Dronedarone: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Dronedarone adalah obat antiaritmia. Obat ini digunakan untuk penderita fibrilasi atrium permanen.[1]

Dronedarone menurunkan risiko penderita fibrilasi atrium untuk dirawat di rumah sakit.[2]

Apa Itu Dronedarone?

Untuk mengetahui apa itu dronedarone, di bawah ini disajikan informasi mengenai dronedarone:[2,3]

IndikasiFibrilasi atrium
KategoriObat resep
KonsumsiDewasa
KelasAntiaritmia
BentukTablet
KontraindikasiFibrilasi atrium permanen. Gejala gagal jantung dengan dekompensasi yang baru saja terjadi yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit atau gejala NYHA (New York Heart Association) – suatu klasifikasi gagal jantung – kelas IV: Bradikardia (detak jantung lambat) < 50 denyut per menit, penyumbatan atrioventrikular level 2 atau 3, atau sindrom sinus sakit. Grafik QTc Bazzer lebih dari atau sama dengan 500 milisekon. Kerusakan fungsi hati dan paru akibat pengobatan sebelumnya menggunakan amiodarone. Pasien dengan sejarah atau yang sekarang mengalami gagal jantung atau disfungsi sistolik ventrikel kiri. Penggunaan bersama antipsikotik fenotiazin, antidepresan trisiklik, antiaritmik kelas I dan III, beberapa makrolida (mis. eritromisin), bepridil, terfenadin, penghambat CPY3A4 (siklosporin, simetidin, klaritromisin, ketokonazol, penghambat HIV-protease, jus jeruk limau gedang, nefazodon) atau penginduksi (mis. fenitoin, fenobarbital, rifampisin, karbamazepin, tumbuhan St. John’s wort). Gangguan parah fungsi hati dan ginjal. Ibu hamil dan menyusui.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Dronedarone:
→ Mampu meningkatkan resiko aritmia pada pasien dengan hipokalemia dan hipomagnesia.
Kategori Obat Pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO:
Kategori X: Penelitian pada hewan atau manusia menunjukkan kelainan janin. Berdasarkan data yang didasarkan pada penyelidikan efek samping atau laporan pasca pemasaran bahwa ada bukti positif risiko pada janin manusia. Risiko pada wanita hamil melebihi potensi khasiatnya.

Manfaat Dronedarone

Obat dronedarone digunakan pada pasien dengan kondisi sebagai berikut:[2,4]

  • Flutter atrium (suatu kondisi atrium jantung berdetak terlalu cepat menghasilkan ritme jantung yang cepat dan beraturan).
  • Fibrilasi atrial (suatu kondisi atrium jantung berdetak cepat dan tidak beraturan).

Dosis Dronedarone

Dronedarone digunakan pada pasien dewasa dan kondisi jantung yang pernah mengalami fibrilasi atrial pada masa lalu, namun memiliki detak jantung yang normal saat ini:[2]

Diminum
⇔ Fibrilasi atrial:
400 mg dua kali sehari.
→ Diberikan saat pagi dan sore.
→ Pemberian obat bersama dengan makanan.

⇔ Flutter atrium:
→ 400 mg dua kali sehari.
→ Diberikan saat pagi dan sore.
→ Pemberian obat bersama dengan makanan.

Efek Samping Dronedarone

Selain efek menguntungkan, dronedarone juga memiliki efek samping sebagai berikut:[3]

  • Hipokalemia (rendahnya kadar kalium dalam darah)
  • Hipomagnesia (rendahnya kadar magnesium dalam darah)
  • Bradikardia (detak jantung lambat)
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit pada perut bagian bawah
  • Dispepsia (rasa tidak nyaman pada perut bagian atas)
  • Ruam
  • Astenia
  • Pneumonitis (peradangan paru-paru)
  • Fibrosis paru (munculnya jaringan parut pada paru-paru dan menyebabkan kerusakan pada paru-paru)
  • Stroke
  • Gagal jantung baru atau yang semakin parah
  • Cedera hepatoslular dan gagal hati
  • Perpanjangan grafik QT

Info Efek Samping bagi Tenaga Medis:[2]

  • Kardiovaskular
    • Sangat umum (lebih dari 10%): perpanjangan grafik QT (28%).
    • Umum (1% s/d 10%): bradikardia.
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): gagal jantung baru atau yang semakin parah, flutter atrium dengan perbandingan 1:1 konduksi atrioventikular.
  • Ginjal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: hipokalemia dan hipomagnesia dengan diuretik non-sparing potassium (obat diuretik yang tidak mengurangi sekresi kalium ke dalam urine), peningkatan serum kreatinin sebanyak 10% atau lebih selama 5 hari setelah perawatan awal.
  • Saluran Pencernaan
    • Umum (1% s/d 10%): mual, muntah, diare, nyeri pada perut bagian bawah, gejala dispepsia.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: disgeusia (perubahan kemampuan indera pengecap), ageusia (ketidakmampuan untuk mengecap rasa makanan).
  • Dermatologis
    • Umum (1% s/d 10%): ruam, pruritus, eksema, dermatitis (peradangan kulit), dermatitis karena alergi.
    • Tidak umum (0,1% s/d 1%): fotosensitivitas.
  • Umum
    • Umum (1% s/d 10%): astenia, kelelahan.
  • Hati
    • Frekuensi tidak dilaporkan: cedera hati termasuk gagal hati akut yang membutuhkan transplantasi, peningkatan enzim hati dan bilirubin pada serum.
  • Sistem Pernapasan
    • Frekuensi tidak dilaporkan: dispnea (kesulitan bernapas), batuk kering.
    • Laporan pasca pemasaran: penyakit paru interstitial termasuk pneumonitis dan fibrosis paru-paru.
  • Genitourinari
  • Hematologis
    • Laporan pasca pemasaran: vaskulitis (peradangan pembuluh darah) termasuk vaskulitis leukositoklastis.
  • Imunologis
    • Laporan pasca pemasaran: reaksi anafilaksis termasuk angidema (pembengkakan lapisan bawah kulit tanpa disertai nyeri).
  • Metabolisme
    • Frekuensi tidak dilaporkan: peningkatan kreatinin dalam darah.

Detail Dronedarone

Tabel di bawah memberikan data lebih rinci mengenai dronedarone:[3]

Penyimpanan → Simpan pada suhu 25°C.
Cara KerjaDeskripsi: Dronedarone adalah obat antiaritmik yang secara struktur terkait dengan amiodarone tetapi tanpa bagian iodin. Hal ini untuk mengurangi risiko efek samping terkait amiodarone pada organ non-target. Dronedarone menunjukkan seluruh sifat dari 4 kelas antiaritmik. Dronedarone memperpanjang durasi aktivitas listrik pada otot jantung dan periode refraktori (waktu pemulihan) dengan cara menghambat saluran kalium, saluran natrium dan kalsium, dan memiliki aktivitas nonkompetitif antiadrenergik.
⇔ Farmakokinetik:
Penyerapan: Ketersediaan hayati mutlak sekitar 4% (pada pemberian tanpa makanan) dan 15% (pada pemberian dengan makanan). Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak pada plasma adalah 3-6 jam.
Penyebaran: Volume distribusi sekitar 20 L/kg. Lebih dari 98% terikat pada protein plasma terutama albumin.
Metabolisme: Dimetabolisme di hati terutama melalui  isoenzim CYP3A4 menjadi N-butil metabolit. Jalur metabolisme awal termasuk N-debutilasi, deaminasi oksidatif, dan oksidasi langsung.
Ekskresi: Dikeluarkan melalui tinja sekitar 84% (sebagai metabolit dan bentuk awal obat), urine sekitar 6% (sebagai metabolit). Waktu paruh eliminasi adalah 13-19 jam.
Interaksi Dengan Obat Lain → Meningkatkan risiko bradikardia dengan beta bloker, penghambat saluran kalsium, dan antiaritmik lainnya.
→ Meningkatkan konsentrasi plasma pada obat statin, sirolimus dan takrolimus, antagonis vitamin K, warfarin dan digoksin.
→ Meningkatkan risiko perpanjangan grafik QT dan torsade de pointes dengan fenotiazin, antipsikotik, antidepresan trisiklik, antiaritmik kelas I dan III, beberapa makrolida (eritromisin), bepridil, terfenadin.
→ Menurunkan konsentrasi plasma dengan induksi CYP3A4 (mis. fenitoin, fenobarbital, rifampisin, karbamazepin).
→ Meningkatkan konsentrasi plasma dengan penghambat CYP3A4 (mis. siklosporin, simetidin, klaritromisin, ketokonazol, penghambat HIV-protease, nefazodon).
Interaksi Dengan Makanan → Hindari jus jeruk limau gedang karena jus ini meningkatkan level serum dronedarone.
→ Hindari tanaman St. John’s wort karena tanaman ini menurunkan level serum dronedarone.

Pertanyaan Seputar Dronedarone

Bisakah dronedarone dipakai pada pengidap fibrilasi atrial permanen?

Tidak bisa. Dronedarone akan meningkatkan risiko kematian pada pengidap fibrilasi atrial permanen.[2]

Bagaimana mengonsumsi dronedarone? Apakah bersama dengan jam makan?

Ya, dronedarone paling baik dikonsumsi dengan makanan.[2,3]

Bisakah penggunaan dronedarone dihentikan tiba-tiba?

Sebaiknya tidak. Penghentiaan tiba-tiba dari konsumsi dronedarone dapat memperburuk kondisi Anda.[2]

Bisakah ibu hamil mengonsumsi dronedarone?

FDA memasukkan dronedarone ke dalam obat berkategori X. Obat ini dapat memengaruhi janin manusia dan efek sampingnya terhadap kehamilan lebih besar dari khasiatnya.[3]

Apakah dronedarone menimbulkan efek samping kelelahan?

Ya, kelelahan adalah salah satu efek samping dari konsumsi dronedarone.[2]

Contoh Obat Dronedarone (Merek Dagang) di Pasaran

Tabel di bawah berisi merek dagang dronedarone di pasaran:[1,2,3]

Brand Merek Dagang
Multaq
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment