Bolehkah Penderita Diabetes Puasa?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Berpuasa dapat memberikan manfaat kesehatan, seperti menurunkan inflamasi, membantu menurunkan berat badan, dan menurunkan kadar koleterol. Berpuasa juga dapat membantu tubuh untuk menjaga kadar gula darah... dan menurunkan resistensi insulin. Namun bagi penderita diabetes, berpuasa dapat memberikan risiko hipoglikemia dimana kadar gula darah menjadi sangat rendah sehingga dapat berbahaya. Jika Anda ingin berpuasa dan mengidap diabetes, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter. Dokter akan mempertimbangkan dengan beberapa faktor seperti tipe diabetes, riwayat hipoglikemia, dan mungkin melakukan modifikasi terhadap obat-obatan yang Anda minum saat ini. Read more

Bagi orang yang sehat, puasa Ramadan tentu wajib dijalankan. Tetapi bagaimana dengan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu? Salah satunya, diabetes.

Dengan tidak makan dan minumnya seseorang selama sekitar 12 hingga 20 jam, tergantung dari posisi geografis tempat tinggalnya, puasa tentu akan mempengaruhi metabolisme tubuh.

Mereka yang menderita diabetes harus lebih dulu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk ikut berpuasa Ramadan, terutama bila rutin mengonsumsi obat. Selain itu, penderita diabetes juga harus terus mengawasi kadar gula darahnya saat berpuasa.

Kadar gula darah pada penderita diabetes akan tidak terkontrol selama puasa bila menu yang dikonsumsi tidak diatur dengan benar.

Efek Puasa bagi Penderita Diabetes

Berkurangnya asupan makanan saat berpuasa akan mengurangi produksi insulin, sehingga kemudian akan memicu pelepasan hormon yang menyebabkan glikogenolisis dan gluconeogenesis. Puasa Ramadan mungkin berkaitan dengan beberapa komplikasi seperti: [1, 2, 3, 4, 5]

  • Hipoglikemia (gula darah rendah) : risiko ini 4.7 persen lebih tinggi pada penderita diabetes tipe 1, dan 7.5 persen lebih tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Kondisi ini bisa dicegah melalui pengawasan glukosa darah secara teratur, tidak melewatkan makan sahur, dan menghindari aktivitas fisik berlebihan saat berpuasa.
  • Hiperglikemia (gula darah tinggi) : sekresi insulin berkurang saat puasa karena menurunnya kadar glukosa dalam darah. Kondisi ini bisa memicu terjadinya hiperglikemia. Asupan makanan berlebih saat berbuka puasa harus dihindari agar kondisi ini tidak menjadi semakin parah.
  • Diabetic ketoacidosis
  • Hypovolemia : puasa Ramadan bisa menyebabkan dehidrasi karena asupan cairan berkurang. Hiperglikemia yang dipicu oleh waktu puasa yang panjang bisa menyebabkan osmotik diuresis yang menyebabkan hilangnya elektrolit dan hypovolemia yang bisa mengakibatkan pingsan, jatuh, cedera, dan retak tulang.
  • Thrombosis : risiko terjadinya kondisi ini meningkat pada orang yang berpuasa akibat dehidrasi dan mengarah pada mengentalnya darah dan hiperkoagulabilitas pada penderita diabetes.

Penderita diabetes bisa berpuasa dengan aman selama bulan Ramadhan dengan mematuhi beberapa catatan, seperti pemeriksaan sebelum puasa, mengonsumsi makanan sehat yang sesuai dengan kebutuhan tubuh penderita diabetes, memperhatikan tingkat aktivitas fisik, serta penyesuaian pada tata cara konsumsi obat rutin.

Menu Puasa Penderita Diabetes

Penderita diabetes yang menjalankan ibadah puasa harus menjaga asupan makanan sehat yang terdiri dari makanan kaya serat, sayuran, buah-buahan, dan makanan yang melepaskan energi dengan pelan (misalnya yang mengandung karbohidrat kompleks).

Catatan penting lainnya termasuk menghindari makanan dan minuman tinggi serta makanan yang mengandung banyak lemak jenuh saat sahur maupun berbuka.

Berikut adalah beberapa menu yang disarankan bagi penderita diabetes saat berpuasa. [5, 6]

Menu Sahur

  1. Satu mangkuk oatmeal atau setengah mangkuk nasi merah
  2. Satu buah apel
  3. Susu khusus untuk penderita diabetes
  4. Setengah potong ayam panggang
  5. Telur dadar
  6. Setangkup roti gandum dengan selai kacang

Menu Berbuka

  1. Setengah mangkuk nasi merah
  2. Satu potong ikan panggang atau goreng
  3. Satu potong tempe atau tahu rebus tanpa garam
  4. Setengah gelas jus alpukat tanpa gula atau susu kental manis
  5. Satu mangkuk sup ayam dan sayuran
  6. Tumis kangkung atau pare
  7. Satu gelas teh dengan gula khusus diabetes

Menu-menu di atas bisa dikombinasikan sesuai selera. Yang penting adalah: [1, 2, 4]

  • Bagi jumlah kalori yang dikonsumsi selama satu hari menjadi jumlah yang sama saat sahur, buka puasa dan 1-2 kali selingan diantara keduanya.
  • Asupan makanan harus seimbang dengan 45-50% karbohidrat, 20-30% protein dan kurang dari 35% lemak.
  • Hindari makanan yang terlalu manis.
  • Pilih karbohidrat yang tinggi serat dan akan diserap tubuh dengan lambat (low GI).
  • Asupan cairan yang cukup harus dijaga jumlahnya dengan minum air putih dan hindari minuman manis.
  • Lakukan makan sahur sedekat mungkin ke waktu subuh.
  • Protein dan lemak dalam jumlah cukup harus dikonsumsi saat sahur untuk memberikan rasa kenyang.
  • Buka puasa harus diawali dengan minum air putih kemudian 1-2 buah kurma untuk menaikkan kadar gula darah.
  • Cemilan kalori rendah seperti buah, kacang-kacangan, atau sayuran bisa dikonsumsi diantara waktu buka puasa dan sahur.

Tips Puasa Aman bagi Penderita Diabetes

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh penderita diabetes yang memutuskan untuk ikut menjalankan ibadah puasa Ramadan agar ibadahnya bisa tetap berjalan, namun kondisi tubuh tetap terjaga: [1, 2, 4]

  1. Periksa kadar gula darah lebih sering saat menjalankan ibadah puasa Ramadan.
  2. Waspadai gejala-gejala kadar gula darah tinggi atau rendah seperti berkeringat, tubuh gemetar, pusing, jantung berdebar, lapar atau haus tak tertahankan, mual, dan sering buang air kecil.
  3. Jika rutin minum obat diabetes, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai penyesuaian jadwal dan dosisnya selama puasa.
  4. Lakukan aktivitas fisik yang tidak berlebihan.
  5. Ikuti pola makan yang sehat dan seimbang.
  6. Jaga asupan cairan untuk menghindari dehidrasi.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment