Olsalazine: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Olsalazine salah satu obat golongan anti-inflamasi yang digunakan dalam pengobatan radang usus terutama pada kondisi kolitis ulseratif (radang usus besar dan rektum) [2,4,5].

Olsalazine memiliki kandungan salisilat sehingga dapat digunakan sebagai anti-inflamasi khususnya pada saluran pencernaan. Selain itu, obat ini juga telah diusulkan sebagai agen antikanker spektrum luas [2,7].

Apa itu Olsalazine?

Olsalazine merupakan obat yang termasuk pada golongan obat GIT regulator, antiflatulen, dan anti-inflamasi ini dalam penggunaannya harus dibarengi dengan makanan atau digunakan setelah makan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya sakit perut [4,5].

Berikut ini merupakan informasi mengenai Olsalazine yang akan dibutuhkan sebelum penggunaan Olsalazine [2,5].

IndikasiAnti-inflamasi, Obat penyakit usus ulcerative colitis
KategoriObat Keras (Penggunaan diwajibkan dengan resep dokter)
KonsumsiDewasa
KelasGIT Regulator, Antiflatulen (anti kembung), Anti-inflamasi
BentukTablet, kapsul, gelatin coated capsule
KontraindikasiPasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap olsalazine atau obat dengan kandungan salisilat lain, inflamasi hidung yang disebabkan oleh alergi, asma, penyakit hati, penurunan fungsi ginjal, dan diare
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Paracetamol:
→ Pasien dengan penyakit asma
→ Pasien dengan alergi berat
→ Pasien dengan gangguan ginjal dan hati
→ Pasien hamil dan menyusui
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (Penggunaan dibarengi dengan makanan):
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Olopatadine

Olsalazine memiliki efek terapi maupun manfaat pada pasien dengan keluhan radang usus terutama radang usus besar dan rektum. Obat ini tidak dapat menyembuhkan radang tersebut.

Olsalazine dapat mengurangi gejalanya seperti sakit perut, diare, dan pendarahan rektal yang disebabkan oleh iritasi maupun pembengkakan dari kolon atau rektum [5].

Selain dapat digunakan dalam terapi kolitis ulseratif (radang usus besar dan rektum), terdapat pula beberapa bukti bahwa olsalazine mungkin memiliki manfaat pada pasien dengan Crohn’s disease (radang usus) yang berbeda dengan kolitis ulseratif [1].

Dosis Olsalazine

Olsalazine yang merupakan obat untuk penyakit saluran pencernaan ini hanya dapat digunakan untuk terapi oleh pasien dewasa.

Berikut ini akan diberikan penjelasan mengenai dosis Olopatadine supaya efektifitas terapi obat ini menjadi maksimal [3,5].

Dosis Olsalazine Dewasa

Oral/Diminum (Konsumsi dengan makanan):
⇔ Ulcerative colitis (Kasus ringan akut)
→ Awal penggunan: 1 gram / hari dalam dosis terbagi, kemudian ditingkatkan bertahap selama 1 minggu sesuai respon pasien
→ Dosis sekali minum Maksimum: 1 gram
→ Dosis Maksimum: 3 gram / hari dalam dosis terbagi (maksimal per dosis: 1 gram)
→ Dosis pengurangan untuk pemeliharaan: 500 mg
⇔ Dalam bentuk kapsul dan oral sebagai sodium:
→ Dipentum: 250 mg

Efek Samping Olsalazine

Setiap bahan kimia termasuk obat yang dirancang sesuai dengan kaidah kimia pasti memiliki efek samping pada tubuh, meskipun efek tersebut tidak diinginkan oleh para penggunanya.

Efek samping obat ini dapat terjadi apabila dosis pemakaian pada obat tidak tepat yaitu kemungkinan terjadinya underdose (dosis penggunaan kurang dari dosis tepat) atau overdose (dosis penggunaan terlalu besar) sehingga menimbulkan toksisitas.

Berikut ini akan dijelaskan efek samping dari olsalazine yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin ketika terjadi [3].

Efek samping yang sangat jarang terjadi (beritahu dokter segera jika anda mengalaminya):

  • Sakit punggung atau perut yang parah
  • Diare berdarah
  • Detak jantung menjadi cepat
  • Demam
  • Mual atau muntah
  • Timbul ruam pada kulit
  • Pembengkakan perut
  • Mata atau kuning menguning

Efek samping yang sering terjadi:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Kehilangan selera makan

Efek Yang Jarang Terjadi (beritahu dokter jika anda mengalaminya):

Info Efek olsalazine Tenaga Medis: 

Berikut merupakan beberapa efek samping dari olsalazine yang cukup diperlukan bagi tenaga medis

  • Umum:
    • Diare
    • Sakit perut
    • Kram
    • Mual
    • Sakit kepala
  • Gastrointestinal
    • Sangat umum (10% atau lebih): Diare (mencapai 17%), sakit perut (mencapai 10,1%), kram (10,1%)
    • Umum (1% hingga 10%): Perut kembung, sakit perut (mulas), tinja encer, mual, pendarahan rektal, stomatitis, sakit perut, muntah
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Dispepsia
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Sakit perut bagian atas, diare disertai dengan dehidrasi, mulut kering, ketidaknyamanan ulu hati, gejala eksaserbasi / flare, perut kembung, peningkatan darah pada tinja, pankreatitis, ketidaknyamanan rektal
  • Sistem Saraf
    • Umum (1% hingga 10%): Pusing, sakit kepala, pusing, vertigo
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Paresthesia
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Mengantuk, lesu, neuropati sistem saraf tepi, tremor
  • Dermatologis
    • Umum (1% hingga 10%): Timbul gatal dan ruam pada kulit
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Alopecia (kebotakan atau kerontokan rambut), reaksi fotosensitifitas / fotosensitifitas, pruritus (sensasi gatal), urtikaria
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Eritema, eritema nodosum
  • Psikiatrik
    • Umum (1% hingga 10%): Depresi dan insomnia
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Iritabilitas, suasana hati mudah berubah
  • Muskuloskeletal
    • Umum (1% hingga 10%): Arthralgia, nyeri sendi
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Mialgia
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Kram otot
  • Pernapasan
    • Umum (1% hingga 10%): Infeksi saluran pernapasan atas
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Dispnea (sesak napas)
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Bronkospasme, penyakit paru / penyakit paru interstisial, sesak napas
  • Metabolik
    • Umum (1% hingga 10%): Anoreksia
    • Laporan pascapemasaran: Elevated lactate dehydrogenase (LDH)
  • Hepatik (Hati)
    • Tidak umum (0,1% hingga 1%): Peningkatan enzim hati
    • Jarang terjadi (0,01% hingga 0,1%): Hepatitis granulomatosa, hepatitis nonspesifik, reaktif
    • Frekuensi tidak dilaporkan: ALT (Alanin transaminase) meningkat di luar kisaran normal, AST (Aspartate aminotransferase) meningkat di luar kisaran normal, hepatitis, peningkatan bilirubin, hepatitis kolestatik ringan
    • Laporan pascapemasaran: ikterus kolestatik, sirosis, peningkatan fosfatase alkali, peningkatan GGT, perubahan fungsi hati, kerusakan hepatoseluler, hepatotoksisitas, penyakit kuning, gagal hati, nekrosis hati
  • Lain-lain
    • Kurang umum terjadi (0,1% hingga 1%): Pireksia (kenaikan suhu tubuh atau demam)
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Menggigil, kelelahan, demam, efek samping lain-lain, tinnitus (telinga berdering)
  • Genitourinari
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Disuria (nyeri saat buang air kecil), frekuensi / frekuensi kencing, hematuria (kencing disertai darah), impotensi, menorrhagia, proteinuria
  • Okuler
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Penglihatan kabur, mata kering, mata berair
  • Ginjal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Nefritis interstisial, sindrom nefrotik
  • Hipersensitivitas
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Edema angioneurotik

Detail Olsalazine

Sebelum menggunakan atau merekomendasikan olsalazine, perlu diketahui beberapa informasi mengenai obat ini supaya efek terapi obat ini menjadi tepat guna.

Oleh karena itu, di bawah ini akan dijelaskan beberapa detail dari olsalazine [2,3,4].

PenyimpananTablet dan kapsul:
→ Simpan pada suhu antara 20-25 ° C.
→ Jangan disimpan di dalam freezer
→ Lindungi dari suhu lembab maupun suhu yang terlalu panas
→ Simpan olopatadine pada tempat yang aman baik dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan
→ Buang obat yang tidak terpakai maupun obat yang telah kadaluwarsa
Cara Kerja Deskripsi: Olsalazine merupakan obat turunan mesalazine [asam 5-aminosalisilat (5-ASA)]. Belum diketahui mekanisme kerja yang tepat dari olsalazine namun obat ini diperkirakan dapat mengurangi peradangan dengan cara memblokir jalur siklooksigenase dan lipoksigenase sehingga menghambat produksi prostaglandin dan leukotrien di usus besar; aksinya lebih condong ke arah topikal dibandingkan sistemik.
⇔ Farmakokinetik
Penyerapan: Sekitar 2,4% diserap dari saluran pencernaan; 98-99% mencapai usus besar. Waktu olsalazine untuk mencapai konsentrasi plasma puncak: Dapat diperkirakan 1 jam.
Distribusi: Memasuki ASI (5-ASA). Ikatan dengan protein plasma sekitar > 99% (olsalazine-S), 74% (5-ASA), 81% (N-acetyl-5-ASA).
Metabolisme: Olsalazine yang diserap (kira-kira 2% dari dosis) sebagian dimetabolisme di hati melalui konjugasi sulfat menjadi olsalazine-O-sulfat (olsalazine-S), sementara sebagian besar dosis (98-99%) melewati usus besar utuh dan dibelah oleh flora usus untuk membentuk 2 molekul mesalazine (5-ASA), dan dimetabolisme lebih lanjut di epitel hati dan kolon melalui N-asetilasi untuk membentuk asam N-asetil-5-aminosalisilat (Ac-5-ASA).
Ekskresi
Olsalazine Sodium: Terutama melalui urin.
Mesalazine: Terutama melalui feses (sebagai Ac-5-ASA); urin (20-30%, terutama sebagai Ac-5-ASA dan 1-2% sebagai obat tidak berubah).
Waktu paruh eliminasi: 7 hari (olsalazine-S).
Interaksi dengan obat lain → Penggunaan bersamaan dengan LMWH atau heparinoid menyebabkan peningkatan risiko pendarahan
→ Penggunaan bersamaan dengan tioguanin dan 6-merkaptopurin menyebabkan peningkatan risiko mielosupresi
→ Penggunaan bersamaan dengan vaksin varicella menyebabkan peningkatan risiko berkembangnya sindrom Reye. Saran: Hindari pemberian olsalazine dalam 6 minggu vaksinasi
→ Penggunaan bersamaan dengan beberapa obat seperti adefovir, amikacin, dan amfoterisin B menyebabkan peningkatan masalah ginjal
→ Penggunaan bersamaan dengan abacavir menyebabkan penurunan tingkat ekskresi abacavir sehingga menghasilkan tingkat serum yang lebih tinggi
→ Penggunaan bersamaan dengan Trilostane menyebabkan kenaikan tingkat risiko atau keparahan dari iritasi gastrointestinal
→ Penggunaan bersamaan dengan tioguanin dapat menyebabkan kenaikan efek dari tioguanin
→ Penggunaan bersamaan dengan mercaptopurine menyebabkan kenaikan efek mercaptopurine
Interaksi dengan makananUntuk saat ini belum terdapat penelitian dan kasus lebih lanjut mengenai interaksi olsalazine dengan makanan
Overdosis ⇔ Gejala: Mual, muntah, dan diare
⇔ Cara Mengatasi: Berikan perawatan yang mendukung kurangnya gejala
Pengaruh pada hasil labSejauh ini belum ada penelitian maupun kejadian adanya pengaruh olsalalazine pada hasil laboratorium

Pertanyaan Seputar Olsalazine

Obat mana yang memiliki fungsi seperti Olsalazine?

Sulfalazine, namun Sulfalazine sendiri bukanlah obat yang cukup ampuh dalam perawatan kolitis ulserativa yang bersifat aktif dan jauh kurang efektif dibandingkan dengan obat golongan kortikosteroid [8].

Efek samping apa yang paling sering muncul ketika menggunakan Olsalazine?

Efek samping yang paling umum terjadi pada pengguna olsalazine adalah diare. Menurut beberapa studi dan penelitian, frekuensi munculnya efek samping diare adalah sebesar 12% atau lebih [6].

Apakah olsalazine diperbolehkan untuk dikonsumsi pasien hamil dan menyusui?

Kategori olsalazine untuk ibu hamil dan menyusui adalah kategori C. Obat dengan kategori ini dapat memberikan efek buruk pada janin, namun penelitian pada manusia masih belum memadai. Saran yang dapat diberikan adalah sesuaikan dengan petunjuk dokter.

Apa informasi yang harus saya berikan kepada dokter sebelum menggunakan olsalazine?

Sebelum menggunakan olsalazine, berikan informasi berikut ini kepada dokter atau petugas kesehatan yang menangani anda [3].
– Adanya beberapa penyakit seperti asma atau alergi, gangguan ginjal, dan gangguan hati
– Telah menerima vaksin cacar (varicella dan varivax) dalam rentang waktu penggunaan 6 minggu ketika menggunakan olsalazine
– Pasien hamil atau pasien yang berencana hamil

Apakah pasien menyusui boleh mengonsumsi olsalazine?

Tidak.

Bagaimana jika penggunaan olsalazine terlewat satu dosis?

Apabila Anda melewatkan dosis untuk penggunaan olsalazine, segera konsumsi olsalazine tanpa menggunakan dosis ekstra dan apabila mendekati waktu dosis konsumsi berikutnya, gunakan olsalazine sesuai dengan jadwal maupun dosisnya [3].

Apakah setelah penggunaan olsalazine boleh melakukan pekerjaan berat atau berkendara?

Olsalazine dapat menyebabkan sakit kepala (pusing) dan atau menyebabkan penglihatan kabur. Apabila terjadi efek samping tersebut, tidak disarankan untuk berkendara maupun melakukan pekerjaan berat [4].

Bagaimana jika pasien tidak toleran terhadap olsalazine?

Apabila pasien tidak toleran dengan olsalazine, maka dosis pemberian harus dikurangi (disesuaikan). Sebelum menggunakan, konsultasikan kepada dokter maupun petugas kesehatan Anda [3].

Contoh Obat Olsalazine (Merek Dagang) di Pasaran

Apabila sulit menemui olsalazine di pasaran, berikut ini akan kami berikan informasi mengenai beberapa obat merek dagang dari olsalazine yang mengandung bahan aktif dari obat tersebut [3].

Brand Merek Dagang
Dipentum
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment