Apa Perbedaan Probiotik dan Prebiotik?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Probiotik adalah bakteri hidup yang dapat ditemukan di makanan atau suplemen tertentu yang dapat memberikan manfaat baik bagi kesehatan, sedangkan prebiotik adalah senyawa dari beberapa tipe karbohidrat... (seperti serat) yang tidak dapat dicerna manusia, dan menjadi makanan bagi probiotik. Mengonsumsi probiotik dan prebiotik dapat membantu keseimbangan kadar bakteri baik di dalam sistem pencernaan. Bakteri baik ini membantu melindungi saluran pencernaan dari bakteri jahat atau jamur. Probiotik dapat diperoleh dari makanan seperti yogurt, makanan fermentasi seperti kimchi, kefir, kombucha, acar. Sedang prebiotik banyak terdapat pada makan berserat seperti sayur, buah, gandum, bawang putih. Read more

Apa itu Probiotik dan Prebiotik?

Probiotik dan prebiotik adalah hal yang penting untuk kesehatan manusia. Probiotik dan prebiotik merupakan 2 hal berbeda. Berikut ini perbedaannya: [1]

Probiotik adalah bakteri yang hidup pada makanan atau suplemen tertentu. Bakteri ini bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. [1]

Untuk dapat memberikan efek terhadap kesehatan, probiotik harus mengandung 107 colony forming per unit (cfu) per gram atau per mililiternya. [2]

Prebiotik merupakan makanan yang tersusun dari karbohidrat. Kebanyakan makanan jenis ini berbentuk serat yang tidak dapat dicerna manusia. Bakteri baik yang terdapat di perut Anda memakan serat ini. [1]

Manfaat Probiotik dan Prebiotik

Baik probiotik maupun prebiotik, keduanya memiliki manfaat pada kesehatan manusia. Di bawah ini akan dipaparkan masing-masing manfaat dari prebiotik dan probiotik.

Manfaat Probiotik

Beberapa manfaat probiotik pada kesehatan tubuh dijelaskan sebagai berikut: [3]

  • Kesehatan Pencernaan

Banyak penelitian telah menemukan bahwa probiotik meningkatkan kesehatan pencernaan. [3]

Studi ulasan yang dilakukan oleh Cochrane pada tahun 2017 menyatakan bahwa konsumsi probiotik pada pasien yang menggunakan antibiotik mampu mengurangi resiko diare terkait antibiotik sebanyak 60%. [3]

Sedangkan pada studi tahun 2014 yang menganalisis 24 percobaan menemukan bahwa probiotik memantu mencegah penyakit mematikan enterokolitis nekrotikans (peradagan pada usus besar atau usus halus) pada bayi yang terlahir prematur. [3]

  • Kesehatan Mental

Sebuah badan penelitian kecil mengemukakan bahwa probiotik meningkatkan kesehatan mental. [3]

Ulasan pada tahun 2017 menemukan bahwa probiotik mungkin mampu meredakan gejala depresi. Akan tetapi, penulis ulasan membuat catatan bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi klaim ini. [3]

Efek ini merupakan hal yang mungkin dimiliki oleh probiotik sebab terdapat kaitan antara perut dan kesehatan otak. [3]

  • Kesehatan Saluran Cerna

Hasil penelitian pada umumnya mengemukakan bahwa orang dengan gangguan yang mempengaruhi lambung dan usus mungkin melihat peningkatan kesehatan dengan probiotik. [3]

Sebagai contoh, ulasan terstruktur pada percobaan dengan orang yang mengidap irritable bowel syndrome (IBS) menemukan bahwa probiotik terlihat meredakan gejala penyakit ini. [3]

Akan tetapi, penulis memperingatkan bahwa manfaat ini belum jelas seberapa signifikan atau strain probiotik mana yang sangat efektif untuk digunakan. [3]

  • Kesehatan Secara Umum

Sebuah ulasan penelitian menunjukkan bukti bahwa probiotik mampu mengurangi kebutuhan antibiotik, ketidakhadiran di sekolah akibat selesma, penggunaan bantuan alat napas pada pasien penumonia, diabtes gestasional, infeksi vagina (infeksi jamur), dan eksim. [3]

Manfaat Prebiotik

Prebiotik berperan sebagai makanan untuk bakteri dan organisme bermanfaat lain yang terdapat di dalam perut. [3]

Manfaat prebiotik memiliki hubungan dengan probiotik. Prebiotik mendukung perut sehat, menawarkan sistem pencernaan yang lebih sehat, masalah kesehatan terkait antibiotik yang lebih sedikit, dan manfaat lainnya. [3]

Penelitian yang dilakukan terhadap prebiotik lebih sedikit dibandingkan terhadap probiotik. Hasilnya, prebiotik mana yang meningkatkan kesehatan belumlah jelas. [3]

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa prebiotik menguntungkan tubuh dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium, mengubah kecepatan tubuh memproses karbohidrat. [3]

Selain itu, prebiotik mendukung pertumbuhan bakteri probiotik di perut yang berpotensi menguatkan pencernaan dan metabolisme. [3]

Efek Samping Probiotik dan Prebiotik

Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa mengkonsumsi probiotik dengan prebiotik secara bersamaan dapat mengakibatkan hal berbahaya. [3] Akan tetapi, keduanya memiliki efek samping yang dapat dilihat pada penjelasan berikut.

Efek Samping Probiotik

Kebanyakan efek samping yang ditimbulkan dari konsumsi probiotik adalah minor dan hanya mempengaruhi populasi orang dengan jumlah kecil. [4]

Walaupun begitu, kemungkinan mengalami komplikasi lebih parah akibat mengkonsumsi probiotik dapat dirasakan oleh orang yang mengidap penyakit serius atau yang memiliki sistem kekebaln tubuh yang lemah. [4]

  • Efek Tidak Nyaman pada Sistem Pencernaan

Reaksi paling umum dilaporkan pada konsumsi suplemen probiotik berbasis bakteri adalah peningkatan gas dan kembung sementara. [4]

Sedangkan, orang yang mengkonsumsi suplemen probiotik berbasis jamur mengalami konstipasi dan haus. [4]

Beberapa makanan kaya probiotik seperti yogurt, sauerkraut dan kimchi mengandung senyawa amina biogenik. Amina biogenik merupakan senyawa yang terbentuk ketika makanan mengandung protein difermentasi oleh bakteri. [4]

Senyawa amina ini mampu merangsang sistem saraf pusat. Sebagai contoh, meningkatkan atau menurunkan aliran darah. Hal ini dapat memicu sakit kepala pada orang yang sensitif. [4]

  • Meningkatkan Kadar Histamin

Beberapa strain bakteri yang digunakan dalam suplemen probiotik mampu menghasilkan histamin di dalam saluran cerna manusia. [4]

Ketika kadar histamin meningkat, aktivitas sistem kekebalan tubuh juga meningkat. Proses ini menciptakan pembengkakan dan kemerahan pada bagian yang dipengaruhi dan juga memicu gejala alergi. [4]

  • Beberapa Bahan dalam Probiotik Menimbulkan Alergi atau Intoleransi

Orang dengan alergi atau intoleransi makanan harus membaca label kandungan probiotik yang hendak dikonsumsinya secara hati-hati. [4]

Sebab probiotik tersebut mungkin mengandung bahan yang dapat bereaksi terhadap orang dengan alergi atau intoleransi. [4]

Sebagai contoh, suplemen dapat mengandung alergen dari susu, telur, dan kedelai. Laktosa juga digunakan dalam banyak produk probiotik. [4]

  • Meningkatkan Resiko Infeksi

Probiotik aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang namun tidak seluruhnya. Suatu kasus langka, bakteri atau jamur yang ditemukan di dalam probiotik memasuki aliran darah dan menyebabkan infeksi pada orang yang rentan. [4]

Akan tetapi resiko mengembangkan infeksi sangat rendah dan tidak infeksi serius yang dilaporkan dalam studi klinis pada populasi umum. [4]

Diperkirakan hanya 1 orang di antara 1 juta orang yang mengkonsumsi probiotik yang mengandung bakteri Lactobacillus akan mengembangkan infeksi [4]

Bahkan pada probiotik jamur, resiko terkena infeksi hanya 1 orang di antara 5,6 juta orang yang mengkonsumsinya. [4]

Efek Samping Prebiotik

Kebanyakan prebiotik dapat dikonsumsi secara aman tanpa efek samping pada orang dewasa yang sehat. Adapun efek samping yang mungkin terjadi adalah: [5]

  • Rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah
  • Kembung
  • Peningkatan buang angin

Interaksi Prebiotik dan Probiotik

Prebiotik berperan sebagai makanan probiotik sehingga probiotik membutuhkan akses ke prebiotik untuk dapat bekerja dengan layak. [3]

Penelitian untuk menilai hubungan di antara keduanya masih dilakukan dan ilmuwan belum dapat mengkonfirmasi apakah mengkonsumsi prebiotik dapat mendukung perkembangan probiotik. [3]

Makanan yang Mengandung Probiotik dan Prebiotik

Adapun makanan yang mengandung probiotik dapat dilihat dalam daftar di bawah ini: [1]

  • Yogurt
  • Sauerkraut (sejenis kol yang difermentasi)
  • Kimchi (sayuran yang difermentasi seperti sawi putih, kol, timun)
  • Teh jamur kombucha
  • Kefir (susu dan non susu)
  • Beberapa jenis acar (yang tidak dipasteurisasi)
  • Beberapa jenis acar sayur (yang tidak dipasteurisasi)
  • Buttermilk tradisional (minuman susu fermentasi)
  • Keju fermentasi

Adapun makanan atau minuman yang kaya akan prebiotik dapat dilihat pada daftar di bawah: [1,4]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment