Sotalol: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Sotalol adalah obat bergolongan beta bloker dan juga anti-aritmia. Obat ini dimanfaatkan untuk memperlambat detak jantung dan membantu jantung agar berdetak secara normal dan lebih teratur. [1]

Sotalol pertama kali diterima oleh FDA pada tanggal 30 Oktober 1992. Obat ini dikenal dengan beberapa nama dagang seperti Betapace dan Sorine. [2]

Apa itu Sotalol?

Di bawah ini adalah beberapa informasi mengenai sotalol seperti indikasi, kontraindikasi, peringatan dan lain-lain: [2,3]

IndikasiAritmia ventrikel, aritmia supraventrikel
KategoriObat resep
KonsumsiDewasa
KelasBeta bloker
BentukTablet
KontraindikasiAsma bronkial atau pasien dengan riwayat PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Konstruktif). SIndrom sinus sakit. Gejala bradikardia sinus. Syok kardiogenik. Atrioventrikel blok tingkat 2 dan 3. Feokromositoma yang tidak ditangani. Torsades de Pointes. Sindrom perpanjangan QT baik bawaan maupun yang didapatkan. Gagal jantung yang tidak dikendalikan. Asidosis metabolik. Hipotensi. Beberapa penyakit arterial perifer parah. Penyakit Raynaud. Anastesi yang menyebabkan penekanan pada jantung. Gagal ginjal (CrCl <10 mL/menit). Penggunaan bersama penghalang saluran kalsium (mis. verapamil dan diltiazem).
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Sotalol:
→ Pasien yang memiliki gagal jantung terkompensasi
→ Pasien dengan miastenia gravis
→ Pasien yang memiliki penyakit diabetes mellitus
→ Pasien yang mengalami blok atrioventrikel tingkat 1
→ Pasien dengan gangguan ginjal
→ Ibu hamil dan menyusui
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (Diminum):
Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menemukan risiko pada janin. Belum ada studi yang memadai dan terkontrol pada wanita hamil.

Manfaat Sotalol

Sotalol digunakan untuk menangani pasien dengan kondisi sebagai berikut: [2,3]

  • Aritmia supraventrikel (detak jantung cepat dan tidak beraturan yang berasal dari bagian atrium)
  • Aritmia ventrikel (detak jantung cepat dan tidak beraturan yang berasal dari bagian ventrikel)
  • Fibrilasi atrial (gangguan irama jantung ditandai dengan detak jantung cepat dan tidak teratur)
  • Atrial flutter (gangguan irama jantung yang disebabkan bagian atrium berdetak terlalu cepat dan teratur)

Dosis Sotalol

Sotalol hanya diberikan kepada orang dewasa. Berikut ini adalah dosis yang digunakan: [3]

Dosis Sotalol Dewasa

Oral/Diminum:
⇔ Aritmia ventrikular yang mengancam nyawa
→ Dosis awal: 80 mg diberikan 2 kali sehari
→ Jika dibutuhkan naikkan dosis secara berangsur-angsur setiap 3 hari sampai dosis mencapai 240 s/d 320 mg/hari diberikan sebagai dosis terbagi
→ Dosis perawatan: 160 s/d 320 mg/hari diberikan sebagai dosis terbagi
→ Dosis maksimum: 480 s/d 640 mg/hari sebagai dosis terbagi
Oral/Diminum:
⇔ Aritmia supraventrikular, aritmia ventrikular
→ Dosis awal: 80 mg/hari diberikan sebagai dosis tunggal atau 2 kali sehari
→Naikkan dosis secara berangsur-angsur setiap 2 s/d 3 hari
→ Dosis yang biasa digunakan: 160 s/d 320 mg/hari diberikan 2 kali sehari

Efek Samping Sotalol

Selain digunakan untuk menangani kondisi aritmia ventrikular, pemberian sotalol dapat menyebabkan efek samping seperti berikut: [2]

  • Perut perih
  • Sulit tidur
  • Heartburn (perasaan panas dan tidak nyaman pada uluhati)
  • Nyeri pada lengan atau tungkai
  • Perubahan pada penglihatan
  • Penurunan gairah seksual
  • Kehilangan selera makan
  • Perubahan suasana hati
  • Rabun pada malam hari
  • Buang angin
  • Ruam kulit
  • Perubahan berat badan
  • Sensasi tubuh/lingkungan sekitar bergerak
  • Penipisan atau kerontokan rambut
  • Kulit gatal
  • Kram atau nyeri otot
  • Kaku atau sakit pada otot
  • Emosi berlebihan atau bereaksi cepat terhadap sesuatu
  • Sensasi berputar
  • Sunburn (kulit terbakar akibat terpapar matahari) parah

Adapun overdosis sotalol ditandai dengan gejala sebagai berikut: [3] Segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

  • Bradikardia (detak jantung lambat)
  • Gagal jantung kongestif
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Bronkospasme (pengetatan otot pada bronkus)
  • Hipoglikemia (rendahnya kadar gula darah)

Berikut ini gejala efek samping bagi tenaga medis: [2]

  • Kardiovaskular
    • Sangat umum (10% atau lebih): bradikardia (s/d 16%), nyeri dada (s/d 16%), palpitasi/jantung berdebar-debar (s/d 14%)
    • Umum (1% s/d 10%): edema (pembengkakan), abnormal elektrokardiogram, hipotensi, proaritmia (kembali berulangnya aritmia yang telah ada atau aritmia baru termasuk torsades de pointes), sinkop (pingsan), gagal jantung, prasinkop (lena), vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), pengiriman sinyal listrik oleh Automatic Implantable Cardioverter-Defibrillator (AICD), hipertensi (tekanan darah tinggi), stroke (berkurangnya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah)
  • Sistem saraf
    • Sangat umum (10% atau lebih): kelelahan (s/d 20%), pusing (s/d 20%), astenia (s/d 13%), lena (s/d 12%)
    • Umum (1% s/d 10%): sakit kepala, perspirasi (berkeringat), paraestesia (kesemutan)
  • Sistem penapasan
    • Sangat umum (10% atau lebih): dispnea/ sesak napas (s/d 21%)
    • Umum (1% s/d 10%): gangguan paru, gangguan pada saluran pernapasan atas, asma
  • Sistem pencernaan
    • Sangat umum (10% atau lebih): mual/muntah (s/d 10%)
    • Umum (1% s/d 10%): gangguan selera makan, diare, dispepsia (kondisi tidak nyaman pada perut bagian atas), nyeri pada perut bagian bawah, gangguan pada usus halus, buang angin, kram
  • Metabolisme
    • Umum (1% s/d 10%): perubahan berat badan
  • Kulit
    • Umum (1% s/d 10%): ruam
  • Muskoskeletal
    • Umum (1% s/d 10%): nyeri pada anggota gerak, nyeri punggung
  • Genitourinari
    • Umum (1% s/d 10%): gangguan genitourinari, disfungi seksual
  • Hematologis
    • Umum (1% s/d 10%): pendarahan
  • Imunologis
    • Umum (1% s/d 10%): infeksi
  • Lokal
    • Umum (1% s/d 10%): sakit pada area tertentu
  • Mata
    • Umum (1% s/d 10%): gangguan penglihatan
  • Lain
    • Umum (1% s/d 10%): demam, nilai uji laboratorium abnormal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: ketidaknormalan indera pengecapan, gangguan pendengaran
  • Psikiatri

Detail Sotalol

Tabel di bawah berisi informasi tentang sotalol secara lebih rinci seperti penyimpanan, cara kerja, overdosis dan sebagainya: [3]

PenyimpananTablet
→ Simpan pada suhu 25 ° C.
Cara KerjaDeskripsi: sotalol adalah obat beta bloker yang bersifat non-kardioselektif. Obat ini meningkatkan panjang siklus sinus jantung, memperlambat detak jantung, menurunkan konduksi nodus AV dan meningkatkan rentang waktu nodus AV. Obat ini juga memperpanjang kerja potensial AV monofase. Akan tetapi, obat ini memiliki kekurangan simpatomimetik intrinsik dan stabilisasi membran.
Onset: 1 s/d 2 jam (oral), sekitar 5 s/d 10 menit (IV)
Durasi: 8 s/d 16 jam
Farmakokinetik
Penyerapan: hampir seluruhnya diserap oleh saluran cerna. Penyerapan akan berkurang 20 s/d 30% jika diberikan dengan makanan. Ketersediaan hayati: 90 s/d 100% (oral). Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsentrasi puncak pada plasma: sekitar 2 s/d 4 jam.
Penyebaran: melewati plasenta dan penyaring darah-otak (dalam jumlah sedikit), memasuki ASI dan cairan serebrospinal (dalam jumlah sedikit). Sedikit terikat pada protein plasma.
Metabolisme: mengalami metabolisme minimum
Ekskresi: dikeluarkan melalui air seni (sebagai bentuk awal obat). Waktu paruh eliminasi: 10 s/d 20 jam.
Interaksi dengan obat lain → Mampu meningkatkan resiko bradikardia dengan digoxin
→ Mampu meningkatkan resiko aritmia dengan diuretik
→ Mampu membuat kambuh hipertensi dengan clonidine
→ Mampu memperpanjang rentang waktu konduksi sel jantung dengan disopyramide, quinidine, procainamide, amiodarone dan bepridil
→ Mampu memperpanjang interval QT dengan asam trikloroasetat, phenothiazine, terfenadine dan astemizole
→ Meningkatkan resiko torsades de pointes dengan diuretik tiazid, erythromycin IV, halofantrine, pentamidine, dan quinolone
→ Mampu memperpanjang penghalangan neuromuskular dari tubocurarine
→ Mampu mengurangi respon tubuh terhadap insulin dan obat hipoglikemik oral
Interaksi dengan makanan → Penyerapan berkurang jika diberikan bersama makanan
Overdosis ⇔ Gejala: Bradikardia, gagal jantung kongestif, hipotensi, bronkospasme, hipoglikemia
⇔ Cara Mengatasi: Penanganan berdasarkan gejala. Berikan atropine intravena, obat antikolinergik lain, agonis β-adrenergik atau prosedur pacu jantung secara transvena (transvenous cardiac pacing) untuk bradikardia. Untuk blok jantung gunakan alat pacu jantung transvena (transvenous cardiac pacemaker). epinephrine untuk hipotensi; aminophylline atau stimulan β2-reseptor aerosol untuk bronkospasme; kardioversi arus searah (direct surrent cardioversion), pacu jantung secara transvena, epinephrine, Mg sulfate untuk torsades de pointes. Obat-obatan dihilangkan melalui dialisis.
Pengaruh pada hasil labMampu meningkatkan kadar metanephrine palsu dalam urin pada metode pemeriksaan dengan menggunakan fotometrik

Pertanyaan Seputar Sotalol

Apakah fungsi sotalol dengan beta cardone sama?

Ya, sama. Beta cardone adalah salah satu nama dagang dari sotalol. [4]

Apakah sotalol bisa diberikan bersama makanan?

Sotalol harus diberikan dalam keadaan perut kosong. Berikan sotalol 1 s/d 2 jam sebelum makan. [3]

Bisakah menghentikan penggunaan solatol secara tiba-tiba?

Konsumsi sotalol seperti yang diperintahkan. Penghentian penggunaan secara tiba-tiba dapat menyebabkan kondisi kesehatan memburuk. [2]

Apakah ibu menyusui bisa diberikan sotalol?

Sebaiknya, tidak diberikan kepada ibu menyusui sebab sotalol dapat memasuki ASI. [2,3]

Bisakah sotalol menyebabkan pusing?

Ya, bisa. Untuk mengurangi pusing dan lena, bangkitlah secara perlahan ketika bangkit dari posisi duduk atau berbaring. [1]

Contoh Obat Sotalol (Merek Dagang) di Pasaran

Di bawah ini adalah beberapa nama dagang dari sotalol: [2,3]

Brand Merek Dagang
Betapace
Sotacor
Sorine
Sotylize

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment