Bolehkah Ibu Hamil Makan Terong?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Terong adalah salah satu jenis sayuran yang sangat umum dikonsumsi di Indonesia. Sayuran ini mengandung banyak manfaat dan nutrisi, serta bisa dimasak dengan cara direbus, dipanggang, digoreng, bahkan dijadikan keripik.
Tetapi, ada pendapat berbeda mengenai konsumsinya oleh ibu hamil.

Ada pendapat yang mengatakan terong aman untuk dimakan saat hamil, namun pendapat lain menyebutkan bahwa terong bisa membahayakan kandungan. Mana yang benar?

Apakah Terong Aman Dikonsumsi Ibu Hamil?

Jawabannya: ya. Terong aman untuk dimakan saat hamil sebagai bagian dari menu dengan gizi seimbang. Terong bisa membantu perkembangan janin karena menyediakan berbagai vitamin seperti vitamin A dan E.

Terong juga mengandung asam folat, yang akan meningkatkan jumlah sel-sel darah merah pada bayi dalam kandungan.

Tetapi, pada kasus ini, ibu hamil harus berhati-hati supaya tidak mengonsumsi terong dalam jumlah yang berlebihan karena terong termasuk ke dalam tanaman jenis nightshade yang mengandung zat bernama solanine yang bisa menjadi racun bila dimakan dalam jumlah terlalu banyak.

Kandungan Solanine Dalam Terong

Tanaman dalam keluarga nightshade adalah jenis yang tumbuh di area yang gelap atau di bawah tanah. Kentang, tomat dan paprika termasuk dalam kelompok yang sama.

Pada kentang, kadar solanine yang tinggi bisa dideteksi dari warna hijau yang muncul di bawah kulitnya. Tetapi pada terong, hal ini tidak bisa dilihat. Ini sebabnya perlu hati-hati saat akan mengonsumsi terong.

Solanine adalah gliko-alkaloid yang pahit dan beracun. Zat ini secara alami dihasilkan oleh tumbuhan nightshade untuk melindungi dirinya dari jamur dan hama.

Bila masuk ke dalam sistem pencernaan, solanine bisa menyebabkan keracunan yang tanda-tandanya termasuk:

Pada kasus yang parah, gejalanya juga termasuk demam, kulit dan mata menguning (jaundice), serta hipotermia.
Solanine bisa menyebabkan keracunan bila jumlah yang masuk ke pencernaan lebih dari 400 mg, sementara sebagian besar sayuran yang termasuk nightshade hanya mengandung 2-13 mg solanine, termasuk terong. [1]

Meskipun solanine tidak bisa hilang melalui proses perebusan, tetapi bisa dihancurkan melalui proses penggorengan, sehingga ini adalah cara memasak yang dianjurkan. [2, 4]

Bolehkah Makan Terong Saat Hamil Muda?

Terong aman untuk dikonsumsi saat usia kehamilan masih di trimester pertama, selama terong dimasak dengan benar dan dengan catatan ibu tidak memiliki alergi terhadap sayuran ini.

Alergi terhadap terong jarang terjadi, namun tetap bisa dialami. Gejala umum dari alergi terong termasuk munculnya ruam-ruam di kulit, sesak napas, serta pembengkakan di bawah kulit (angioedema).

Sebagian besar zat alergen pada terong terdapat pada bagian kulitnya. Jadi, mengupas terong sebelum dikonsumsi adalah cara yang aman untuk mencegah timbulnya reaksi alergi.

Belum ada laporan mengenai bahaya memakan terong di trimester pertama kehamilan. Namun, studi yang dilakukan atas reaksi alergi terhadap terong serta risiko lain dari mengonsumsi sayuran ini memang masih sangat sedikit. Namun, telah diketahui, sebagian besar kasus alergi terong terjadi di negara-negara Asia.

Manfaat Terong Bagi Kehamilan

Terong adalah makanan yang sehat untuk dikonsumsi ibu hamil, karena mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk niacin, vitamin A, vitamin E dan B kompleks. Terong juga mengandung zat besi, tembaga, potassium, mangan, serta juga asam folat dan serat pangan. [1, 2, 3]

Vitamin yang terdapat dalam terong bisa membantu perkembangan janin serta mengurangi risiko terjadinya anemia pada ibu, bayi lahir dengan berat badan rendah serta komplikasi kehamilan lainnya.

Vitamin E penting untuk fungsi metabolisme tubuh. Jika ibu hamil kekurangan vitamin ini, ia berisiko mengalami penuaan plasenta, keguguran, serta persalinan prematur. [2]

Vitamin A penting untuk pertumbuhan sel selain juga membantu produksi sel darah merah dan melancarkan fungsi-fungsi tubuh lainnya selama masa kehamilan. Kekurangan vitamin A bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran, rabun senja, serta komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. [2]

Asam folat adalah salah satu mineral paling penting bagi ibu hamil karena menjadi nutrisi yang dibutuhkan janin untuk berkembang, terutama untuk pertumbuhan sistem syaraf dan tulang belakangnya. [1, 2, 3]

Serat pangan yang terdapat dalam terong bisa melancarkan pencernaan dan buang air besar. Makanan dengan kandungan serat tinggi seperti ini bisa membantu mengatasi sembelit yang merupakan salah satu keluhan umum yang dialami ibu hamil. [1, 2]

Resep Terong yang Sehat dan Aman Untuk Ibu Hamil

Berikut adalah beberapa resep yang bisa dicoba untuk mengolah terong sebagai salah satu menu makan ibu hamil:

Catatan: Untuk hasil yang paling baik, iris-iris terong, kemudian balur dengan garam dan biarkan selama kurang lebih 30 menit sebelum diolah. Garam akan menarik keluar air yang menyebabkan rasa pahit dari terong.

Terong panggang. Setelah diiris-iris, beri topping berupa tomat, sedikit olive oil, keju parmesan serta black pepper. Panggang hingga keju meleleh, dan cemilan sehat ini siap dinikmati.

Terong crispy. Jika Anda tidak terlalu suka tomat, balur irisan terong dengan campuran olive oil, paprika asap, bawang putih dan keju parmesan, kemudian panggang.

Tumis terong. Tekstur terong sangat nikmat bila ditumis hingga bisa menjadi pengganti daging pada hidangan vegetarian. Jadikan terong yang telah dipotong dadu sebagai bahan membuat kare atau masakan lainnya. Terong akan menyerap minyak dan bumbu sehingga akan memberikan rasa yang lezat sebagai hidangan.

Hal-Hal yang Perlu Diingat

Berikut adalah hal-hal yang perlu diingat sebelum mengolah terong untuk menu ibu hamil agar tetap bisa mengonsumsinya dengan aman: [3]

  • Mencuci terong hingga bersih sebelum memasaknya sudah pasti harus dilakukan. Terong yang tidak dicuci bersih bisa mengandung bakteri atau parasite penyebab penyakit.
  • Terong tidak disarankan bagi ibu hamil yang memiliki riwayat alergi yang berkaitan dengan jenis makanan ini.
  • Masak terong dengan benar untuk mencegah terjadinya masalah pencernaan setelah dikonsumsi.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment