Apa Perbedaan Kanker Serviks dan Kanker Ovarium?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Kanker Serviks dan Kanker Ovarium?

Kanker serviks adalah sebuah kanker yang terbentuk di jaringan serviks, sebuah bagian yang menghubungkan rahim dan vagina. Kanker serviks tahap awal umumnya dapat disembuhkan dengan operasi, terapi radiasi, kemoterapi, atau kombinasi dari penanganan tersebut. [1]

Kanker serviks yang lebih ganas mungkin memerlukan kombinasi dari terapi radiasi dan kemoterapi, karena obat kemoterapi membuat sel kanker menjadi lebih sensitif terhadap radiasi. [1]

Kanker ovarium, jika dibandingkan dengan kanker reproduksi wanita lainnya, tergolong dalam yang paling mematikan. Mayoritas kasus yang terjadi merupakan kanker stadium akhir. [2]

Di Singapura, mayoritas penderita kanker ovarium adalah wanita berusia 40 hingga 60 tahun. [2]

Penanganan yang paling efektif terhadap kanker ovarium adalah berbeda-beda pada setiap penderitanya. Hal ini bergantung dari beberapa faktor seperti jenis kanker ovarium, tahapan kanker, keganasan kanker, dan kesehatan penderita. Umumnya, tindakan operasi sangat dibutuhkan untuk kanker ovarium. [1]

Gejala Kanker Serviks dan Kanker Ovarium

Gejala kanker serviks mirip dengan gejala kanker saluran reproduksi wanita lainnya. Walau demikian, jika anda merasakan gejala berikut, anda harus segera menemui dokter. Semakin cepat kanker terdeteksi, maka semakin mudah pula untuk ditangani. Gejala tersebut diantaranya adalah [1] :

  • Pendarahan dari vagina selain pada waktu haid. Gejala ini adalah gejala yang paling sering muncul pada penderita kanker serviks. Pendarahan dapat terjadi saat setelah haid, setelah atau selama melakukan hubungan seksual, atau kapanpun saat anda telah menopause.
  • Adanya leleran vagina dengan bau yang tak sedap
  • Sakit atau tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual

Gejala dari kanker ovarium dapat sulit untuk dideteksi karena sering menyamar dan mirip dengan gejala penyakit lainnya. Jika anda mengalami gejala berikut, tertutama jika anda berusia diatas 50 tahun atau memiliki riwayat keluarga menderita kanker, anda harus segera menemui dokter. Gejala tersebut diantaranya adalah [1] :

  • Nyeri dibagian perut bawah atau samping
  • Kembung
  • Perut terasa penuh
  • Haid tidak teratur
  • Pendarahan vagina setelah menopause
  • Nyeri punggung
  • Lebih sering buang air kecil
  • Konstipasi
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Pembengkakan abdomen
  • Kelelahan

Penyebab Kanker Serviks dan Kanker Ovarium

Baru-baru saja, penyebab kanker serviks yang mendasar telah diketahui. Kanker serviks disebabkan karena sebuah virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV), sebuah sumber infeksi menular seksual pada wanita. Virus ini menyerang lapisan dasar dari epitel skuamosa serviks melalui sela-sela kecil. [2]

Terdapat 2 kelompok virus HPV, yaitu [2] :

  • HPV dengan risiko rendah, misalnya HPV tipe 6 dan 11
  • HPV dengan risiko tinggi dan onkogenik, misalnya tipe 16 dan 18

Beberapa faktor predisposisi yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker serviks adalah [1,2] :

  • Penderita gangguan sistem imun, seperti penderita HIV, pasien transplantasi ginjal, dan penderita gangguan autoimun.
  • Wanita yang sering berganti-ganti pasangan
  • Perokok aktif
  • Memiliki infeksi menular seksual lainnya
  • Mengkonsumsi pil KB. Studi terbaru mengatakan bahwa wanita yang mengkonsumsi pil KB selama 5 tahun memiliki risiko kanker serviks 2 kali lipat lebih tinggi.
  • Melakukan hubungan seksual pertama di usia terlalu muda

Seperti kanker endometrium, penyebab pasti kanker ovarium tidak dapat diketahui. Dahulu, kanker ovarium sempat diduga karena ovulasi yang terjadi selama terus menerus. Beberapa wanita memiliki risiko yang lebih tinggi daripada wanita lain, seperti [2] :

  • Wanita yang tidak pernah memiliki anak
  • Wanita yang sub-fertil
  • Wanita yang mengalami haid pertama terlalu dini dan menopause terlalu lambat
  • Wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara dan/atau kanker ovarium, riwayat sindrom BRCA, dan riawayat sindrom LYNCH II

Pada tahun-tahun belakangan ini, beberapa teori baru telah ditemukan. Kebanyakan dokter sekarang percaya bahwa EOC muncul dari kesalahan struktur panggul yang terlalu berdekatan. Sebagai contoh [2] :

  • Kanker karsinoma di ovarium dapat muncul dari implantasi sel ganas di tuba falopi
  • Endometrisos dapat menjadi prekursor dari endometrioit dan karsinoma sel bening di ovarium
  • Endometrium dapat menjadi sumber neoplasia

Diagnosis Kanker Serviks dan Kanker Ovarium

Kanker serviks dapat terdeteksi pada tahap awal dengan melakukan pap smear atau dengan mengidentifikasi lesi besar dari pemeriksaan langsung. Hasil pap smear pasien yang mengindikasi adanya abnormalitas dapat meningkatkan risiko kanker dan pasien perlu melakukan pemeriksaan lanjutan dengan kolposkopi. [3]

Tahapan kanker serviks dapat dideteksi dengan kriteria FIGO menggunakan pemeriksaan fisik dan beberapa studi diagnostik. Beberapa pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah [3] :

  • Pemeriksaan rongga pelvis
  • Pemeriksaan limfo nodus (untuk mendeteksi adanya metastasis kanker)
  • X-ray rongga dada
  • CT scan
  • MRI
  • Pemeriksaan sistoskopi dan protoskopi dengan anestesi

Sebuah pemeriksaan fisik merupakan tahap awal dari diagnosis kanker ovarium, termasuk pemeriksaan abdomen, pemeriksaan bimanual, dan pemeriksaakn rektovaginal. [3]

Penemuan seperti massa pada rongga pelvis, nodul atau benjolan pada cul-de-sac, asites, atau nodul pada omental dapat membantu mendeteksi penyakit dan menentukan rencana pengobatan. [3]

Pengobatan Kanker Serviks dan Kanker Ovarium

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan dalam penanganan kanker serviks adalah [2] :

  • Operasi
  • Radioterapi
  • Kemoterapi
  • Perawatan paliatif

Ada beberapa pengobatan baru bagi penderita kanker serviks. Untuk kanker serviks tahap awal 1A1 sampai 2A menurut klasifikasi FIGO, ada opsi baru yang disebut trakelektomi radikal, sebuah tindakan laparoskopi vagina terbuka. [2]

Pada kebanyakan kasus, kanker ovarium dapat diatasi dengan sitoreduksi tumor. Penentuan tingkatan kanker sangat diperlukan sebelum menentukan tindakan operasi. [3]

Jika kanker ovarium sudah terlalu ganas, kemoterapi dapat diberikan terlebih dahulu sebelum melakukan operasi. Kebanyakan kanker ovarium ganas dapat teratasi dengan kombinasi operasi dan kemoterapi. [2]

Pencegahan Kanker Serviks dan Kanker Ovarium

Beberapa hal yang dapat dilaukan untuk mencegah kanker serviks, kanker ovarium, dan kanker organ reproduksi wanita lainnya adalah [2]:

  • Makanan dan Nutrisi
    • Penuhi setengah piring anda dengan sayur dan buah yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. [2]
    • Penuhi sepertempat piring anda dengan gandum utuh, seperti nasi merah, nasi cokelat, roti gandum utuh, dan oatmeal. [2]
    • Penuhi seperempat piring anda dengan daging dan sumber protein lainnya seperti ayam tanpa kulit, ikan, kacang-kacangan, tahu, dan polong-polongan. [2]
    • Mengurangi makanan yang di goreng. [2]

Wanita yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami kanker saluran reproduksi. Hal ini dapat disebabkan karena jaringan lemak dapat menimbun hormon estrogen dan memicu pertumbuhan kanker saluran pencernaan. [2]

  • Olahraga

Seratus lima puluh menit olahraga per minggu dapat menyehatkan anda. Olahraga yang dilakukan pun tidak harus yang berat, anda dapat melakukan beberapa olahraga santai dirumah seperti naik turun tangga. [2]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment