Moexipril: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Moexipril digunakan secara tunggal atau dapat dikombinasikan dengan obat lain untuk mencegah atau menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). [6,7]

Seperti yang kita tahu, tekanan darah tinggi dapat membebani kerja jantung dan arteri. Jika hal itu berlanjut dalam waktu lama maka sistem kerja jantung dan arteri jelas tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya pembuluh darah otak, jantung dan ginjal rusak dan itu bisa mengakibatkan stroke, gagal jantung atau gagal ginjal. [5,6,7]

Apa itu Moexipril?

Moexipril adalah sebuah obat golongan inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE inhibitor). Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat-zat tertentu di dalam tubuh yang menyebabkan pembuluh darah mengencang hingga merusak pembuluh darah. [2,3]

Mengonsumsi Moexipril bertujuan untuk melemaskan pembuluh darah yang mengencang, sehingga dapat menurunkan tekanan darah sekaligus meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung. [2,4]

Penjelasan terkait, perhatikan tabel berikut ini; [1]

IndikasiObat Hipertensi
KategoriObat Keras
KonsumsiDewasa dan Lansia
KelasACE Inhibitor
BentukTablet
Kontraindikasi → Pasien dengan riwayat hipersensitivitas atau riwayat angioedema terkait pengobatan sebelumnya dengan obat-obat ACE inhibitor.
→ Edema angioneurotik genetik atau idiopatik.
→ Penggunaan bersama dengan aliskiren pada pasien Diabetes Mellitus (DM).
→ Ibu hamil.
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Moexipril:
→ Pasien dengan penyakit vaskular kolagen.
→ Pasien hipovolemia.
→ Pasien dengan gangguan stenosis arteri ginjal (unilateral atau bilateral).
→ Pasien dengan gangguan stenosis katup aorta atau mitral.
→ Pasien dengan gangguan penurunan volume atau garam.
→ Gangguan ginjal.
→ Pasien dengan gangguan ginjal.
→ Pasien lansia.
→ Ibu menyusui.
Kategori Obat pada Kehamilan & MenyusuiCara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (Diminum):
Kategori D: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Moexipril

Moexipril dimanfaatkan secara tunggal atau kombinasi dengan obat lain untuk mencegah tekanan darah tinggi (hipertensi). [4,5,6,7]

Menurunkan tekanan darah beramanfaat untuk menghindari rusaknya pembuluh darah otak, jantung dan ginjal yang mengakibatkan stroke, gagal jantung, gagal ginjal dan serangan jantung. [6]

Dan mungkin beberapa manfaat lainnya yang tidak termasuk dalam daftar petunjuk obat. Harap ikuti petunjuk dokter apabila ada manfaat lain yang disarankannya. [4]

Dosis Moexipril

Moexipril diresepkan kepada pasien dewasa dan lansia melalui pemberian oral/diminum secara langsung. Harap ikuti petunjuk dokter perihal penggunaan dosis obat ini. [1,4]

Dosis Dewasa

Hipertensi

Oral/Diminum

→ Awal, 7,5 mg satu kali per hari.
→ Dosis pertama sebaiknya diminum sebelum tidur untuk menghindari penurunan tekanan darah yang drastis.
→ Dosis Pemeliharaan: 7,5-30 mg per hari dalam 2 dosis terbagi.

→ Pasien diuretik: Awal, 3,75 mg per hari.


Untuk diingat:
Obat harus diminum pada saat perut dalam keadaan kosong atau setidaknya 1 jam sebelum makan atau bisa juga 2 jam setelah makan.

Dosis Lansia

Hipertensi

Oral/Diminum

Awal 3,75 mg per hari.

Untuk diingat:
Obat harus diminum pada saat perut dalam keadaan kosong atau setidaknya 1 jam sebelum makan atau bisa juga 2 jam setelah makan.

Efek Samping Moexipril

Efek samping yang ditimbulkan oleh Moexipril bisa bermacam-macam. Beberapa pasien mungkin saja tidak mengalami efek samping berikut, namun beberapa pasien mungkin akan mengalami efek samping berikut secara ringan hingga berat. Segera hubungi dokter atau ke klinik terdekat bila beberapa efek samping berikut ini terjadi dan mengganggu Anda: [4,5,6,7]

Kurang umum:

Selain itu, terdapat pula gejala-gejala lain yang tidak perlu tanganan medis atau dokter, hal ini kemungkinan karena hanya sekedar reaksi penyesuaian tubuh terhadap obat yang sedang dikonsumsi sehingga lambat-laun akan hilang dengan sendirinya. Namun demikian, hubungi dokter atau pergi ke klinik terdekat bila gejala berikut ini terus berlanjut; [4,6]

Lebih umum atau sering kali dilaporkan:

  • Batuk kering

Kurang umum atau jarang dilaporkan:

  • Badan pegal atau nyeri
  • Kesulitan bergerak
  • Pusing
  • Perasaan hangat
  • Suara berserak
  • Kram otot
  • Otot-otot mengalami kekakuan
  • Ruam
  • Kemerahan pada wajah, leher, lengan, dan dada bagian atas
  • Sendi bengkak
  • Kesulitan menelan
  • Suara mengalami perubahan

Info Efek Samping Tenaga Medis; [4]

  • Umum
    • Efek samping yang paling sering dilaporkan dianggap terkait dengan penggunaan obat ini adalah sakit kepala, batuk, pusing, kelelahan, kemerahan dan ruam.
  • Lain
    • Umum (1% hingga 10%): Kelelahan, sindrom flu, nyeri, edema perifer, nyeri dada
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Demam
    • Langka (kurang dari 0.1%): Malaise
  • Pernapasan
    • Umum (1% hingga 10%): Batuk, faringitis, infeksi saluran pernapasan atas, rhinitis dan sinusitis
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Bronkospasme dan dispnea
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Pneumonitis eosinofilik
  • Gastrointestinal
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Sakit perut, sembelit, muntah
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Pankreatitis
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Angioedema usus
  • Sistem saraf
    • Umum (1% hingga 10%): Sakit kepala, pusing
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Kecelakaan serebrovaskular, serangan iskemik transien, sinkop
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Mati rasa, paresthesia, gangguan keseimbangan, kantuk, kesemutan, perubahan atau hilangnya rasa sementara, tinnitus
  • Ginjal
    • Umum (1% hingga 10%): Kreatinin serum meningkat, BUN meningkat
    • Jarang (kurang dari 0,1%): gagal ginjal akut, insufisiensi ginjal
  • Dermatologis
    • Umum (1% hingga 10%): Ruam
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Angioedema
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Berkeringat, fotosensitivitas
  • Kardiovaskular
    • Umum (1% hingga 10%): Pembilasan
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Hipotensi simtomatik, hipotensi postural
  • Muskuloskeletal
    • Umum (1% hingga 10%): Mialgia
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Arthralgia
  • Genitourinari
    • Umum (1% hingga 10%): Frekuensi kencing
    • Langka (kurang dari 0,1%): Impotensi
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Oliguria
  • Metabolik
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Hiperkalemia
  • Hematologi
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Anemia, neutropenia, eosinofilia, trombositopenia
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Pansitopenia, agranulositosis, anemia hemolitik pada pasien dengan defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase, penurunan hemoglobin, hematokrit menurun, trombosit menurun, jumlah sel darah putih menurun
  • Psikiatrik
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Gugup, perubahan suasana hati, kecemasan
  • Okuler
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Penglihatan kabur
  • Hati
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Hepatitis, enzim hati meningkat dan bilirubin serum meningkat

Detail tentang Moexipril

Berikut ini adalah uraian detail tentang Moexipril. Pokok-pokok uraian seperti tampak pada tabel: [1,3,]

Penyimpanan → Simpan antara suhu 20-25 °C.
→ jangan simpan di freezer.
→ Lindungi dari cahaya dan kelembaban.
Cara Kerja Deskripsi: Moexipril sebagai obat penghasil moexiprilat adalah sebuah obat dari inhibitor ACE. Obat ini bekerja mencegah konversi angiotensin I menjadi angiotensin II yang menyebabkan peningkatan aktivitas renin plasma dan penurunan sekresi aldosteron. Obat ini dapat meningkatkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.
Onset: Efek puncak: 1-2 jam.
Durasi:> 24 jam.

⇔ Farmakokinetik:
Absorpsi: Diserap dengan cepat tapi tidak sempurna dari saluran pencernaan. Dikurangi dengan adanya makanan. Ketersediaan hayati: Sekitar 13% (moexiprilat). Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak: Kira-kira 1,5 jam (moexiprilat).
Distribusi: Volume distribusi: Sekitar 180 L (moexiprilat). Pengikatan protein plasma: Moexipril (90%); moexiprilat (50-70%).
Metabolisme: Dimetabolisme menjadi moexiprilat (metabolit aktif) di mukosa GI dan hati.
Ekskresi: Melalui urin (sebagai moexiprilat, obat tidak berubah dan metabolit lain) dan feses (beberapa moexiprilat). Waktu paruh eliminasi: Sekitar 12 jam (moexiprilat).
Interaksi dengan obat lain → Efek hiperkalemia aditif dengan diuretik kalium, suplemen kalium dan obat hiperkalemia lain.
→ Pengobatan bersamaan dengan Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) mengurangi aksi hipotensi dan meningkatkan risiko nefrotoksisitas.
→ Dapat meningkatkan reaksi nitritoid emas (sodium aurothiomalate).

Berpotensi Fatal:
→ Peningkatan risiko hipotensi, hiperkalemia dan perubahan fungsi ginjal dengan aliskiren pada pasien diabetes mellitus.
Interaksi dengan makanan→ Dapat memperburuk hipertensi dengan licorice.
→ Hindari makanan-makanan herbal yang menyebabkan hipertensi seperti bayberry, blue cohosh, cabai rawit, ephedra, dan licorice.
→ Hindari produk yang mengandung kalium karena dapat meningkatkan risiko hiperkalemia.
→ Batasi asupan garam karena garam dapat mengurangi efek anti-hipertensi.
Overdosis ⇔ Gejala: Hipotensi berat, syok, pingsan, bradikardia, gangguan elektrolit dan gagal ginjal.
⇔ Cara Mengatasi:
→ Seringlah pantau kreatinin dan elektrolit serum.
→ Berikan penyerap jika obat telah dikonsumsi dalam 1 jam.
→ Pertimbangkan infus angiotensin II atau katekolamin IV.
Atropin harus digunakan dalam pengobatan bradikardia atau reaksi vagal yang luas.
→ Alat pacu jantung juga bisa dipertimbangkan.

Seputar Pertanyaan tentang Moexipril

Apa yang perlu saya ceritakan kepada dokter sebelum menggunakan Moexipril?

Katakanlah kepada dokter bila Anda memiliki gangguan kesehatan seperti penyakit ginjal (atau jika Anda sedang menjalani dialisis), gangguan hati dan jantung, gagal jantung kongestif atau jika Anda sedang menjalani diet rendah garam atau penyakit jaringan ikat seperti sindrom Marfan, sindrom Sjogren, lupus, skleroderma dan artritis reumatoid. [4,5,6]

Bagaimana seharusnya saya mengonsumsi Moexipril?

Moexipril biasanya dikonsumsi secara oral atau diminum secara langsung sebanyak satu atau dua kali sehari. Dan harus diminum pada saat perut dalam keadaan kosong atau 1 jam sebelum dan bisa 2 jam setelah makan. [7]

Apa yang perlu saya lakukan bila kehilangan satu dosis obat ini?

Minumlah dosis yang terlewat saat itu juga. Namun bila sudah tiba pada jadwal dosis berikutnya, lewati saja dosis yang terlewat lalu kembalilah ke jadwal dosis yang semula. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewat. [4,7]

Apa yang perlu saya hindari ketika selama menggunakan Moexipril?

Jangan menggunakan pengganti garam atau suplemen kalium yang diberikan kepada Anda pada saat mengonsumsi Moexipril kecuali atas perintah dokter.
Hindari bangun terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring untuk menghindari pusing atau pingsan secara tiba-tiba. [4]

Contoh Obat Moexipril (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini beberapa obat bermerek yang mengandung Moexipril; [4,5,6,7]

Brand Merek Dagang
 Univasc
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment