Kalsium Klorida: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Shinta Pradyasti
Kalsium klorida adalah obat cairan yang termasuk dalam kelas mineral dan elektrolit, yang pemberiannya melalui pembuluh darah. Kalsium klorida dapat digunakan pada terapi cepat hipokalsemia, yaitu kondisi... dimana tubuh memiliki kadar kalsium yang rendah. Kalsium memiliki peran penting bagi kesehatan tulang, otot, sistem saraf, dan jantung. Selain itu, kalsium klorida juga dapat digunakan untuk mengobati kelainan hormon akibat kurangnya produksi hormon paratiroid (hipoparatiroid), kekurangan vitamin D, kelainan irama jantung, serta mencegah terjadinya hipokalsemia saat transfusi darah. Pemberian kalsium klorida perlu mendapat penilaian dan pemantauan khusus dari dokter untuk menghindari efek yang tidak diinginkan karena dapat berakibat fatal. Terdapat kondisi-kondisi yang menjadi perhatian khusus maupun kontraindikasi pada pemberian obat ini, sehingga perlunya pengawasan yang ketat. Read more

Apa itu Kalsium Klorida?

Kalsium klorida atau Calcium Chloride merupakan sebuah obat yang digunakan dalam pengobatan hipokalsemia yakni suatu kondisi dimana tubuh kekurangan kalsium. Kalsium klorida adalah senyawa ionik kalsium dan klorin.

Karena sifatnya yang higroskopis (dapat menyerap molekul air di sekitar), maka obat harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. [1] [2] [4]

IndikasiPenambah kalsium
KategoriObat khusus
KonsumsiAnak-anak dan dewasa
KelasMineral dan Elektrolit
BentukCair
KontraindikasiHiperkalsemia dapat memicu aritmia jantung.
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Calcium Chloride:
→ Pasien dengan penyakit ginjal
→ Pasien dengan penyakit jantung
→ Pasien dengan peradangan paru-paru
→ Anak-anak, ibu hamil dan menyusui
Injeksi yang terlalu cepat dapat menurunkan tekanan darah dan sinkop jantung. Hiperkalsemia persisten akibat tingginya kadar kalsium tidak mungkin terjadi karena ekskresi yang cepat.
→ Untuk pengobatan hipokalsemia dalam kondisi tersebut yang membutuhkan peningkatan segera kadar kalsium dalam plasma darah, untuk perawatan keracunan magnesium karena overdosis magnesium sulfat, dan digunakan untuk memerangi efek buruk dari hiperkalemia yang diukur dengan elektrokardiografi (EKG), koreksi yang tertunda dari peningkatan kadar kalium dalam cairan ekstraseluler.
Kategori Obat pada Kehamilan & MenyusuiKategori C: Salah satu studi pada hewan telah mengungkapkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat harus diberikan hanya jika manfaat potensial membenarkan potensi risiko pada janin.

Manfaat Kalsium Klorida

Berikut ini adalah manfaat dari Calcium Chloride: [1]

  • Untuk mengatasi atau mencegah kadar kalsium yang rendah.
  • Untuk melindungi jantung dari kadar kalium yang tinggi.
  • Untuk melindungi jantung dan paru-paru dari kadar magnesium yang tinggi.

Dosis Kalsium Klorida

Obat ini memang perlu didampingi oleh dokter sebab jika salah dalam penyuntikannya maka bisa berakibat fatal. Penggunaannya pun harus hati-hati untuk mencegah extravasasi (kebocoran obat atau cairan dari vena ke jaringan sekitar yang sehat).[3]

Dosis Kalsium Klorida Dewasa

Parenteral/Injeksi untuk dewasa
Normal:
Dosis 500 sampai 1000 mg dengan injeksi intravena lambat, setiap 1 hingga 3 hari. Maksimalnya 1mL/menit.
Akut:
→ Dosis 2.25 mmol atau 40 mg melalui infus secara perlahan, diulang jika diperlukan atau diikuti oleh suntikan infusi lanjutan dengan dosis 160 mg/hari.

Dosis Kalsium Klorida Anak

Parenteral/Injeksi
⇔ Untuk anak-anak dibawah 12 tahun
→ Dosis yang diberikan 20 mg, dapat diulang setiap 10 menit jika diperlukan.

Efek Samping

Setiap obat yang dikonsumsi pastilah memiliki efek samping yang terkadang bisa ringan atau berat. Namun, tidak semua orang juga akan mengalami efek samping tersebut. Hubungi dokter atau tenaga medis jika efek sampingnya terus menerus atau menganggu.

Berikut adalah efek samping yang mungkin akan dialami: [1]

  • Rasa yang tidak enak di mulut
  • Nafsu makan hilang
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Sembelit
  • Merasa lelah
  • Tubuh terasa panas di bagian atas
  • Haus
  • Tulang terasa sakit

Efek yang Jarang Terjadi (Beritahu dokter atau tenaga medis jika efek di bawah ini muncul):

Info Efek Calcium Chloride Tenaga Medis

  • Kardiovaskular
  • Sistem saraf
    • Frekuensi tidak dilaporkan: mengantuk, sensasi kesemutan,
  • Dermatologis
    • Frekuensi tidak dilaporkan: kulit mengelupas, berkeringat
  • Lokal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: sensasi terbakar
  • Ginjal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Nephrocalcinosis
  • Muskuloskeletal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: nyeri tulang, kelemahan otot
  • Metabolik
    • Frekuensi tidak dilaporkan: anoreksia, polydipsia
  • Psikiatrik
  • Genitourinari
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Poliuria
  • Saluran pencernaan
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Muntah, sembelit, sakit perut, dan mual.

Detail Kalsium Klorida

Obat ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan jika obat bocor dari vena. Beri tahu perawat Anda, jika Anda memiliki kemerahan, terbakar, sakit, bengkak, lecet, luka kulit, atau cairan bocor saat obat masuk ke dalam tubuh Anda. Sehingga bisa dikonsultasikan pada dokter terkait dan segera mendapat penanganan. [2] [3]

Penyimpanan→ Simpan antara 15-30 ° C.
→ Jangan simpan di freezer.
→ Lindungi dari cahaya dan kelembaban.
→ Jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan
→ Tidak disimpan di kamar mandi
Cara KerjaDeskripsi: Clacium chloride digunakan untuk mencegah atau mengobati kadar kalsium. Obat ini juga mengatur ambang potensial eksitasi aksi untuk memfasilitasi kinerja saraf dan otot.
Farmakokinetik:
Penyerapan: Kalsium yang larut sebagian besar diserap dari usus kecil melalui transpor aktif dan difusi pasif. Usus kecil dengan transportasi aktif dan difusi pasif. Ada peningkatan penyerapan dalam kekurangan kalsium dan selama masa kanak-kanak, kehamilan dan menyusui.
Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
Ekskresi: Diekskresikan di ginjal (sebagai kelebihan kalsium), feses (sebagai kalsium yang tidak diserap) dengan jejak yang ditemukan pada keringat, kulit, rambut dan kuku.
Interaksi dengan obat lain→ Diltiasem
Ceftriaxone (Rocephin) berinteraksi dengan kalsium. Pemberian ceftriaxone dan kalsium intravena dapat menyebabkan kerusakan yang mengancam jiwa pada paru-paru dan ginjal. Kalsium tidak boleh diberikan secara intravena dalam waktu 48 jam setelah pemberian ceftriaxone intravena.
Antibiotik (Antibiotik kuinolon) berinteraksi dengan kalsium. Kalsium dapat mengurangi jumlah antibiotik yang diserap tubuh Anda. Mengambil kalsium bersama dengan beberapa antibiotik dapat menurunkan efektivitas beberapa antibiotik. Untuk menghindari interaksi ini, ambil suplemen kalsium setidaknya 1 jam setelah antibiotik. Beberapa antibiotik yang mungkin berinteraksi dengan kalsium termasuk ciprofloxacin (Cipro), enoxacin (Penetrex), norfloxacin (Chibroxin, Noroxin), sparfloxacin (Zagam), dan trovafloxacin (Trovan).
Interaksi dengan makanan→ Saat mengonsumsi kalsium klorida ini Anda harus menghindar dari makanan yang kaya akan asam oksalat (misalnya bayam dan rhubarb) dan asam fitat (misalnya sereal utuh) dapat mengurangi penyerapan kalsium melalui pembentukan garam kalsium yang tidak larut.
Overdosis ⇔ Gejala: Tubuh lemas
⇔ Cara Mengatasi: Segeralah menghubungi rumah sakit terdekat. Mintalah pertolongan dari orang di sekitar Anda. Jika tidak segera ditangani akan berakibat fatal

Pertanyaan Seputar Kalsium Klorida

Apakah obat ini cocok untuk ibu hamil ataupun menyususi?

Obat ini dalam kategori C. Yaitu sudah di uji coba dengan hewan dan berdampak buruk. namun pada manusia belum dilakukan. Artinya lebih baik tidak digunakan saat Anda sedang mengandung atau menyusui untuk mengurangi kemungkinan buruk yang terjadi.[3]

Apa yang dilakukan jika mengalami overdosis?

Segera menuju rumah sakit terdekat. [1]

Apakah obat ini terdapat pengaruh terhadap masalah kesehatan lain?

Ada, yakni beberapa masalah kesehatan seperti gagal ginjal, penyakit hati, penyakit paru-paru, dan penyakit jantung.

Adakah makanan yang memiliki pengaruh terhadap konsumsi calcium chloride?

Ada yakni berupa makanan yang mengandung asam oksalat (misalnya bayam dan rhubarb) dan asam fitat (misalnya sereal utuh) dapat mengurangi penyerapan kalsium melalui pembentukan garam kalsium yang tidak larut. [2] [3]
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment