Acitrecin: Manfaat, Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Acitrecin adalah obat yang digunakan untuk menangani psoriasis berat dan masalah kulit lain pada pasien dewasa [1, 2, 3, 4].

Apa itu Acitrecin?

Acitrecin termasuk retinoid, yaitu suatu bentuk vitamin A yang berperan untuk pertumbuhan sel-sel kulit secara normal. Acitrecin digunakan untuk menangani psoriasis berat [2, 4].

Berikut informasi mengenai acitrecin [1, 4]:

Indikasi Perawatan psoriasis parah pasien dewasa
Kategori Obat khusus/resep
Konsumsi Dewasa
Kelas Preparasi psoriasis, seborrhea atau dermatitis seboroik dan ichthyosis (iktiosis)
Bentuk Kapsul
Kontraindikasi Hiperlipidemia. Gangguan berat hati dan ginjal. Kehamilan dan laktasi. Penggunaan bersamaan dengan methotrexate, tetrasiklin, vitamin A atau retinoid lain, dosis rendah produk progesterone-only (minipill).
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima pengobatan acitrecin:
→ Pasien yang sedang mengandung atau berpotensi mengandung
→ Pasien dengan gangguan hati atau ginjal
→ Pasien dengan kadar lemak darah tinggi
→ Pasien yang menerima pengobatan lain
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Kategori X: Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas fetus dan atau terdapat bukti positif resiko terhadap fetus manusia berdasarkan data efek samping dari pengalaman pemasaran atau investigasi, dan resiko penggunaan obat pada wanita hamil secara signifikan melebihi manfaatnya.

Manfaat Acitecin

Acitrecin digunakan untuk menangani berbagai kondisi medis berikut:

  • Psoriasis Berat

Psoriasis merupakan suatu penyakit termediasi imun yang menyebabkan timbulnya belang merah, menonjol, bersisik pada kulit. Umumnya terjadi pada bagian luar siku, lutut atau kulit kepala. Psoriasis digolongkan berat jika terjadi pada > 10% dari kulit tubuh [5].

  • Lichen Planus (Liken Planus) Berat

Lichen planus yaitu kondisi yang dapat mengakibatkan pembengkakan dan iritasi pada kulit, rambut, kuku dan membran mukosa.

Pada kulit, lichen panus biasanya tampak seperti benjolan datar, gatal berwarna keunguan yang berkembang lebih dari beberapa minggu.

Pada mulut, vagina, dan area lain yang diselubungi mukosa, lichen planus membentuk benjolan putih berenda, terkadang disertai luka [6].

  • Ichtyosis Congenital

Ichthyosis congenital adalah suatu istilah kolektif untuk beberapa kelainan monogenetic dari kornifikasi, terkadang berhubungan dengan gejala sistemik. Kondisi dapat ketebalan stratum korneum yang abnormal atau keratinosit kinetic abnormal, sering dikaitkan dengan inflamasi kulit [7].

  • Penyakit Darier

Penyakit darier merupakan kondisi kulit yang dicirikan dengan papel menyerupai kulit pada tubuh. Papel-papel biasanya berwarna kekuningan, keras saat disentuh, sedikit berminyak, dan dapat berbau tajam [8].

Dosis Acitrecin

Obat acitrecin hanya digunakan pada pasien dewasa dengan rincian dosis sebagai berikut[1]:

Oral (Diminum)
⇔ Ichthyosis Kongenital, Lichen Planus Berat, Psoriasis Berat
→ Dosis awal: 25 atau 30 mg per hari selama 2-4 minggu
→ Dosis selanjutnya disesuaikan tergantung respon tubuh
→ Dosis umum: 25-50 mg per hari selama 6-8 minggu
→ Dosis maksimal: 75 mg per hari

⇔ Penyakit Darier
→ Dosis awal: 10 mg per hari selama 2-4 minggu
→ Dosis selanjutnya hingga 25-50 mg, pengaturan dosis bergantung respon.

Konsumsi obat sebaiknya bersamaan dengan makanan. Dianjurkan dilakukan bersama dengan makanan berat atau dengan segelas susu.

Efek Samping Acitrecin

Berikut beberapa efek samping acitrecin yang membutuhkan pertolongan medis segera [4]:

  • Sakit punggung
  • Rasa tidak enak, buruk dan abnormal di mulut
  • Sakit pada sendi atau tulang
  • Perubahan rasa
  • Telinga berdenging terus menerus
  • Kesulitan bergerak atau berjalan
  • Bentuk otot berlebihan
  • Sensasi hangat
  • Sakit kepala (berat dan terus menerus)
  • Hilangnya pendengaran
  • Peningkatan sensitivitas pada sakit dan sentuhan
  • Otot kaku atau tegang
  • Mual (berat dan terus menerus)
  • Warna merah pada wajah, leher, lengan, dan pada beberapa kasus, dada bagian atas
  • Kulit memerah
  • Gangguan tidur
  • Penipisan kulit, kulit mudah memar
  • Sensasi mengelitik tangan dan kaki
  • Muntah (berat dan terus menerus)
  • Penglihatan kabur
  • Bersendawa
  • Payudara sakit
  • Ruam, iritasi kulit, kulit pecah-pecah
  • Sakit mata
  • Perasaan sakit atau tidak enak badan
  • Rasa panas di perut
  • Peningkatan pertumbuhan rambut di kepala bagian depan, punggung, lengan dan kaki
  • Masalah pencernaan
  • Infeksi, ulserasi, bau tidak biasa,atau bintik merah di kulit
  • Gatal pada area genital
  • Kuku jari lebih longgar
  • Kerontokan alis atau bulu mata
  • Sakit ketika melakukan intercourse/berhubungan seksual
  • Mata merah
  • Warna perah atau luka di sekitar kuku jari
  • Warna merah atau pembengkakan pada kelopak mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mata berair
  • Pendarahan gusi
  • Dada sakit
  • Urin berwarna pekat
  • Diare
  • Batuk berdarah

Info Efek Samping Acitrecin untuk Tenaga Medis: [4]

  • Umum
    • Efek samping yang umum dilaporkan meliputi: hipervitaminosis A, kulit mengelupas, alopesia, membran mukus pada mulut dan hidung kering, cheilitis (inflamasi di bibir), peningkatan trigliserida, dan rinitis
  • Hepatis
    • Sangat Umum (10% atau lebih): peningkatan SGOT (hingga 50%), peningkatan SGPT (hingga 50%), peningkatan alkaline fosfatase  (hingga 25%), peningkatan langsung bilirubin (hingga 25%), peningkatan GGTP (hingga 25%)
    • Umum (1% hingga 10%): peningkatan globulin, peningkatan total bilirubin, peningkatan total protein, peningkatan dan penurunan albumin serum
    • Tidak Umum (0,1% hingga 1%): abnormalitas fungsi hati, hepatitis, penyakit kuning
  • Metabolik
    • Sangat Umum (10% atau lebih): peningkatan/penurunan LDH (hingga 50%), peningkatan/penurunan kolestrol (hingga 50%), peningkatan gula darah puasa (hingga 50%), penurunan puasa (hingga 25%)
    • Umum (1% hingga 10%): peningkatan nafsu makan, anoreksia, rasa haus
    • Tidak Umum (0,1% hingga 1%): tidak toleran terhadap alkohol, peningkatan berat badan
  • Hipersensitif
    • Laporan paska pemasaran: hipersensitivitas, termasuk angioedema dan urtikaria
  • Kardiovaskuler
    • Umum (1% hingga 10%): sensasi panas, flushing
    • Tidak Umum (0,1%hingga 1%): dada sakit sianosis, klaudikasio intermiten, iskemik perifer
    • Laporan paska pemasaran: infark myokard akut, tromboembolisme, sindrom kebocoran kapiler, stroke
  • Dermatologis
    • Sangat Umum (10% atau lebih): hipervitaminosis A (lebih dari 80%), kulit mengelupas (hingga 80%),alopesia (hingga 75%), kulit kering (hingga 50%), kelainan pada kuku (hingga 50%), pruritus (hingga 50%), kulit yang sehat mengalami penipisan dan bersisik dengan peningkatan sensitivitas (hingga 40%),dermatitis(hingga 40%), kerapuhan kuku (hingga 40%), ruam eritematosa (hingga 25%), paronychia (hingga 25%), atropi kulit (hingga 25%), kulit mudah luka
    • Umum (1% hingga 10%): kulit berbau abnormal,  tekstur rambut abnormal, erupsi bulosa, kulit dingin/ basah, peningkatan keringat, ruam psoriasisform, purpura, granuloma pirogenik, ruam, seborrhea, kulit meretak, ulserasi kulit, terbakar sinar matahari, rhagades, kulit mengelupas, perubahan warna kulit dan rambut, perubahan kecepatan pertumbuhan rambut, perubahan struktur rambut
    • Tidak Umum (0,1% hingga 1%): jerawat, kista, eksim, furunculosis, hiperkeratosis, hipertrikosis, hipoestesia, otitis media, otitis eksterna, reaksi fotosensitif, psoriasis diperparah, nodul kulit, hipertropi kulit, gangguan kulit, iritasi kulit, kelainan kelenjar keringat, urtikaria, veruka
  • Gastrointestinal
    • Sangat Umum (10% atau lebih): membran mukosa pada mulut dan hidung kering (hingga 80%), cheilitis (lebih dari 75%), olkutisme darah tinggi  (hingga 25%)
    • Umum (1% hingga 10%): sakit perut, diare, mual, gangguan lidah, pendarahan gusi, glossitis, ambeiens, melena, tenesmus, ulserasi lidah, perubahan saliva, kelainan anus, hiperplasia gusi, pendarahan, faringitis, perut terasa panas, gangguan radang usus
    • Jarang (kurang dari 0,1%): pankreatitis, ikterus
    • Frekuensi tidak dilaporkan: pendarahan rectum
  • Genitourinaria
    • Sangat Umum (10% atau lebih): kandungan sel darah putih dalam urin (hingga 50%), acetonuria, hematuria, kandungan sel darah merah dalam urin
    • Umum (1% hingga 10%): glikosuria, proteinuria
    • Tidak Umum (0,1% hingga 1%): vaginitis atropik, urin abnormal, disuria, kelainan penis, keputihan, payudara sakit
    • Jarang (kurang dari 0,1%): metrorrhagia
    • Laporan paska pemasaran: vulvo-vaginitis akibat Candida albicans
  • Muskuloskeletal
    • Sangat Umum (10% atau lebih): arthralgia (hingga 25%), hyperostosis spinal
    • Umum (1% hingga 10%):arthritis, arthrosis, sakit pada punggung, hypertonia, myalgia, osteodynia, hiperostosis sendi periferal, kalsifikasi periosteal, penutupan epifisis prematur, kalsifikasi ligamen spinal mengakibatkan pada kompresi korda spinalis
    • Tidak Umum(0,1 % hingga 1%): otot lemah, kelainan tulang, olecranon bursitis, tendonitis, skleroderma
  • Sistem Saraf
    • Sangat Umum (10% atau lebih): hiperestesia (hingga 25%t), paraestesia (hingga 25%)
    • Umum (1% hingga 10%): sakit kepala, rasa tak wajar
    • Tidak Umum (0,1% hingga 1%): pusing, abnormal gait, migrain, neuritis, pseudotumor cerebri (hipertensi intrakranial), hilang pengecapan, disgeusia, kelesuan, gangguan kesadaran
    • Jarang (kurang dari 0,1%): pusing, gangguan penglihatan
    • Laporan paska pemasaran: myopati dengan neuropati perifer
  • Okuler
    • Sangat Umum (10% atau lebih): Konjungtivitis (hingga 40%), xeropthalmia/ mata kering (hingga 25%),mata kering, iritasi mata, tidak toleran pada contact lens
    • Umum (1% hingga 10%): penglihatan abnormal/kabur, blepharitis, iritasi, abnormalitas epitel kornea, penurunan penglihatan malam, abnormalitas mata, sakit mata, fotofobia
    • Tidak umum (0,1% hingga 1%): lakrimasi abnormal, kalazion, pendarahan konjungtiva, ulserasi kornea, diplopia, ectropion, mata gatal dan lids, papilledema, bintil di tepi pelupuk mata, luka pada subepitel kornea
    • Jarang (kurang dari 0,1%): keratitis, abrasi dan ketidakteraturan mengarah pada opasitas kornea
  • Lain-lain
    • Sangat Umum (10% atau lebih):  peningkatan trigliserida (hingga 75%), peningkatan kreatinin fosfokinase (hingga 50%), merasa dingin (hingga 40%), rigor (hingga 25%), peningkatan fosforus (hingga 25%), peningkatan kalium (hingga 25%), peningkatan natrium (hingga 25%), peningkatan dan penurunan magnesium (hingga 25%)
    • Umum (1% hingga 10%): edema, kelelahan, sakit, sakit telinga, tinitus, penurunan fosfor, penurunan kalium, penurunan natrium, peningkatan dan penurunan kalsium, peningkatan dan penurunan klorida, peningkatan dan penurunnan zat besi
    • Tidak umum (0,1% hingga 1%): demam, gejala seperti flu, malaise, kelainan pemulihan, ceruminosis, ketulian, edema perifer, sensasi panas
    • Frekuensi tidak dilaporkan: peningkatan laktat dehidrogenase
  • Sistem Respirasi
    • Sangat Umum (10% atau lebih): rinitis (hingga 80%), epistaksis (hingga 40%)
    • Umum (1% hingga 10%): sinusitis
    • Tidak Umum (0,01% hingga 1%): batuk, peningkatan dahak, laringitis, disfonia
  • Endokrin
    • Jarang (kurang dari 0,1%): ginekomastia
  • Hematologis
    • Sangat Umum (10% atau lebih): peningkatan retikulosit (hingga 50%), penurunan hematocrit (hingga 25%), penurunan hemoglobin (hingga 25%), penurunan sel darah putih (hingga 25%), peningkatan haptoglobin (hingga 25%), peningkatan neutrofil (hingga 25%), peningkatan sel darah putih (hingga 25%)
    • Umum (1% hingga 10%): peningkatan band, peningkatan basofill, peningkatan eosinofil, peningkatan hematocrit, peningkatan limfosit, peningkatan monosit, penurunan haptoglobn, penurunan limfosit, penurunan neutrofil, penurunan retikulosit, peningkatan atau penurunan platelet, peningkatan atau penurunan sel darah merah
    • Tidak Umum (0,1% hingga 1%): peningkatan waktu pendarahan
  • Imunologis
    • Tidak Umum (0,1% hingga 1%): moniliasis, infeksi jamur, herpes simpleks
  • Onkologi
    • Frekuensi tidak dilaporkan: granuloma pirogenik
  • Psikiatrik
    • Umum (1% hingga 10%): depresi, insomnia, kantuk
    • Tidak Umum (0,1% hingga 1%): kecemasan, peningkatan libido, ketegangan, pikiran abnormal, emosilabit, perasaan agresif
    • Laporan paska pemasaran: pikiran bunuh diri
  • Ginjal
    • Sangat Umum (10% atau lebih): peningkatan asam urat (hingga 25%)
    • Umum  (1% hingga 10%): peningkatan BUN, peningkatan kreatinin

Detail Acitrecin

Untuk mengetahui detail acitrecin meliputi penyimpanan, cara kerja, interaksi dengan obat lain, interaksi dengan makanan dan overdosis, berikut informasi lengkapnya[1]:

Penyimpanan → Simpan antara 20-25°C.
Cara Kerja Deskripsi: Acitrecin merupakan suatu aromatik sintetik analog dari asam retinoid dan metabolit aktif etretinate. Mekanisme aksi secara pasti belum diketahui, tapi dapat dimediasi dengan aktivasi subtipe α, β, dan ϒ asam retinoat dan reseptor retinoat X untuk menghambat ekspresi pro-inflamasi sitokin interleukin-6 (IL-6), migrasi penghambatan faktor terkait protein-8 (MRP-8) dan interferon-ϒ, menghasilkan normalissasi proliferasi, diferensiasi, dan keratinisasi sel epidermal
→ Onset: Efek penuh: 2-3 bulan. Peningkatan: dalam 8 minggu
Farmakokinetik:
→ Absorpsi: Diserap melalui saluran gastrointestinal. Peningkatan penyerapan bersama makanan.
→ Bioavaibilitas: Sekitar 60-70%
→ Waktu konsentrasi puncak pasma: 1-5 jam.
→ Distribusi: Terdistribusi ke dalam kulit dengan konsentrasi tertinggi di dalam stratum korneum dan semen (dalam jumlah kecil). Menembus jaringan adiposa, melalui plasenta, dan memasuki ASI.
→ Pengikatan protein plasma: >99,9%, terutama pada albumin
→ Metabolisme: Mengalami metabolisme hepatis meluas dan interkonversi via isomerisasi menjadi 13-cis-acitretin
→ Ekskresi: Melalui urin (16-53%) dan feses (34-54%)
→ Paruh waktu eliminasi: Sekitar 2 hari
Interaksi dengan obat lain → Dapat menurunkan pengikatan protein dari phenytoin
Berpotensi fatal: Peningkatan resiko hepatitis dengan methotrexate. Peningkatan tekanan intrakranial dengan tetrasiklin. Resiko hipervitaminosis A dengan penggunaan bersama vitamin A dan/atau retinoid oral lain. Mempengaruhi pengaruh kontrasepsi dari produk progesterone-only (minipil) dosis rendah.
Interaksi dengan makanan → Peningkatan absorpsi dengan makanan. Peningkatan durasi pengaruh teratogenik dengan konsumsi alkohol bersamaan.
Overdosis ⇔ Gejala: gejala dan tanda hipervitaminosis A, dengan sakit kepala, mual dan/atau muntah, kantuk, mudah marah, dan pruritus.
⇔ Cara Mengatasi: Pada kasus overdosis akut, penggunaan acitrecin harus dihentikan. Tidak terdapat ukuran spesifik yang diperlukan karena toksisitas akut produk yang rendah.

Pertanyaan Seputar Acitrecin

Apa saja yang harus dihindari ketika menerima pengobatan acitrecin?

Hindari produk makanan dan minuman yang mengandung alkohol. Aktivitas mengemudikan kendaraan juga sebaiknya dihindari karena acitrecin dapat menimbulkan efek samping berupa terganggunya penglihatan. Pasien yang menerima acitrecin tidak boleh mendonorkan darah selama pengobatan hingga setidaknya 3 tahun setelah dosis terakhir [4].

Apakah acitrecin aman untuk ibu hamil?

Tidak. Acitrecin termasuk kategori X, yaitu obat yang menunjukkan efek merugikan pada janin [1].

Bagaimana jika melewatkan satu dosis?

Lewatkan dosis yang terlanjur lupa dan minum obat pada dosis sesuai jadwal selanjutnya. Jangan menggunakan obat melebihi dosis untuk mengganti dosis yang terlewat [4].

Bagaimana pengobatan acitrecin yang dianjurkan

Obat acitrecin diminum bersamaan dengan makanan. Pastikan penggunaan obat sesuai dengan petunjuk dokter. Hindari berbagi acitrecin dengan orang lain meski pun memiliki gejala yang sama [4].

Contoh Obat (Merek Dagang) Acitrecin

Berikut beberapa obat dengan kandungan acitrecin [2, 3, 4]:

Brand Merek Dagang
Soriatane
Soriatane CK
Neotigason
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment