsumsiAnak-anak dan dewasa
KelasRecombinant human erythropoientins
BentukCair
KontraindikasiHipersensitif, hipertensi yang tidak terkontrol.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi darbepoetin alfa:
→ Pasien yang memiliki penyakit jantung
→ Pasien dengan riwayat darah tinggi
→ Pasien yang memiliki penyakit ginjal
→ Pasien yang pernah stroke, serangan jantung, penggumpalan darah, atau kejang
→ Pasien yang mempunyai alergi lateks
→ Ibu hamil dan menyusui
Kategori Obat Pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui IV / Parenteral (infus / injeksi):
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Darbepoetin Alfa

Darbepoetin Alfa berperan penting dalam pembuatan sel darah merah. Selain untuk mengobati anemia pada orang yang mempunyai penyakit ginjal yang serius, obat ini juga bermanfaat untuk:[3]

  • Obat kemoterapi, untuk jenis kanker yang tidak melibatkan sumsum tulang belakang.
  • Membantu mengurangi kebutuhan akan transfusi darah, dengan cara memberi sinyal sumsum tulang untuk membuat lebih banyak sel darah merah.

Dosis Darbepoetin Alfa

Dosis disesuaikan dengan usia, yaitu usia di bawah delapan belas tahun dan di atas delapan belas tahun.[1]

Dosis Dewasa Biasa untuk Anemia Terkait Dengan Gagal Ginjal Kronis
⇔ Pasien Penyakit Ginjal Kronis (CKD) Tidak Didialisis:
Dosis awal: 0,45 mcg/kg IV atau subkutan setiap 4 minggu sesuai kebutuhan.
⇔ Pasien Penyakit Ginjal Kronis pada Dialisis:
Dosis awal: 0,45 mcg/kg IV atau subkutan seminggu sekali atau 0,75 mcg/kg sekali setiap 2 minggu sesuai kebutuhan.
Dosis Dewasa Biasa untuk Anemia Terkait Kemoterapi
→ Dosis awal: 2,25 mcg / kg subkutan seminggu sekali atau 500 mcg subkutan setiap 3 minggu
Dosis Pediatrik Biasa untuk Anemia Terkait Dengan Gagal Ginjal Kronis
⇔ Kurang dari 18 tahun:
Dosis Awal
→ Pasien Penyakit Ginjal Kronis (CKD) Tidak Melakukan Dialisis: 0,45 mcg/kg IV atau subkutan seminggu sekali atau 0,75 mcg/kg sekali setiap 2 minggu.
Pasien Penyakit Ginjal Kronis Dialisis: 0,45 mcg/kg IV atau subkutan seminggu sekali.

Efek Samping Darbepoetin Alfa

Terdapat beberapa efek samping darbepoetin alfa yang tidak diinginkan. Jika terjadi, harap lapor pada petugas medis. Efek tersebut di antaranya:[1]

Umum terjadi:

  • Nanah
  • Nyeri punggung, lengan atau rahang
  • Penglihatan kabur atau buram
  • Masalah pernapasan
  • Nyeri dada, sesak
  • Badan merasa tidak enak (panas dingin)
  • Batuk berlendir
  • Penurunan jumlah urine
  • Diare
  • Urat leher melebar
  • Pusing dan pingsan
  • Degup jantung tidak beraturan
  • Cepat lelah
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Rasa nyeri atau pembengkakan di atas tempat suntikan
  • Telinga berdengung
  • Pernapasan cepat
  • Denyut nadi cepat
  • Perubahan warna kulit di tempat suntikan
  • Sakit perut
  • Mata cekung
  • Berkeringat
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, wajah, jari, kaki tangan atau kaki bagian bawah
  • Sering haus
  • Kesulitan bernapas
  • Ketidaksadaran
  • Pertambahan berat badan
  • Muntah
  • Kulit keriput

Kurang umum:

  • Kegelisahan
  • Kesulitan bicara
  • Penglihatan ganda
  • Kejang
  • Tidak dapat menggerakkan tangan, kaki, atau otot wajah

Jarang terjadi:

  • Demam
  • Gatal-gatal, ruam kulit
  • Kulit pucat
  • Sakit tenggorokan

Insiden yang bisa saja terjadi:

Info Efek Samping Darbepoetin Alfa ntuk Petugas Medis:[1]

Umum

  • Efek samping yang umum terjadi pada pasien penyakit gagal ginjal kronis adalah hipertensi, dispnea, edema perifer, batuk dan hipotensi prosedural.
  • Efek samping yang umum terpadi pada pasien kanker yan,g menerima kemoterapi adalah nyeri perut, edema, dan trombovaskular.

Saluran Pencernaan

  • Sangat umum (10% atau lebih): Mual (hingga 38%), muntah (hingga 27%), diare (hingga 20%), sembelit (hingga 19%), sakit perut (hingga 16%).
  • Umum (1% hingga 10%): Dispepsia.

Lainnya

  • Sangat umum (10% atau lebih): Kelelahan (hingga 32%), demam (hingga 19%), edema perifer (hingga 17%), asthenia (hingga 16%), edema (hingga 12,8%), hipotensi prosedural (10%), nyeri dada (hingga 10%).
  • Umum (1% hingga 10%): Kematian, gejala seperti influenza, kelebihan cairan, jatuh, memar, nyeri, trombosis graft arteriovenosa.

Kardiovaskular

  • Sangat umum (10% atau lebih): Hipertensi (hingga 31%), hipotensi (hingga 22%).
  • Umum (1% hingga 10%): Infark miokard, kejadian trombotik, angina pektoris.
  • Frekuensi tidak dilaporkan: Aritmia, tromboemboli, trombosis, tromboflebitis.

Sendi

  • Sangat umum (10% atau lebih): Mialgia (hingga 20%), nyeri punggung (14%), artralgia (hingga 13%), nyeri tungkai (hingga 11%).
  • Umum (1% hingga 10%): Nyeri kerangka.

Pernapasan

Sistem Syaraf

  • Sangat umum (10% atau lebih): Sakit kepala (hingga 16%), pusing (hingga 14%).
  • Umum (1% hingga 10%): Kecelakaan serebrovaskular / serangan iskemik transien, kejang, paresthesia, hypoesthesia, kelainan serebrovaskular, stroke.
  • Frekuensi tidak dilaporkan: Somnolence.

Sistem Organ Kandung Kemih

Ginjal

  • Sangat umum (10% atau lebih): Gagal ginjal kronis (15%).

Metabolisme

Psikiatrik

Dermatologis

  • Umum (1% hingga 10%): Pruritus, selulitis, ruam, ulkus kulit, alopesia.
  • Frekuensi tidak dilaporkan: Angioedema, urticaria.
  • Laporan pasca pemasaran: Reaksi kulit yang parah.

Lokal

  • Umum (1% hingga 10%): Nyeri di tempat suntikan, perdarahan akses, infeksi akses, trombosis akses vaskular, komplikasi akses vaskular.

Hematologi

  • Umum (1% hingga 10%): Granulocytopenia.
  • Frekuensi tidak dilaporkan: Anemia, aplasia sel darah merah murni yang terkait dengan antibodi penawar terhadap erythropoietin.

Onkologis

  • Umum (1% hingga 10%): Neoplasma metastatik.

Imunologis

  • Frekuensi tidak dilaporkan: Reaksi alergi serius, reaksi hipersensitif, reaksi anafilaksis.

Detail Darbepotein Alfa

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai obat darbepotein alfa. Mulai dai penyimpanan hingga gejala overdosis.[3]

Penyimpanan→ Simpan antara 2-8°C.
→ Jangan simpan di freezer.
→ Lindungi dari cahaya.
→ Simpan dalam karton asli sampai digunakan.
Cara KerjaDeskripsi: Darbepoetin alfa adalah bentuk biosintetik erythropoietin. Obat ini merangsang pembelahan dan diferensiasi sel-sel progenitor eritroid. Retikulosit dilepaskan dari sumsum tulang dan matang menjadi eritrosit sehingga mengatur eritropoiesis.
⇔ Farmakokinetik:
Penyerapan: Admin IM: Penyerapan lambat dan bioavailabilitas sekitar 37%.
Ekskresi: Waktu paruh terminal: 21 jam (admin IV) dan 49 jam (admin SC).
Interaksi Dengan Obat Lain → Memberikan efek hipotensi dan resiko hiperkalemia dengan inhibitor ACE.
→ Gangguan penerimaan angiontensin II (ethanol).
Interaksi Dengan Makanan → Tekanan darah naik.
OverdosisSejauh ini tidak ada gejala overdosis karena memiliki margin terapi yang luas.
⇔ Gejala: Jika terjadi polisitemia.
⇔ Cara Mengatasi: Pengobatan dapat dihentikan sementara.

Pertanyaan Seputar Darbepoetin Alfa

Apakah saya bisa menyuntikkan sendiri obat ini di rumah?

Lebih baik hubungi dokter terlebih dahulu terkait pemakaian.[1]

Bagaimana jika saya melewatkan dosis?

Tetap hubungi dokter, obat ini selalu dalam pemantauan.[1]

Apakah obat ini menyebabkan ketagihan?

Tidak, selama mengikuti anjuran dari dokter.[1,2]

Contoh Obat Darbepoetin Alfa (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini adalah merek dagang yang mengandung darbepoetin alfa:[1]

Brand Merek Dagang
Aranesp
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment