Fluvastatin: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Fluvastatin adalah obat yang termasuk ke dalam kelompok statin. Obat ini mengurangi jumlah kolesterol yang dihasilkan oleh hati dan diberikan sebagai terapi tambahan. [1]

Fluvastatin dipasarkan dengan nama dagang Lescol di Amerika. Perusahaan farmasi yang memproduksi obat ini adalah Novartis Pharmacheutical. [2]

Apa itu Fluvastatin?

Di bawah ini adalah informasi mengenai fluvastatin seperti indikasi, kontraindikasi, peringatan, kategorinya pada kehamilan dan mmenyusui dan lain-lain: [3,4]

IndikasiHiperlipidemia (tingginya kadar lemak dalam darah)
KategoriObat resep
KonsumsiAnak-anak dan dewasa
KelasAgen modifikasi lemak
BentukTablet, kapsul
KontraindikasiPenyakit hati akut atau peningkatan serum aminotransferase yang terus-menerus tanpa dapat dijelaskan. Ibu hamil dan menyusui.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Fluvastatin:
→ Pasien yang memiliki riwayat penyakit hati atau gangguan otot bawaan
→ Pasien dengan asupan alkohol yang tinggi
→ Pasien yang menjalani prosedur bedah dan berada di bawah pengaruh imunosupresan
→ Pasien dengan gangguan ginjal parah
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO / Diminum
Kategori X: Studi pada hewan dan manusia menunjukkan keabnormalan janin atau terdapat bukti resiko pada janin berdasarkan penelitian pada manusia atau keduanya. Resiko penggunaan obat pada wanita hamil melebihi manfaatnya. Obat menjadi kontraindikasi pada wanita hamil atau yang berencana hamil.

Manfaat Fluvastatin

Fluvastatin diberikan kepada penderita hiperlipidemia. Obat ini merupakan terapi pendamping/adjunktif selain melakukan diet pola makan yang sesuai. [1,3]

Dosis Fluvastatin

Fluvastatin digunakan pada pasien dewasa dan anak-anak. Berikut ini adalah dosis yang dapat diberikan: [3]

Dosis Fluvastatin Dewasa

Oral/Diminum
⇔ Hiperlipidemia
Dosis awal: 20 s/d 40 mg diberikan sekali sehari di sore hari
→ Dosis dapat meningkat pada rentang waktu 4 minggu sampai maksimum 80 mg/hari

Dosis Fluvastatin Anak-anak

Oral/Diminum
⇔ Hiperlipidemia
→ Untuk pasien hiperkolesterolemia heterozigot bawaan
→ Anak-anak usia 9-16 tahun
→ 20 mg diberikan 1 kali sehari
→ Jika diperlukan, dosis dapat meningkat pada rentang waktu 6 minggu, sehingga dosis menjadi 40 mg diberikan 2 kali sehari atau 80 mg diberikan 1 kali sehari sebagai obat yang pelepasannya dimodifikasi

Efek Samping Fluvastatin

Selain dapat menurunkan kolesterol, pemberian fluvastatin juga dapat menyebabkan efek samping dengan gejala seperti berikut: [3]

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Dispepsia (kumpulan gejala/perasaan tidak nyaman pada perut)
  • Diare
  • Bronkitis (peradangan pada bronkus)
  • Sinusitis (peradangan pada sinus hidung)
  • Insomnia (sulit tidur)
  • Kelelahan
  • Miopati (gangguan pada otot tubuh)
  • Mialgia (nyeri otot)
  • Infeksi saluran kemih
  • Peningkatan kreatinin fosfokinase dan transaminase dalam darah
  • Rabdomiolisis (penghancuran jaringan otot rangka yang rusak) dengan gagal ginjal akut
  • Hepatitis
  • Pankreatitis (peradangan pada pankreas)
  • Sindrom  Stevens-Johnson (kumpulan gejala kelainan serius pada selaput lendir kulit, bola mata, bagian dalam mulut, dubur dan alat kelamin)
  • Anafilaksis (reaksi alergi parah yang dapat mengancam jiwa)
  • Nekrolisis epidermal toksik (suatu reaksi alergi parah pada kulit yang menyebabkan kulit terkelupas dan melepuh)

Berikut ini adalah informasi gejala efek samping bagi tenaga medis: [4]

  • Muskoskeletal
    • Umum (1% s/d 10%): mialgia, artritis (peradangan sendi), artropati (penyakit pada sendi), artralgia (nyeri sendi), nyeri pada anggota gerak, nyeri punggung
    • Jarang (0,01% s/d 0,1%): lemah otot, miopati
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): rabdomiolisis, miositis (peradangan pada otot), sindrom seperti lupus eritematosus
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Immune-mediated necrotizing myopathy (kondisi jaringan otot mengalami kematian sel sehingga menyebabkan lemah dan kelelahan)
    • Laporan pasca pemasaran: kram otot, kejang otot
  • Hati
    • Umum (1% s/d 10%): peningkatan alanin aminotransferase, peningkatan aspartat aminotransferase
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): hepatitis
    • Laporan pasca pemasaran: hepatitis akti kronis, penyakit kuning kolestasis (penyakit kuning akibat tersumbatnya saluran empedu), perubahan lemak pada hati, sirosis (rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut), kematian sel/jaringan hati secara tiba-tiba dan parah, gagal hati mematikan, gagal hati tidak mematikan, peningkatan gama glutamil transpeptidase, peningkatan bilirubin
  • Saluran pencernaan
    • Umum (1% s/d 10%): dispepsia, diare, nyeri perut bagian bawah, mual, buang angin, gangguan gigi, nyeri perut bagain atas, sembelit, gangguan gastrik
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): pankreatitis
    • Laporan pasca pemasaran: muntah
  • Dermatologis
    • Umum (1% s/d 10%): ruam
    • Jarang (0,01% s/d 0,1%): urtikaria (biduran)
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): angioedema (pembengkakan kulit tanpa disertai nyeri), pembengkakan wajah, eksim (kondisi kulit mengalami peradangan, gatal, pecah dan kasar), dermatitis (peradangan kulit), ruam yang menyebar di seluruh tubuh dan melepuh (eksentema bulus)
    • Laporan pasca pemasaran: dermatitis bulus (pembentukan lepuhan kulit yang diikuti dengan peradangan), alopesia (rambut rontok), gatal, nodul kulit (pertumbuhan jaringan abnormal pada kulit), warna kulit tidak merata, kulit/selapu lendir kering, perubahan pada kuku/rambut
  • Sistem pernafasan
    • Sangat umum (10% atau lebih): infeksi saluran pernafasan atas (16,2%)
    • Umum (1% s/d 10%): sinusitis, bronkitis, nasofaringitis (peradangan pada nasofaring), sesak nafas akibat berolahraga, faringitis (peradangan pada fring), rinitis (peradangan pada hidung), batuk
  • Lainnya
    • Umum (1% s/d 10%): gejala mirip influenza, trauma aksidental (misal jatuh), kelelahan, pembengkakan pada lengan dan tungkai, peningkatan transaminase darah, peningkatan kreatin fosfokinase
    • Kurang umum (0,1% s/d 1%): nyeri dada
    • Laporan pasca pemasaran: vertigo, peningkatan alkalin fosfatase
  • Sistem saraf
    • Umum (1% s/d 10%): sakit kepala, pusing, pingsan
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): parestesia (kondisi mati rasa atau kesemutan pada bagian tubuh tertentu), disestesia (gangguan neurologis yang ditandai dengan melemahnya atau perubahan sensitivitas indera terutama sentuhan), hipoestesia (berkurangnya sensitivitas atau penurunan sensasi normal terhadap sentuhan)
    • Laporan pasca pemasaran: gemetar, kelumpuhan saraf tepi, neuropati periferal (kerusakan jaringan saraf tepi), disfungsi saraf kranial, perubahan indera pengecap, pergerakan ekstra-okular yang melemah, kelumpuhan wajah, kerusakan fungsi kognitif, kehilangan ingatan, lupa, amnesia, gangguan ingatan
  • Genitourinari
    • Umum (1% s/d 10%): infeksi saluran kemih
    • Laporan pasca pemasaran: disfungsi ereksi, ginekomastia (tumbuhnya kelenjar payudara pada pria)
  • Kardiovaskular
    • Umum (1% s/d 10%): fibrilasi atrial, hipertensi (tekanan darah tinggi), intermittent claudication (nyeri ketika otot tungkai tidak mendapat cukup asupan darah ketika beraktivitas dan akan hilang saat beristirahat)
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): vaskulitis (peradangan pada pembuluh darah kecil)
  • Hematologis
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): trombositopenia (rendahnya kadar trombosit dalam darah)
  • Ginjal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: mioglobinuria (terdapat mioglobin pada urin), gagal ginjal akut
  • Imunologis
    • Umum (1% s/d 10%): alergi
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): reaksi anafilaksis
  • Hipersensitivitas
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): reaksi hipersensitivitas
  • Onkologis
    • Laporan pasca pemasaran: hepatoma (kanker hati)
  • Endokrin
    • Laporan pasca pemasaran: fungsi tiroid abnormal
  • Psikiatri
    • Umum (1% s/d 10%): insomnia
    • Laporan pasca pemasaran: cemas, depresi, gangguan psikis, kehilangan libido, kebingungan
  • Metabolisme
    • Frekuensi tidak dilaporkan: peningkatan HbA1c (hemoglobin terglikosilasi), peningkatan glukosa serum
    • Laporan pasca pemasaran: anoreksia (gangguan makan yang menyebabkan penderitanya khawatir dengan kenaikan berat badan)
  • Okular
    • Laporan pasca pemasaran: katarak, opasitas lensa (lensa mata berwarna putih atau berawan akibat peradangan), ophthalmoplegia (kondisi lumpuh atau lemah pada otot mata)

Detail Fluvastatin

Di bawah ini diberikan data lebih rinci mengenai fluvastatin seperti penyimpanan, cara kerja, dan interaksi dengan obat lain: [3]

Penyimpanan
Tablet/kapsul
→ Simpan antara suhu 15-30 ° C.
Cara KerjaDeskripsi: fluvastatin bekerja secara bersaing menghalangi HMG-CoA redukatse, enzim untuk sintesis kolesterol. Obat ini mengurangi konsentrasi kolesterol total, trigliserida, LDL (low density lipoprotein), dan VLDL (very low density lipoprotein) dalam plasma. Obat ini juga meningkatkan konsentrasi HDL (high density lipoprotein)
Farmakokinetik
Penyerapan: secara cepat dan menyeluruh diserap melalui saluran pencernaan. Ketersediaan hayti absolut sekitar 24%. Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak pada plasma: 1 jam (kapsul), 3 jam (tablet lepas tunda)
Penyebaran: volume distribusi: 0,35 L/kg. Lebih dari 98% terikat pada protein plasma.
Metabolisme: mengalami metabolisme lintas pertama pada hati secara ekstensif. Diubah menjadi metabolit aktif dan tidak aktif oleh metabolisme oksidatif terutama melalui isoenzim CYP2C9 dan dalam jumlah kecil melalui isoenzim CYP3A4.
Ekskresi: melalui tinja 90%, dan urin sekitar 6%. Waktu paruh eliminasi kurang dari 3 jam (kapsul), 9 jam (tablet lepas tunda)
Interaksi dengan obat lain → Peningkatan pendarahan dan waktu protrombin bersama dengan antikoagulan coumarin
→ Meningkatkan resiko miopati rabdomiolisis dengan penghambat HIV protease, colchicine, bezafibrate, ciprofibrate atau niacin (nicotinic acid), ciclosporin dan fluconazole
→ Menurunkan ketersediaan hayati jika digunakan bersama  rifampicin

Pertanyaan Seputar Fluvastatin

Bisakah fluvastatin dikonsumsi tanpa makan terlebih dahulu?

Ya, bisa. Fluvastatin dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. [4]

Bagaimana cara mengkonsumsi fluvastatin dengan benar?

Jangan menghancurkan, mengunyah, atau membuka kapsul fluvastati. Obat ini harus ditelan seluruhnya. [4]

Biskah tetap mengkonsumsi makanan berlemak tinggi selama menggunakan fluvastatin?

Tidak bisa. Fluvastatin akan menjadi tidak efektif jika pasien tidak mengikuti rencana pola makan. [4]

Apakah fluvastatin dapat menyebabkan gagal ginjal akut?

Ya, bisa. Fluvastatin dapat menyebabkan penghancuran jaringan otot rangka yang dapat menimbulkan gagal ginjal akut. [4]

Apakah konsumsi fluvastatin harus dilakukan pada waktu yang sama setiap harinya?

Ya. Fluvastatin sebaiknya dikonsumsi pada waktu yang sama setiap harinya. [4]

Contoh Obat Fluvastatin (Merek Dagang) di Pasaran

Di bawah ini adalah merek dagang fluvastatin di pasaran: [3,4]

Brand Merek Dagang
Lescol
Lescol XL
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment