Fingolimod: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Fingolimod adalah obat yang digunakan untuk menangani penyakit multiple sclerosis. Penyakit ini sering mempengaruhi saraf, fisik, dan kemampuan kognitif penderitanya secara parah. Adapun obat ini hanya mengurangi jumlah episode kambuh atau menunda kerusakan jaringan tubuh. [1,2]

Fingolimod dikembangkan oleh perusahaan farmasi Novartis dan pertama kali diberikan izinnya oleh FDA pada tahun 2010. Obat ini bekerja dengan cara mencegah sistem imun menyerang saraf di otak dan tulang belakang. [1,2]

Apa itu Fingolimod?

Di bawah ini adalah data mengenai fingolimod yang mencakup indikasi, kontraindikasi, peringatan, kategorinya pada kehailan dan menyusui dan lain-lain: [3,4]

IndikasiMeringankan gejala multiple sclerosis
KategoriObat resep
KonsumsiAnak-anak dan dewasa
KelasImunosupresan
BentukKapsul
KontraindikasiSindrom imunodefisiensi yang telah diketahui atau maligna aktif; infeksi kronis atau aktif yang parah (misal hepatitis, tuberkulosis). Pasien dengan peningkatan infeksi oportunistik termasuk pasien yang mengalami penurunan sistem imun (misal menerima pengobatan imunosupresif atau penurunan sistem imun karena pengobatan terdahulu). Yang baru saja mengalami serangan jantung (dalam kurun waktu 6 bulan), angina yang tidak stabil, stroke, stroke ringan, gagal jantung terdekompensasi yang memerlukan rawat inap di rumah sakit atau gagal jantung kelas III/IV. Yang sedang atau memiliki riwayat Mobitz tipe II tingkat 2 atau 3 blok atrioventrikel atau sindrom sinus sakit (kecuali jika menggunakan pacu jantung), garis dasar interval QTc ≥500 milisekon. Gangguan fungsi hati parah. Ibu menyusui. Pemberian bersama agen antiaritmia kelas Ia atau III.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Fingolimod:
→ Pasien yang memiliki riwayat gejala bradikardia atau sinkop kambuhan, penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung iskemik, gagal jantung kongestif, penyakit serebrovaskular, hipertensi yang tak terkendali.
→ Pasien dengan diabetes melitus
→ Pasien dengan gangguan ginjal parah dan hati yang ringan-sedang
→ Ibu hamil
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO / Diminum
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Fingolimod

Obat fingolimod ini digunakan untuk menangani penderita multiple sclerosis. Obat ini tidak dapat menyembuhkan penyakit multiple sclerosis, hanya mencegah sel sistem imun (limfosit) untuk menyerang saraf di otak maupun tulang belakang dan mengurangi frekuensi penyakit untuk kambuh. [1,3]

Dosis Fingolimod

Fingolimod dapat diberikan baik kepada orang dewasa maupun anak-anak yang telah berumur 10 tahun atau lebih. Berikut ini adalah dosis yang digunakan: [4]

Dosis Fingolimod Dewasa

Oral/Diminum:
→ 0,5 mg
→ Diberikan sekali sehari

Dosis Fingolimod Anak-anak

Oral/Diminum:
→ Anak-anak berumur 10 tahun atau lebih dengan berat badan 40 kg atau kurang
→ 0,25 mg
→ Diberikan sekali sehari

→ Anak-anak berumur 10 tahun atau lebih dengan berat badan 40 kg atau lebih
→ 0,5 mg
→ Diberikan sekali sehari

Efek Samping Fingolimod

Selain memiliki efek yang bagus, fingolimod juga mempunyai efek samping sebagai berikut: [4]

  • Nyeri punggung
  • Batuk
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Influenza
  • Peningkatan enzim hati
  • Penurunan detak jantung
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Palpitasi (jantung berdebar kencang)
  • Nyeri dada
  • Konduksi atrioventrikel sementara
  • Blok atrioventrikel
  • Pembengkakan pada makular (bagian dalam mata)
  • Sesak nafas
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Enselofati posterior yang dapat balik, yang dapat menyebabkan perubahan status mental, gangguan penglihatan dan kejang-kejang
  • Progressive multifocal leukoencephalopathy (kelainan neurologis yang dicirikan dengan kerusakan sel yang memproduksi mielin)
  • Infeksi herpes diseminasi (misal herpes zoster primer diseminasi, herpes simplex ensefalitis)

Adapun informasi gejala efek samping untuk tenaga kesehatan: [1]

  • Umum: sakit kepala, influenza, diare, nyeri punggung, peningkatan transaminase hati, batu.
  • Kardiovaskular
    • Umum (1-10%): hipertensi, blok atrioventrikel tingkat 1, bradikardia (detak jantung lambat)
    • Kurang umum (0,1%-1%): gejala bradikardia, blok atrioventrikel tingkat 2
    • Jarang (0,01%-0,1%): penyakit arteri perifer (pembuluh darah menyempit sehingga mengurangi aliran darah ke kaki)
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): sindrom hemofagositis (sindrom penghancuran yang dilakukan oleh makrofag terhadap sel darah dan prekursornya pada sumsum tulang dan jaringan tubuh lainnya)
    • Frekuensi tidak dilaporkan: penurunan detak jantung, blok Mobitz tipe I (Wenckebach), blok Mobitz tipe II
    • Laporan pasca pemasaran: blok atrioventrikel tingkat 3, AV block with junctional escape (blok atrioventrikel yang terjadi pada persimpangan atrioventrikel), asistol (keadaan jantung tidak beraktivitas baik secara listrik maupun mekanis) sementara, penyakit arteri perifer
  • Hati
    • Sangat umum (10% atau lebih): peningkatan alanin aminotransferase/ aspartat aminotransferase (s/d 14%)
    • Umum (1-10%): peningkatan transaminase di hati, peningkatan gama glutamiltransferase, peningkatan enzim hati, ketidaknormalan tes fungsi hati
  • Imunologis
    • Sangat umum (10% atau lebih): infeksi virus influenza (13%), sinusitis (peradangan pada sinus di hidung) (10,9%), infeksi
    • Umum (1-10%): infeksi virus herpes, bronkitis (peradangan pada bronkus), gastroenteritis (peradangan pada dinding saluran pencernaan), infeksi jamur tinea
    • Kurang umum (0,1%-1%): pneumonia (peradangan paru-paru)
    • Frekuensi tidak dilaporkan: infeksi herpes mematikan, infeksi mematikan virus varicella zoster
  • Sistem saraf
    • Sangat umum (10% atau lebih): sakit kepala (25%)
    • Umum (1-10%): pusing, kesemutan, migrain
    • Jarang (0,01%-0,1%): sindrom enselofati posterior yang dapat balik, stroke iskemik (aliran darah ke otak tersumbat oleh bekuan darah) atau stroke hemoragik (pecahnya pembuluh darah di otak menyebabkan aliran darah ke otak terputus)
    • Frekuensi tidak dilaporkan: kelainan neurologis atipikal
    • Laporan pasca pemasaran: sinkop (pingsan)
  • Saluran pencernaan
    • Sangat umum (10% atau lebih): diare (12%)
  • Hematologis
    • Umum (1-10%): limfopenia (rendahnya kadar limfosit), leukopenia (rendahnya jumlah sel darah putih)
    • Kurang umum (0,1%-1%): penurunan jumlah neutrofil
  • Okular
    • Umum (1-10%): pandangan kabur, sakit mata
    • Kurang umum (0,1%-1%): pembengkakan makular
  • Sistem pernafasan
    • Sangat umum (10% atau lebih): batuk (10%)
    • Umum (1-10%): dispnea, berkurangnya kapasitas difusi paru, berkurangnya volume ekspirasi paksa satu detik
  • Muskoskeletal
    • Sangat umum (10% atau lebih): nyeri punggung (12%)
  • Kulit
  • Metabolisme
    • Umum (1-10%): penurunan berat badan, peningkatan triigliserida darah
  • Lainnya
    • Umum (1-10%): astenia
    • Laporan pasca pemasaran: kematian yang tidka dapat dijelaskan
  • Psikiatri
    • Umum (1-10%): depresi
    • Kurang umum (0,1%-1%): penurunan suasana hati
  • Onkologi
    • Frekuensi tidak dilaporkan: limfoma (kanker getah bening)
  • Hipersensitivitas
    • Laporan pasca pemasaran: ruam, biduran, angiodema (pembengkakan kulit tanpa disertai nyeri)

Detail Fingolimod

Tabel di bawah ini berisi informasi mengenai fingolimod secara terperinci seperti kondisi penyimpanan, cara kerja, interaksi dengan obat lain, dan lain-lain: [4]

PenyimpananKapsul
→ Simpan pada suhu 25 ° C.
→ Lindungi dari kelembaban.
Cara KerjaDeskripsi: fingolimod adalah modulator reseptor sphingosine 1-fosfat. Obat ini dimetabolisme oleh sphingosine kinase menjadi metabolit aktif fingolimod fosfat yang terikat pada reseptor 1,3,4,5 sphingosine 1-fosfat. Fingolimod fosfat menghalangi kemampuan limfosit untuk muncul dari nodus limfa sehingga mengurangi jumlah limfosit yang tersedia ke susunan sistem saraf pusat, yang akan mengurangi peradangan pusat.
Farmakokinetik
Penyerapan: diserap dengan lambat melalui saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 93%. Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak pada plasma adalah sekitar 12-16 jam.
Penyebaran: banyak disebarkan di sel darah merah (86%), secara luas disebarkan ke jaringan tubuh. Lebih dari 99% terikat pada protein plasma. Volume distribusi sekitar 1200 L.
Metabolisme: mengalami fosforilasi stereoselektif dapat balik menjadi  (S)-enantiomer akti secara farmakologis, fingolimod fosfat. Obat ini dihilangkan dengan metabolisme oksidatif terutama oleh isoenzim CYP4F2, selanjutnya degradasi seperti asam lemak menjadi metabolit yang tidak aktif.
Ekskresi: melalui urin (sekitar 81%) menjadi metabolit tidak aktif, tinja (<2,5%) sebagai bentuk awal obat dan metabolit aktif. Waktu paruh terminal sekitar 6-9 hari.
Interaksi dengan obat lain → Meningkatkan resiko penurunansistem imun dengan antineoplastik, imunosupresan dan imunomodulator.
→ Meningkatkan resiko bradikardia dengan obat yang menurunkan detak jantung atau konduksi atrioventrikel (misal beta bloker, penghalang saluran kalsium).
→ Meningkatkan konsentrasi darah dengan ketoconazole.
→ Mampu mempengaruhi metabolisme fingolimod jika diberikan bersama penginduksi kuat CYP3A4 dan penghambat.
→ Mengurangi respons imun terhadap vaksinasi
→ Meningkatkan efek aritmogenik dari agen antiaritmia kelas Ia atau III.

Pertanyaan Seputar Fingolimod

Bisakah fingolimod menyababkan kanker?

Penggunaan fingolimod mampu meningkatkan resiko pertumbuhan kanker kulit (melanoma). [3]

Bisakah fingolimod dikonsumsi tanpa makan terlebih dahulu?

Ya, bisa. Fingolimod dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. [4]

Apakah selama mengkonsumsi fingolimod tidak diperbolehkan terpapar sinar matahari?

Fingolimod meningkatkan resiko kanker kulit. Dianjurkan untuk tidak berjemur, menghindari sinar matahari. Gunkan pakaian pelindung dan sunscreen (SPF 30 atau lebih). [3]

Apakah tubuh menjadi lebih sering terkena penyakit setelah menjalani pengobatan dengan fingolimod?

Oleh karena fingolimod menurunkan sistem imun, maka tubuh akan lebih mudah terserang infeksi bahkan stelah dua bulan sejak pemberian dosis terakhir. [1]

Apakah pasien multiple sclerosis harus menerima vaksinasi cacar air sebelum diberikan fingolimod?

Ya, jika pasien tersebut belum pernah divaksin cacar air. Pemberian fingolimod paling tidak satu bulan sejak vaksinasi. [3]

Contoh Obat Fingolimod (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini adalah merek dagang dari fingolimod: [1,3,4]

Brand Merek Dagang
Gilenya
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment