Dermatitis Seboroik: Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit inflamasi umum yang muncul dengan morfologi papulosquamous di daerah yang kaya kelenjar sebaceous, terutama kulit kepala, wajah, dan lipatan tubuh [1].

Dermatitis seboroik adalah kondisi peradangan kulit kronis yang umum, ditandai dengan penskalaan dan bercak eritematosa yang tidak jelas [2].

Dermatitis seboroik ini umumnya tidak terjadi pada bayi, namun orang tua akan khwatir ketika muncul sisik yang keras berminyak pada mahkota dan daerah frontal kulit kepala [1].

Fakta Tentang Dermatitis Seboroik

Berikut ini merupakan beberapa fakta yang perlu diketahui tentang dermatitis seboroik [1, 2] :

  • Dermatitis seboroik umumnya terkait dengan pruritus, dan mempengaruhi area yang kaya sebum, seperti kulit kepala, wajah, dada bagian atas, dan punggung
  • Patogenesis dermatitis seboroik hingga kini tidak sepenuhnya dipahami, namun diyakini memiliki hubungan dengna spesies dari genus Malassezia (sebelumnya, Pityrosporum)
  • Modalitas pengobatan dermatitis seboroin termasuk pemberantasan jamur, mengurangi atau mengobati proses inflamasi, dan menurunkan produksi sebum
  • Prevalensi dermatitis seboroik di seluruh dunia adalah sekitar 5%,
  • Dermatitis seboroik diketahui dapat mempengaruhi semua kelompok etnis di semua wilayah secara global.
  • Prevalensi dermatitis seboroik bersifat bimodal dengan puncaknya pada tiga bulan pertama kehidupan dan kemudian dari adrenarke ke puncak kedua setelah dekade keempat.

Jenis Dermatitis Seboroik

Jenis dermatitis seboroik dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan usia pasien yang mengalami, yaitu dewasa dan  anak anak :

  • Dermatitis Seboroik Dewasa

Dermatitis seboroik yang terjadi pada orang dewasa umumnya paling sering menyerang daerah wajah, kulit kepala, dan dada, dengan sekitar 88%, 70%, dan 27% kasus berkembang menjadi lesi di area ini [1].

Untuk wilayah kepala dan leher, dermatitis seboroik dewasa bersifat simetris dan melibatkan sepertiga tarea engah wajah, termasuk daerah malar, bagian tengah dahi, alis (terutama aspek medialnya), daerah postaurikular, dan saluran telinga luar [1].

Dermatitis seboroik jenis ini secara khas mempengaruhi lipatan nasolabial dan alar, dan blepharitis [1].

Dermatitis seboroik pada orang dewasa dapat memunculkan psoriasis berupa papula dan plak merah berlubang yang memiliki batas tegas dan sisik lamella longgar berwarna keperakan [1].

Bagian kuku diketahui memiliki kemungkinan menunjukkan perubahan psoriatis, dan tanda Auspitz positif [1].

  • Dermatitis Seboroik Infantil (Anak Anak)

Dermatitis seboroik infantil adalah dermatitis seboroik yang terjadi pada anak anak yang berada pada usia minggu kedua kehidupan [1].

Dermatitis seboroik infantil ini cenderung berlangsung selama 4 hingga 6 bulan [1].

Dermatitis seboroik pada anak anak umumnya akan menyerang daerah popok, lipatan kulit leher, dan aksila [1].

Ruam yang ditimbulkan oleh dermatitis seboroik jenis ini biasanya tidak gatal atau nyeri, dan ringan [1].

Gejala Dermatitis Seboroik

Gejala khas dermatitis seboroik yaitu [3] :

  • Bercak pada Kulit Berwarna Terang

Pada kulit yang berwarna terang, dermatitis seboroik menunjukkan gejala berupa adanya bercak berwanra kemerahan.

  • Bercak pada Kulit Berwarna Gelap

Pada kulit yang berwarna gelap, dermatitits seboroik akan menunjukkan gejala berupa bercak kulit yang tertutup sisik berwarna kekuningan, berkilau, dan berminyak lebih gelap daripada yang terlihat pada kulit terang.

Gejala berupa bercak pada kuli ini paling sering terjadi pada area kulit yang memiliki banyak kelenjar sebaceous (penghasil minyak) sebagai berikut [3] :

  • Di sepanjang garis rambut dan di bagian kulit kepala yang ditutupi rambut,
  • Di sepanjang dan di antara alis,
  • Di pipi dan terutama di lipatan kulit yang membentang dari lubang hidung hingga ke sudut mulut.

Selain itu, bercak sebagai gejala dermatitis seboroik juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti [3] :

  • Di atas tulang dada dan di punggung dekat tulang belakang dada
  • Lipatan kulit termasuk, di bawah payudara, atau di area ketiak atau selangkangan.
  • Di daerah genital bagi laki laki

Selain bercak, gejala lain dari dermatitis seboroik yaitu [4] :

  • Adanya serpihan kulit (ketombe) di kulit kepala, rambut, alis, jenggot atau kumis
  • Terasa Gatal

Penyebab Dermatitis Seboroik

Penyebab dermatitis seboroik yang diketahui sejauh ini yaitu [3, 4] :

  • Adanya peningkatan produksi sebum (minyak kulit)
  • Adanya pertumbuhan jamur Malassezia furfur
  • Infeksi bakteri
  • Stres
  • Gen
  • Hormon
  • Gangguan sistem saraf seperti penyakit Parkinson
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Respon sistem kekebalan yang tidak teratur

Faktor risiko dermatitis seboroik antara lain [1] :

  • Usia
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Peningkatan aktivitas kelenjar sebaceous
  • Defisiensi imun, (Limfoma, Transplantasi ginjal, HIV-AIDS
  • Penyakit neurologis dan kejiwaan (penyakit Parkinson, Stroke, Demensia Alzheimer, Depresi mayor, Disfungsi otonom,
  • Paparan perawatan obat (Antagonis dopamine, Imunosupresan, Psoralen / PUVA, Litium)
  • Kelembaban lingkungan rendah dan / atau suhu lingkungan rendah

Kapan Harus Kedokter ?

Segera periksakan diri kedokter apabila [4] :

  • Ada rasa sangat tidak nyaman sehingga tidak bisa tidur atau sudah mengganggu rutinitas harian
  • Kondisi menyebabkan rasa malu dan kecemasan
  • Ada dugaan kulit terinfeksi
  • Langkah-langkah perawatan yang dilakukan secara mandiri tidak berhasil

Komplikasi/Diagonosa Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik biasanya tidak berbahaya, dan komplikasi serius diketahui sangat jarang terjadi [1].

Namun, Eritroderma telah dilaporkan pada neonatus yang mengalami imunosupresi dengan dermatitis seboroik umum [1].

Meskipun demikian, penelitian belum secara tegas menetapkan bahwa dermatitis seboroik menyebabkan eritroderma itu sendiri, mengingat kecenderungannya untuk kulit yang kaya sebasea [1].

Adapun masalah atau komplikasi lain yang paling umum terkait dengan dermatitis seboroik yaitu kesalahan diagnosis kondisi [1].

Dalam mendiagnosis dermatitis seboroik ini, pertama-tama akan mencoba mengesampingkan kondisi kulit lain yang mirip dengan dermatitis seboroik, seperti psoriasis atau eksim (juga disebut dermatitis atopik) [3].

Pemeriksaan lebih lanjut seperti tes usap, dapat dilakukan namun umumnya jarang dibutuhkan [3].

Jika tes usap ini dilakukan, maka akan dapat diketahui jika dermatitis seboroik disebabkan oleh infeksi bakteri kulit(impetigo) [3].

Pengobatan dan Pencegahan Dermatitis Seboroik

Pengobatan Dermatitis Seboroik

Pengobatan dermatitis seboroik dapat dilakukan dengan melakukan penghambatan kolonisasi jamur kulit, pengurangan pruritus dan eritema, pelonggaran kerak dan sisik, serta pengurangan inflamasi [2].

Adapun pengobatan yang dapat dilakukan untuk dermatitis seboroik antara lain [2] :

  • Penggunaan Obat Anti Jamur Dengan Resep

Obat anti jamur yang dapat digunakan untuk pengobatan dermatitis seboroik antara lain :

  1. Azoles (Ketoconazole (Nizoral): sampo 2%, busa, krim, gel, tablet 200 mg; itraconazole (Sporanox): tablet 100 mg; bifonazole (Canesten)
  2. Allylamines (Terbinafine (Lamisil): gel 1%, krim, larutan, tablet 250 mg)
  3. Benzylamines (Butenafine (Mentax): krim 1%)
  4. Hidroksipiridon (Ciclopirox (Loprox): gel 0,77%, krim, sampo, larutan, suspense)

Namun untuk terapi pengobatan menggunakan obat anti jamur ini perlu juga diketahui efek sampingnya sebagai berikut [2] :

  1. Agen antijamur topikal (misalnya, azoles, allylamines): dermatitis kontak iritan, gatal, terbakar, kekeringan
  2. Metronidazol: sensitisasi kontak
  3. Selenium: hiperpigmentasi (jarang terjadi)
  4. Minyak pohon teh: dermatitis kontak iritan
  5. Kortikosteroid topikal: atrofi kulit, telangiektasis, folikulitis, hipopigmentasi
  6. Imunomodulator: hubungan yang dipertanyakan dengan limfoma
  7. Tar: hiperpigmentasi, dermatitis eksfoliatif, atrofi kulit, keratoacanthomas, keganasan
  8. Fototerapi: rasa terbakar, gatal, peningkatan risiko keganasan dengan penggunaan jangka panjang
  • Penggunaan Antibiotik

Dermatitis seboroik diketahui juga dapat diobati menggunakan antibiotik, dimana gel bila dioleskan dua kali sehari selama delapan minggu ditemukan efektif [2].

  • Penggunaan Obat Anti Jamur Tanpa Resep

Agen anti jamur tanpa resep yang digunakan untuk mengobati dermatitis seboroik antara lain [4] :

  1. Selenium (Selenium sulfida hadir dalam formulasi sampo yang dijual bebas)
  2. Seng Pyrithione (Seng Pyrithione adalah bahan aktif di sebagian besar sampo anti ketombe yang dijual bebas)
  3. Minyak pohon the
  • Kortikosteroid Topikal

Terapi kortikosteroid topikal merupakan terapi jangka pendek, kadang-kadang diresepkan untuk mengurangi komponen inflamasi [2].

Adapun kortikosteroid yang telah digunakan untuk mengobati dermatitis seboroik, antara lain: hidrokortison dan beklometason dipropionate [2].

  • Imunomodulator

Pengobatan dermatitis seboroik diketahui juga dapat dilakukan dengan menggunakan tacrolimus dan Pimecrolimus yang berfungsi menghambat kalsineurin [2].

Kedua obat tersebut bekerja terutama sebagai anti-inflamasi dengan cara menghambat produksi sitokin [2].

Pencegahan Dermatitis Seboroik

Adapun pencegahan atau langkah perawatan diri untuk mengontrol dermatitis seboroik antara lain [4] :

  • Melembutkan dan Menghilangkan Sisik dari Rambut

Gunakan minyak zaitun untuk mengolesi kulit kepala dan biarkan selama satu jam atau lebih.

Selanjutnya, sisir rambut dan jangan lupa untuk mencuci rambut (keramas) dengan bersih.

  • Cuci Kulit Secara Teratur

Bilas sabun sepenuhnya dari tubuh dan kulit kepala dan hindari sabun yang keras dan gunakan pelembab.

  • Hindari Produk Penataan Rambut

Hentikan penggunaan semprotan rambut, gel, dan produk penataan rambut lainnya seperti produk kulit dan rambut yang mengandung alkohol.

  • Kenakan Pakaian Katun Bertekstur Halus

Iritasi umumnya dapat dicegah dengan penggunaan pakaian katun yang bertekstur halus [3].

Selain itu pakaian katun juga dapat membantu menjaga sirkulasi udara di sekitar kulit [3].

Bagi perempuan, perlu juga diketahui bahwa, ketika sedang mengalami dermatitis seboroik, sebaiknya hindari penggunaan foundation atau concealer yang berat karena akan dapat menyumbat pori-pori di kulit [3].

Selain itu, tidak apa-apa menggunakan alas bedak ringan sesekali dan pastikan alas bedak maupun tabir surya yang digunakan tidak terlalu berminyak [3].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment