Bolehkah Penderita Diabetes Makan Bakso?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Penderita diabetes sering kali dianjurkan untuk melakukan perubahan diet dan gaya hidup untuk mengendalikan kadar gula darah dan mengurangi risiko komplikasi. Sehingga penderita diabetes memiliki pilihan menu makanan yang lebih terbatas daripada orang sehat[1, 2].

Menerapkan diet sehat berarti menghindari makanan tinggi kandungan kalori dan lemak, seperti makanan cepat saji dan berbagai jajanan populer, salah satunya ialah bakso.

Risiko Makan Bakso bagi Penderita Diabetes

Bakso terbuat dari bahan dasar daging yang umumnya disajikan dengan mie dan kuah panas. Bakso termasuk makanan yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi. Hal ini karena umumnya bakso dibuat menggunakan daging yang berlemak. Sering kali lemak juga ditambahkan ke dalam kuah untuk memperkuat rasa.

Lemak putih yang terdapat pada daging terutama tersusun atas lemak jenuh. Dalam setiap 3 ons daging berlemak, mengandung 300 kalori, 24 gram protein, 24 gram lemak (11 gram berupa lemak jenuh), 0 gram karbohidrat, dan 60 gram natrium[2].

Penderita diabetes dianjurkan menghindari lemak jenuh dan lemak trans karena kedua jenis lemak ini dapat mengarah pada peningkatan berat badan, kadar kolesterol, dan risiko penyakit kardiovaskuler[1].

Peningkatan penyakit kardiovaskuler dialami oleh penderita semua tipe diabetes, yaitu[3]:

  • Diabetes tipe 1: Pada tipe ini, tubuh penderita tidak dapat memproduksi insulin (hormon yang membantu memproses gula). Sehingga penderita perlu memperhatikan menu diet untuk mengurangi risiko komplikasi seperti penyakit jantung.
  • Diabetes tipe 2: penderita dapat memproduksi insulin, akan tetapi sel-sel tubuhnya mengembangkan resistensi pada insulin. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh berat badan berlebih atau obesitas. Penderita perlu membatasi konsumsi lemak untuk mencegah peningkatan berat badan dan mengendalikan gula darah.
  • Diabetes gestational: diabetes selama kehamilan mengharuskan penderita untuk mewaspadai peningkatan berat badan berlebih serta menghindari tekanan lain pada tubuh yang dapat berakibat buruk bagi ibu dan bayi.

Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung. Hal tersebut dikarenakan diabetes menimbulkan kerusakan pembuluh arteri secara perlahan, kecuali jika kadar gula darah terkendali dengan baik[3].

Selain itu, konsumsi lemak jenuh mengakibatkan peningkatan inflamasi dan meningkatkan resistensi insulin. Studi menunjukkan bahwa konsumsi daging dan lemak jenuh berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2[2, 4].

Menurut studi yang dipublikasikan di Current Atherosclerosis Reports, konsumsi daging merah dan daging olahan dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Daging olahan yang memiliki kadar natrium dan zat aditif tinggi membawa risiko kesehatan serius[5].

Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Bakso?

Tingginya kandungan lemak dan kalori dalam bakso meningkatkan risiko timbulnya komplikasi penyakit. Oleh karena itu konsumsi bakso tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Makanan berbahan daging dan tinggi kandungan lemak jenuh dan kalori seperti bakso dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol darah jika dikonsumsi terlalu sering. Selain itu, dapat mengarah pada peningkatan berat badan tubuh yang mana akan menyebabkan diabetes lebih sulit untuk dikendalikan[6].

Meski demikian bukan berarti bahwa penderita diabetes sama sekali tidak boleh makan bakso. Menurut para ahli, penderita diabetes dapat mengkonsumsi mayoritas makanan, tapi dalam porsi yang lebih kecil[1].

Penderita diabetes tidak perlu menghilangkan daging dan lemak dari menu diet mereka sepenuhnya. Namun sebaiknya penderita diabetes mengurangi jumlah konsumsi atau menggantikannya dengan opsi yang lebih sehat[1].

Konsumsi Bakso yang Aman untuk Penderita Diabetes

Bakso dapat digolongkan sebagai makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, terutama karena kandungan lemak tidak sehat dalam bakso.

Lemak dibedakan menjadi empat jenis, yaitu lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, lemak jenuh, dan lemak trans. American Diabetes Association lebih menganjurkan penggunaan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda dalam diet daripada lemak jenuh dan lemak trans[7].

Lemak jenuh dan lemak trans dianggap sebagai lemak jahat karena meningkatkan produksi LDL (low density cholesterol), menyebabkan pembentukan plak dalam arteri koroner, penyempitan arteri dan membuat jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah[3].

Lemak baik membantu membersihkan LDL pada aliran darah sehingga menurunkan risiko penyumbatan arteri[3].

Penderita diabetes dapat menghindari konsumsi lemak tidak sehat dengan memilih produk hewani yang bebas lemak. Penderita diabetes juga sebaiknya mengkonsumsi daging berlemak medium dalam jumlah sedang[1].

Konsumsi lemak jenuh oleh penderita diabetes dianjurkan dibatasi sekitar 15 gram atau 7% dari total kalori harian[3].

Sementara dalam setiap 1 bakso sapi ukuran sedang mengandung 57 kalori dengan 1,3 gram lemak jenuh atau mencapai 7% daily value[8].

Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya tidak mengkonsumsi bakso dalam jumlah banyak ataupun terlalu sering. Opsi lain ialah dengan memilih untuk mengkonsumsi bakso khusus diabetes yang mana mengandung lebih sedikit lemak jenuh.

Untuk lebih menjamin keamanan, penderita diabetes bisa mengkonsumsi bakso yang dibuat sendiri menggunakan daging tanpa lemak atau bahan lain sebagai pengganti daging sapi, misalnya daging ayam. Penambahan mie sebagai pelengkap sebaiknya digantikan dengan sayuran yang kaya serat dan rendah glukosa, yang mana lebih dianjurkan dalam diet diabetes.

Penderita diabetes dianjurkan untuk sebisa mungkin membatasi konsumsi daging. Dalam diet diabetes yang sehat, memasukkan daging perlu dilakukan dalam porsi kecil dan sesekali, disarankan tidak lebih dari 18 ons daging dalam satu minggu[5].

Daging tidak akan menyebabkan peningkatan gula darah, namun kalori berlebih dari porsi yang terlalu besar dapat mengarah pada peningkatan berat badan. Berat badan berlebihan membuat diabetes lebih sulit untuk dikendalikan[5].

Ketika mengkonsumsi kalori dan lemak dalam jumlah berlebih, tubuh akan mengalami peningkatan kadar glukosa darah. Oleh karena itu penderita diabetes disarankan mengkonsumsi makanan sesuai anjuran diet diabetes[9].

Diet diabetes ialah rencana pola makan sehat yang secara alami kaya akan nutrisi serta rendah lemak dan kalori. Diet diabetes menganjurkan konsumsi buah-buahan, sayuran dan serta dalam jumlah besar. Konsumsi dilakukan dalam porsi sedang dan secara rutin serta tepat waktu makan[9].

Untuk mengurangi konsumsi daging merah, penderita diabetes sebaiknya menggantinya dengan bahan makanan lain yang kaya protein seperti ikan atau daging ayam.

Berikut beberapa sumber protein yang dapat digunakan sebagai pengganti daging[1, 2, 6]:

  • Daging Ayam

Dada ayam tanpa kulit merupakan salah satu pilihan sumber protein terbaik bagi penderita diabetes. Daging pada bagian dada ayam memiliki jumlah lemak yang paling sedikit.

4 ons daging dada ayam tanpa kulit mengandung 93 kalori, 20 gram protein, 1 gram lemak (0 gram lemak jenuh), 0 gram karbohidrat, dan 55 gram sodium.

  • Ikan dan Seafood

American Diabetes Association menganjurkan untuk memasukkan ikan dalam diet setidaknya dua kali per minggu. Menurut beberapa studi, ikan yang tinggi kandungan asam lemak omega 3 dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler.

Berikut beberapa ikan yang dianjurkan: ikan salmon, tuna Albacore, ikan kembung, ikan haring, sarden, ikan kod, kepiring, lobster, udang, kerang, dan tiram.

Ikan salmon dan ikan lain yang tinggi kandungan asam lemak omega 3 menunjukkan efek protektif terhadap diabetes tipe 2. Dalam 3 ons daging ikan salmon mengandung 177 kalori, 17 gram protein, 11 gram lemak (3 gram lemak jenuh), 0 gram karbohidrat, 50 gram natrium.

  • Filet Mignon

Filet mignon (daging has) tanpa lemak dapat menjadi opsi sumber protein yang dapat dinikmati sesekali. Dalam setiap 3 ons mengandung 227 kalori, 22 gram protein, 15 gram lemak (6 gram lemak jenuh), 0 gram karbohidrat, 46 gram natrium.

  • Telur

Telur dapat menjadi pilihan sumber protein yang baik bagi penderita diabetes. Telur juga mengandung vitamin D yang dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga membantu mengendalikan gula darah dengan lebih baik. 2 telur ukuran besar mengandung 156 kalori, 12 gram protein, 10 gram lemak (3 gram lemak jenuh), 0 gram karbohidrat, 124 gram natrium.

Kalkun tanpa kulit hampir tidak mengandung lemak sama sekali dan terbebas dari lemak jenuh. Selain itu, daging kalkun merupakan pilihan sumber protein dengan kalori yang sangat rendah dan kadungan tinggi niasin dan selenium. 3 ons mengandung 111 kalori, 25 gr protein, 0 gram lemak (0 gram lemak jenuh), 0 gram karbohidrat, 49 gram natrium

  • Protein Nabati

US Food and Drug Administration (FDA)menganjurkan penderita diabetes untuk mengganti konsumsi daging sapi dan ayam dengan ikan dan protein nabati.

Protein nabati seperti kacang-kacangan mengandung kadar vitamin dan mineral yang tinggi, selain itu juga mengandung banyak serat yang membantu mengumpulkan respon gula darah, memberikan waktu bagi insulin dalam tubuh untuk bekerja. Seperempat gelas 165 kalori, 10 gram protein, 0 gram lemak (0 gram lemak jenuh), 32 gram karbohidrat, 5 gram natrium.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment