Bahaya Minum Kopi Berlebihan dan Cara Mengatasinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Kopi merupakan salah satu minuman yang memiliki banyak manfaat. Kafein dapat meningkatkan mood, metabolisme, dan performa fisik. Banyak orang membutuhkan kopi setidaknya satu cangkir setiap hari. Namun... kafein yang terlalu tinggi ternyata dapat meningkatkan tekanan darah, sakit kepala, gemetar, dan pusing. Studi memperlihatkan bahwa genetik berperan dalam tingkat toleransi seseorang terhadap kafein. Ada orang yang tidak bisa menoleransi kafein dan mengalami efek negatif, seperti cemas, insomnia, masalah pencernaan, dan berdebar. Konsumsi kafein yang ringan hingga sedang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun dosis yang terlalu tinggi justru dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan bahkan menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Read more

Kafein, zat yang terkandung dalam kopi, memiliki banyak manfaat. Misalnya, memperbaiki mood, meningkatkan metabolisme dan juga performa fisik. Penelitian juga menunjukkan bahwa kopi aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, dengan catatan tidak dalam jumlah berlebih.

Konsumsi kopi secara berlebihan bisa menimbulkan beberapa efek negatif, berikut diantaranya: [1, 2, 3]

1. Kecemasan

Kafein diketahui bisa meningkatkan kewaspadaan.

Ia menghalangi efek adenosine, suatu zat kimia di otak yang membuat tubuh merasa lelah. Pada saat bersamaan, kafein juga memicu pelepasan adrenaline, hormon yang bisa meningkatkan energi.

Tetapi, bila dikonsumsi dalam dosis tinggi, efek ini akan semakin jelas dan bisa mengakibatkan kecemasan dan rasa gugup. Bahkan, gangguan kecemasan yang diakibatkan oleh kafein adalah salah satu sindrom yang terdaftar dalam buku Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental. [1, 2]

Asupan kafein yang sangat tinggi, sekitar 1,000 mg (sekitar 10 cangkir kopi) atau lebih, setiap hari dilaporkan telah menyebabkan kegugupan, keresahan dan gejala-gejala serupa pada sebagian besar orang. Sementara orang-orang yang sensitif terhadap kafein bisa mengalami kondisi ini bahkan hanya dengan minum kopi dalam jumlah sedang. [1]

Selain itu, kopi dalam jumlah sedang juga bisa menyebabkan nafas menjadi lebih cepat dan meningkatkan tingkat stres bila langsung dihabiskan dalam satu waktu.

2. Insomnia

Kemampuan kafein membuat orang tetap terjaga adalah salah satu hal tentang kopi yang paling dimanfaatkan oleh peminumnya. Tetapi, di sisi lain, terlalu banyak minum kopi bisa membuat seseorang sulit untuk tidur dengan sehat.

Studi menemukan bahwa asupan kafein yang lebih tinggi terbukti membuat orang memerlukan waktu lebih lama untuk bisa tertidur, serta bisa mengurangi jumlah total waktu tidur, terutama pada mereka yang sudah berusia lanjut.

Riset menunjukkan bahwa kafein akan berada di dalam tubuh selama kira-kira 5 jam, rentang waktu ini bisa berlainan mulai dari 1½ hingga 9 jam, tergantung dari beberapa faktor. Ini sebabnya, minum kopi terlalu banyak menjelang waktu tidur akan menyebabkan seseorang sulit beristirahat. [1]

3. Gangguan pencernaan

Banyak orang merasa bahwa minum kopi di pagi hari bisa membuat mereka lebih mudah buang air besar.

Efek laksatif kopi memang berkaitan dengan pelepasan gastrin, suatu hormon yang dihasilkan di perut untuk mempercepat aktivitas di usus. Bahkan kopi tanpa kafein (decaf) pun menunjukkan respon yang sama.

Kafein juga bisa merangsang pergerakan usus dengan meningkatkan peristalsis, suatu kontraksi yang berguna mendorong makanan melewati saluran pencernaan. Karena itu, tidak mengagetkan jika minum kopi berlebihan bisa menyebabkan diare pada beberapa orang. [1, 2, 3]

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kopi bisa memperburuk kondisi GERD (gastroesophageal reflux disease) pada beberapa orang dan menyebabkan asam lambung dan isi perut lebih mudah naik ke tenggorokan.

4. Kecanduan

Di luar semua manfaat kafein bagi kesehatan, tidak bisa disangkal bahwa konsumsi kopi bisa terbentuk menjadi kebiasaan bagi banyak orang.

Meskipun kopi memang bisa memicu zat kimia di otak yang serupa dengan cara kerja kokaine dan amphetamine, tetapi ia tidak menyebabkan kecanduan klasik dalam bentuk yang sama. Namun, kebiasaan minum kopi bisa mengarah pada ketergantungan psikologis dan fisik, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

Sebuah penelitian atas 213 peminum kopi meminta mereka untuk tidak minum kopi selama 16 jam. Setelah itu mereka diminta mengisi kuesioner. Hasilnya, mereka yang terbiasa minum kopi setiap hari menyebutkan mengalami sakit kepala, kelelahan dan gejala-gejala “sakau” lainnya. [1]

Meskipun kopi memang tidak menyebabkan kecanduan dalam bentuk sebenarnya, namun jika rutin diminum dalam jumlah banyak, maka ada kemungkinan besar tubuh akan merasa ketergantungan pada efek yang dihasilkannya.

5. Tekanan darah tinggi

Secara keseluruhan, kafein tidak meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung atau stroke pada sebagian besar orang. Tetapi, kafein telah terbukti bisa meningkatkan tekanan darah akibat efek stimulasinya pada sistem syaraf. [1, 2, 3]

Naiknya tekanan darah adalah faktor risiko bagi serangan jantung dan stroke karena bisa merusak pembuluh darah arteri seiring waktu dan menyebabkan terhambatnya aliran darah naik ke jantung dan otak.

6. Jantung berdebar

Efek stimulasi yang dihasilkan oleh konsumsi kopi dalam jumlah berlebih bisa menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Hal ini juga bisa mengarah pada berubahnya ritme detak jantung, yang disebut atrial fibrillation. [1, 2, 3]

Tetapi, efek ini tidak terjadi pada semua orang. Faktor genetik juga turut berperan dalam hal tubuh merespon asupan kafein dari kopi.

Terlepas dari beragamnya efek yang bisa ditimbulkan oleh kopi pada tiap orang, bila detak atau ritme jantung dirasa berubah setelah minum kopi, sebaiknya kurangi dosis konsumsinya.

7. Kelelahan

Minuman berkafein, termasuk kopi, memang diketahui bisa meningkatkan kadar energi. Tetapi juga bisa memberikan efek sebaliknya pada tubuh karena mengembalikan rasa lelah setelah kafein hilang dari tubuh.

Sebuah kesimpulan atas 41 penelitian menemukan bahwa meskipun kafein memang bisa meningkatkan kewaspadaan dan memperbaiki mood selama beberapa jam, namun peminumnya malah merasa lebih lelah keesokan harinya. [1]

Tentu saja, jika seseorang sering minum kopi sepanjang hari efek kembalinya rasa lelah ini bisa dihindari, tetapi akan mengganggu pola tidur dan kemampuan tubuh untuk beristirahat.

Untuk menghindari efek ini, lebih baik minum kopi dalam jumlah cukup saja dan tidak berlebihan.

8. Sering buang air kecil

Meningkatnya frekuensi buang air kecil adalah efek samping yang umum dialami peminum kopi akibat efek stimulasi-nya terhadap kandung kemih. Frekuensi ini akan naik dan turun tergantung dari jumlah kopi yang diminum.

Minum kopi berlebihan akan meningkatkan kemungkinan terjadinya buang air kecil yang tidak terkendali bahkan pada orang yang kandung kemihnya sehat.

Sebuah studi berskala besar dilakukan pada 65,000 orang wanita yang tidak mengalami masalah kendali buang air kecil. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi lebih dari 450 mg kafein per hari mengalami peningkatan risiko buang air kecil tidak terkendali dibanding mereka yang hanya mengonsumsi 150 mg kafein per hari. [1]

Mereka yang sering minum kopi dan merasa frekuensi buang air kecilnya menjadi lebih sering atau tidak bisa ditahan, sebaiknya segera mengurangi jumlah kopi yang dikonsumsi.

9. Osteoporosis

Minum kopi yang mengandung kafein bisa meningkatkan jumlah kalsium yang dibuang melalui urin. Hal ini akan melemahkan tulang. Semakin banyak jumlah kopi yang dikonsumsi, semakin tinggi risiko terjadinya osteoporosis bersamaan juga dengan pertambahan usia.

Batasi konsumsi kopi hanya sebanyak 300 – 400 mg per hari (sekitar 3 hingga 4 cangkir), dan sertai dengan asupan suplemen kalsium. [2]

Wanita yang sudah memasuki masa menopause harus lebih berhati-hati dengan konsumsi kopi hariannya.

Cara mengurangi minum kopi

Jika Anda ingin atau sedang berusaha mengurangi konsumsi kopi, cara-cara berikut bisa dicoba: [3]

  • Tunda minum kopi setidaknya satu jam setelah bangun tidur di pagi hari karena saat itu tubuh sebenarnya tidak butuh kafein untuk terjaga. Minum kopi menjelang siang, ketika kadar kortisol dalam tubuh sedang turun, lebih baik.
  • Jika minum kopi adalah suatu kebiasaan, maka mulailah minum kopi hanya jika tubuh benar-benar butuh dorongan energi, misalnya sebelum berkendara jarak jauh atau bekerja.
  • Jika tubuh sudah dirasa “kecanduan” atau ketergantungan kopi, kurangi dosis hariannya sedikit demi sedikit untuk mengurangi efek psikologis dan fisik sekaligus menekan gejala sakau atau withdrawal yang dialami tubuh bila dosis kopi langsung dikurangi secara drastis.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment