Eculizumab : Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Eculizumab dikenal sebagai obat yang dapat digunakan untuk pengobatan salah satu penyakit kelainan darah yaitu Paroxymal Nocturnal Hemoglobinuria (PNH).

Penyakit tersebut merupakan kelainan darah yang dapat menyebabkan menurunnya sel darah merah. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pengurangan pada sel darah merah tersebut.

Selain itu, Eculizumab juga memiliki fungsi lain yang bisa digunakan untuk pengobatan kelainan darah yang cukup langka yaitu atypical Hemolytic Uremic Syndrome (aHUS), pengobatan untuk Myasthenia Gravis, dan pengobatan kelainan Neuromyelitics Optica. [1,2,3]

Apa itu Eculizumab?

Penjabaran tentang Eculizumab terkait indikasi, kategori, kontraindikasi, hingga peringatan terhadap pengobatan menggunakan Eculizumab akan dijabarkan sebagai berikut:[1,2,4]

IndikasiParoxymal Nocturnal Haemoglobinuria (PNH), atypical Haemolytic Uraemic Syndrome (aHUS)
KategoriObat injeksi
KonsumsiDewasa dan anak-anak
KelasImunosupresan
BentukCairan injeksi
KontraindikasiHipersensitif. Infeksi N. Meningitidis yang tidak terselesaikan
PeringatanBeberapa hal berikut perlu diperhatikan oleh pasien yang akan melakukan pengobatan dengan Eculizumab:
→ Konsultasikan pada dokter terlebih dulu tentang alergi yang diderita atau pernah diderita
→ Pasien harus melakukan vaksin meningitis terlebih dulu
→ Konsultasikan pada dokter mengenai vitamin, suplemen, dna obat yangs sedang dikonsumsi
→ Beritahu dokter tentang riwayat penyakit yang pernah diderita
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui IV (infus / injeksi):
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Eculizumab

Eculizumab merupakan obat antibodi monoklonal yang bekerja dengan merekat pada protein darah. Kegunaan dari Eculizumab sendiri berhubungan dengan beberapa penyakit kelainan darah seperti:[2,3]

  • Paroxysmal Nocturnal Haemoglobinuria (PNH).

Penyakit ini merupakan kelainan darah yang cukup langka yakni hanya 1 atau 2 orang per satu juta orang dan biasanya terjadi pada orang dewasa. Pada penyakit ini, sistem imun manusia menyerang sel darah merah hingga membuat kurangnya protein yang melindungi sel darah merah tersebut.

Gejala yang dialami pun berbeda-beda, ada yang tidak begitu parah dan ada beberapa juga yang cukup parah hingga mengalami trombus atau penggumpalan darah. Pengobatan dengan Eculizumab mampu untuk mencegah kerusakan pada sel darah merah, mengurangi kebutuhan akan transfusi darah, dan mengurangi penggumpalan darah.[2]

  • Atypical Hemolytic Uremic Syndrome (aHUS)

aHUS merupakan penyakit yang dapat dikatakan sebagai penyakit langka juga. Penyakit ini menyebabkan trombus atau penggumpalan darah yang abnormal pada ginjal.

Dengan adanya penggumpalan darah pada ginjal, sangat mempengaruhi cara kerja ginjal itu sendiri. Pengobatan dengan Eculizumab mampu untuk mencegah penggumpalan darah tersebut.[2]

Disamping itu, Eculizumab juga memiliki manfaat untuk pengobatan beberapa penyakit berikut:

  • Myastenia Gravis

Penyakit ini didefinisikan sebagai kondisi otot yang melemah akibat gangguan saraf dan otot. Gejalany dapat berupa melemahnya otot kaki, kesulitan saat berbicara, kesulitan dalam dalam menelan.

Beberapa pengobatan dapat digunakan untuk menangani penyakit ini, salah satunya dengan Eculizumab yang dapat berfungsi untuk memperbaiki kondisi yang dialami oleh pasien, seperti kesusahan menelan dan kesulitan dalam bernapas.[2]

  • Neuromyelitis Optica

Penyakit ini merupakan gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi kerja sumsum tulang belakang dan saraf mata. Gejalanya berupa buramnya penglihatan dan rasa nyeri pada mata. Pengobatan dengan Eculizumab pada penyakit ini mampu untuk mengurangi gejala yang dirasakan.[2]

Dosis Eculizumab

Dosis untuk Eculizumab dibedakan berdasarkan kegunaannya sebagai berikut:[2,4]

Dosis Eculizumab untuk Dewasa

Untuk Pengobatan Paroxysmal Nocturnal Haemoglobinuria (PNH)
Intravena (IV) / Injeksi:
600 mg 1 kali / minggu selama 4 minggu, kemudian dosis ditingkatkan menjadi 900 mg pada minggu ke 5, dan dilanjutkan pemberian obat 1 kali / 2 minggu
→ Injeksi dilakukan selama 24-45 menit
Untuk pengobatan atypical Hemolytic Uremic Syndrome (aHUS):
Intravena (IV) / Injeksi:
→ 900 mg 1 kali / minggu selama 4 minggu, kemudian dosis ditingkatkan menjadi 1200 mg pada minggu ke 5, dan dilanjutkan pemberian 1 kali / 2 minggu
→ Injeksi dilakukan selama 24-45 menit
Untuk Pengobatan Miasthenia Gravis:
Intravena (IV) / Injeksi:
→ 900 mg 1 kali / minggu selama 4 minggu, kemudian dosis ditingkatkan menjadi 1200 mg pada minggu ke 5, dan dilanjutkan pemberian 1 kali / 2 minggu
→ Injeksi dilakukan selama 35 menit
Untuk Pengobatan Neuromyelitis Optica
Intravena (IV) / Injeksi:
→ 900 mg 1 kali / minggu selama 4 minggu, kemudian dosis ditingkatkan menjadi 1200 mg pada minggu ke 5, dan dilanjutkan pemberian 1 kali / 2 minggu
→ Injeksi dilakukan selama 35 menit

Dosis untuk Anak-anak

Untuk Pengobatan Paroxysmal Nocturnal Haemoglobinuria (PNH)
Intravena (IV) / Injeksi:
5 – < 10 kg: 300 mg 1 kali / minggu selama 2 minggu, kemudian dilanjutkan 1 kali / 3 minggu
10 – < 20 kg: 600 mg 1 kali / minggu, kemudian 300 mg 1 kali / minggu, dilanjutkan 1 kali / 2 minggu
20 – < 30 kg: 600 mg 1 kali / minggu selama 3 minggu, kemudian dilanjutkan 1 kali / 2 minggu
30 – < 40 kg: 600 mg 1 kali / minggu selama 2 minggu, kemudian ditingkatkan menjadi 900 mg 1 kali / minggu, dan dilanjutkan 1 kali / 2 minggu
> 40 kg: Sama dengan dosis untuk dewasa
→ Injeksi diberikan selama 1-4 jam
Untuk pengobatan atypical Hemolytic Uremic Syndrome (aHUS): :
Intravena (IV) / Injeksi:
5 – < 10 kg: 300 mg 1 kali / minggu selama 2 minggu, kemudian dilanjutkan 1 kali / 3 minggu
10 – < 20 kg: 600 mg 1 kali / minggu, kemudian 300 mg 1 kali / minggu, dilanjutkan 1 kali / 2 minggu
20 – < 30 kg: 600 mg 1 kali / minggu selama 3 minggu, kemudian dilanjutkan 1 kali / 2 minggu
30 – < 40 kg: 600 mg 1 kali / minggu selama 2 minggu, kemudian ditingkatkan menjadi 900 mg 1 kali / minggu, dan dilanjutkan 1 kali / 2 minggu
> 40 kg: Sama dengan dosis untuk dewasa
→ Injeksi diberikan selama 1-4 jam

Apabila adanya perpaduan dengan terapi plasmapheresis / pertukaran plasma (PE/PI) atau dengan infus plasma darah, maka pemberian dosis tambahan perlu untuk dilakukan dengan ketentuan berikut:[2,4]

Dosis tambahan untuk pasien dengan infus PE/PI:

  • Jika dosis yang diberikan 300 mg, maka pemberian dosis tambahan juga 300 mg selama 1 jam setelah infus PE/PI
  • Jika dosis yang diberikan 600 mg, maka pemberian dosis tambahan juga 600 mg selama 1 jam setelah infus PE/PI

Dosis suplemen untuk pasien dengan infus plasma darah:

  • Jika dosis yang diberikan 300 mg, maka pemberian dosis tambahan juga 300 mg selama 1 jam sebelum infus plasma darah

Efek Samping Eculizumab

Beberapa efek samping dari obat Eculizumab bisa bermacam-macam. Mulai dari efek yang sering terjadi hingga info efek dari tenaga medis.[2]

Efek yang Sering Terjadi:

Efek yang Jarang Terjadi

Sementara itu, jika terjadi beberapa efek samping yang serius dari pengobatan berikut, segera konsultasikan dengan dokter:

  • Gejala infeksi, seperti demam, sakit pada tenggorokan, dan sakit saat buang air kecil
  • Kram otot
  • Bengkak pada beberapa bagian tubuh seperti tangan dan kaki

Gejala Alergi terhadap Eculizumab

Selain gejala-gejala yang ada di atas, gejala alergi terhadap Eculizumab berikut adalah gejala yang cukup serius dan harus segera mendapat pertolongan dokter:

Info Efek Eculizumab Tenaga Medis

Imunologis:

  • Umum (1-10%): Sepsis meningokukus, infeksi aspergillus, bakteri artritis, herpes oral, infeksi virus
  • Jarang (0,0-1%): Meningitis meningokukus, infeksi Neisseria, sepsis, infeksi jamur, infeksi haemophilus, influenza, impetigo, dan infeksi gigi
  • Sangat jarang (0,01-0.,1%): infeksi aspergillus, bakteri artritis, impetigo

Pernapasan:

  • Umum (1-10%): infeksi saluran pernapasan atas, nasopharyngitis, dyspnea, bronchitis, batuk, hidung tersumbat, pneumonia
  • Jarang (0,0-1%): infeksi saluran pernapasan bawah, sinus, epistaksis, iritasi tenggorokan

Musculoskeletal:

  • Sangat umum (10% atau lebih): sakit punggung (15%), arthralgia (17%)
  • Umum (1-10%): Mialgia, kejang otot, nyeri pada tulang, nyeri leher, nyeri ekstremitas Jarang (0,0-1%): trismus, bengkak sendi

Saluran Pencernaan:

  • Umum (1-10%): diare, mual, muntah, sakit perut, sembelit, gangguan pencernaan
  • Jarang (0,0-1%): infeksi saluran pencernaan, peritonitis, penyakit refluks gastroesofagus, distensi abodemen, nyeri gingiva
  • Sangat jarang (0,01-0,1%): gingivitis (sakit gusi yang meradang)

Hematologi:

  • Umum (1-10%): Kekurang trombosit, leukopenia, anemia, hemolysis
  • Jarang (0,0-1%): Koagulopati, aglutinasi sel daah merah, faktor pembekuan abnormal, anemia, limfopenia, alanin aminotransferase meningkat, aspartat aminotransferase meningkat, hematocrit menurun, trombositopenia, limfopenia
  • Sangat jarang (0,0-0,1%): hemolysis, faktor pembekuan abnormal, algutinasi sel darah merah, koagulopati

Kardiovascular:

  • Sangat umum (10% atau lebih): Hipertensi (33%), hipotensi (17%)
  • Jarang (0,0-1%): palpitasi, hematoma, gangguan vena

Sistem saraf:

  • Sangat umum (10% atau lebih): Sakit kepala (41%)
  • Umum (1-10%): pusing, dysgeusia
  • Jarang (0,0-1%): tremor, paresthesia

Psikiatrik:

General:

Secara umum, efek samping yang banyak terjadi adalah sakit kepala, dan reaksi yang paling serius yaitu sepsis meningokukus.

Genitourinari:

  • Umum (1-10%): proteinuria, infeksi saluran kemih
  • Jarang (0,01-0,1%): hematuria, disuria, ereksi penis spontan, gangguan menstruasi
  • Sangat jarang: infeksi gonokokal saluran genitourinari

Dermatologi:

Kelenjar Endokrin:

  • Jarang (0,1-1%): penyakit graves

Hati:

  • Jarang (0,1-1%): ikterus

Hipersensitif:

  • Umum (1-10%): reaksi anafilaksis
  • Jarang (0,1-1%): hipersensitif

Lokal:

  • Jarang (0,1-1%): parestesia situs infus, nyeri situs infus, ekstravasi

Metabolik:

  • Sangat umum (10% atau lebih): hipokalemia (18%)
  • Umum (1-10%): nafsu makan menurun
  • Jarang (0,1-1%): anoreksi

Mata:

  • Jarang (0,1-1%): penglihatan kabur, iritasi konjungtiva

Onkologi:

  • Jarang (0,1-1%): melanoma maligna, sindrom myelodyspastic

Lain-Lain:

  • Umum (1-10%): edema, demam, menggigil, kelelahan, asthenia, influenza
  • Jarang (0,1-1%): tinnitus, vertigo, panas

Detail Eculizumab

Berikut ini adalah detail lanjut mengenai Eculizumab:[3,4,6]

PenyimpananObat ini adalah obat yang biasa diberikan di rumah sakit, dan bukan untuk obat jalan di rumah. Namun, secara umum penyimpan obat ini adalah:
→ Simpan antara 2-8 ° C.
→ jangan simpan di freezer.
→ jangan dikocok
→ jauhkan dari sinar matahari
Cara KerjaDeskripsi: Eculizumab adalah antibodi monoklonal yang memiliki keterikatan/afinitas yang tinggi untuk melengkapi protein C5. Hal ini dapat membantu untuk mencegah protein tersebut terpecah dan mengganggu pembentukan membrane complex attacks (MCA). Gangguan ini dapat mencegah pengahncuran sel darah merah (hemolisis) dan akan menghasilkan hemoglobin yang stabil juga kebutuhan untuk transfusi darah.
Onset (durasi dari pemberian obat hingga efek yang terasa): Pengurangan hemolisis kurang lebih satu minggu
Farmakokinetik:
Distribusi: Melewati plasenta dengan volume distribusi: 7.7 l (PNH) dan 6.14 l (aHUS) Eksresi: Eliminasi paruh waktu: sekitar 11-12 hari
Interaksi dengan obat lainPemberian vaksin secara bersamaan dapat meningkatkan resiko penularan infeksi sekunder
Interaksi dengan makananTidak ada penjelasan khusus. Namun, lebih baik untuk membicarakan dengan dokter perihal ini
Overdosis ⇔ Gejala: Demam, kram otot, bengkak, hingga gejala alergi
⇔ Cara Mengatasi: Segera hubungi dokter atau datangi rumah sakit

Pertanyaan Seputar Eculizumab

Apakah boleh untuk mengonsumsi alkohol saat melakukan pengobatan dengan Eculizumab?

Alkohol seharusnya harus dijauhi pada saat pengobatan, konsultasikan pada dokter untuk hal ini.[3]

Apakah Eculizumab bisa digunakan untuk mengobati kanker?

Eculizumab mengandung antibodi miklonical yang juga digunakan untuk pengobatan kanker dan antigen yang sudah diidentifikasi. Namun, untuk lebih spesifiknya harus berkonsultasi dulu pada dokter.[3]

Apakah Eculizumab aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Pada dasarnya ibu hamil dan ibu menyusui tidak dianjurkan untuk melakukan pengobatan dengan Eculizumab, namun, jika sangat mendesak dan diperlukan, hal ini bisa dikonsultasikan dengan dokter.[2,3]

Contoh Obat Eculizumab di Pasaran

Merek atau brand Eculizumab di pasaran adalah:[1,2,3,4]

Brand Merek Dagang
Soliris
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment