Modafinil: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Modafinil kerapkali digunakan untuk mengurangi rasa kantuk yang ekstrem akibat gangguan narkolepsi, sleep apnea, hipersomnia dan gangguan tidur lainnya. [4, 5]

Selain itu, Modafinil juga dapat dimanfaatkan oleh mereka yang tidak memiliki rutinitas tidur yang pasti (tidak normal) karena jam kerja, (pekerja shift misalnya) dengan tujuan untuk menjaga mata agar tetap terjaga (tidak mengantuk) selama jam kerja berlangsung. [5]

Apa itu Modafinil?

Modafinil adalah obat stimulan yang bekerja dengan mengubah zat alami dalam otak yang mengatur siklus tidur-bangun seseorang. [2, 4]

Sehingga mengonsumsi obat ini bertujuan untuk mengontrol atau menyesuaikan jam tidur bagi mereka yang mengalami perubahan jam tidur atau untuk mencegah gejala penyebab gangguan tidur seperti narkolepsi, sleep apnea, hipersomnia dan gangguan tidur lainnya. [3, 4, 5]

Penjelasan terkait, perhatikan tabel berikut ini: [1]

IndikasiObat gangguan narkolepsi, sleep apnea dan gangguan tidur lainnya seperti kerja sihift
KategoriObat Resep
KonsumsiDewasa dan lansia
KelasObat Susuna Saraf Pusat (SSP)
BentukKaplet
Kontraindikasi→ Pasien dengan gangguan hipertensi sedang hingga berat.
→ Pasien dengan gangguan aritmia jantung.
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Modafinil:
→ Pasien dengan riwayat gangguan kejiwaan seperti psikosis, depresi, mania, kegelisahan besar, agitasi dan insomnia.
→ Pasien dengan riwayat ketergantungan alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan atau zat-zat terlarang.
→ Pasien dengan gangguan penyakit kardiovaskluar seperti riwayat serangan jantung, angina dan penyakit arteri koroner.
→ Pasien dengan gangguan ginjal berat dan hati.
→ Pasien lansia.
→ Ibu hamil dan menyusui.
Kategori Obat pada Kehamilan & MenyusuiCara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (Diminum):
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Modafinil

Modafinil dimanfaatkan untuk mencegah atau mengurangi rasa kantuk yang berlebihan akibat adanya gangguan narkolepsi, sleep apnea, hipersomia, para pekerja shift dan gangguan tidur lainnya. [2, 3, 4, 5]

Obat ini juga dimafaatkan untuk mengontrol jam tidur Anda sesuai dengan keadaan (jam kerja) Anda karena obat ini dapat membuat mata Anda tetap terjaga selama jam kerja berlangsung. [4, 5]

Perlu diperhatikan bahwa Modafinil tidak diindikasikan untuk menyembuhkan gangguan tidur dan mungkin juga bukan obat yang tepat untuk menghilangkan semua masalah gangguan tidur Anda. [5]

Sehingga sangat disarankan agar tidak menggunakan obat ini untuk mencegah kecapean, kelelahan atau menunda jam tidur jika Anda tidak mengalami gangguan untuk tidur. [5]

Obat ini sangat tidak direkomendasikan pada pasien dengan riwayat hipertrofi ventrikel kiri atau cor pulmonale, dan pada pasien dengan riwayat prolaps katup mitral yang diinduksi oleh penggunaan stimulan SSP. [1]

Dosis Modafinil

Modafinil diresepkan kapada pasien dewasa dan lansia melalui pemberian oral. Terkhusus untuk pasien lansia, harap mengikuti petunjuk dokter dengan saksama perihal dosis penggunaan obat ini. [1]

Dosis Dewasa

Narkolepsi dan sleep apnea

Oral/Diminum

→ Awalnya, 200 mg diminum setiap hari sebagai dosis tunggal di pagi hari atau dalam 2 dosis terbagi di pagi dan siang hari.
→ Dosis hingga 400 mg setiap hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi dapat diberikan jika respon obat tidak mencukupi.
Gangguan tidur shift-kerja

Oral/Diminum

→ 200 mg setiap hari sebagai dosis tunggal sekitar 1 jam sebelum dimulainya shift kerja.

Dosis Lansia

Narkolepsi dan sleep apnea

Oral/Diminum

→ Awalnya, 100 mg setiap hari.
Gangguan tidur shift-kerja

Oral/Diminum

→ Awalnya, 100 mg setiap hari.

Efek Samping Modafinil

Efek samping yang ditimbulkan oleh Modafinil bisa bermacam-macam. Beberapa pasien mungkin saja tidak mengalami efek samping berikut, namun beberapa pasien mungkin akan mengalami efek samping berikut secara ringan hingga berat. Segera hubungi dokter atau ke klinik terdekat bila beberapa efek samping berikut ini terjadi dan mengganggu Anda: [4, 5]

Jarang atau kurang umum:

  • BAB hitam atau kering.
  • Penglihatan kabur atau perubahan penglihatan lainnya.
  • Nyeri dada.
  • Menggigil atau demam.
  • Mengalami kebingungan.
  • Pusing.
  • Rasa haus dan buang air kecil meningkat.
  • Depresi mental.
  • Masalah dengan memori.
  • Suasana hati yang berubah dengan cepat.
  • Sesak napas.
  • Sakit tenggorokan.
  • Badan gemetar atau bergetar.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Mengalami pendarahan atau memar yang tidak biasa.
  • Merasakan kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa.

Selain itu, terdapat pula gejala-gejala lain yang tidak perlu tanganan medis atau dokter, hal ini kemungkinan karena hanya sekedar reaksi penyesuaian tubuh terhadap obat yang sedang dikonsumsi sehingga lambat-laun akan hilang dengan sendirinya. Namun demikian, hubungi dokter atau pergi ke klinik terdekat bila gejala berikut ini terus berlanjut: [4]

Lebih umum atau seringkali dilaporkan:

Kurang umum atau jarang dilaprokan:

Info Efek Samping Tenaga Medis: [5]

  • Sistem saraf
    • Sangat umum (10% atau lebih): Sakit kepala (hingga 34%)
    • Umum (1% hingga 10%): Pusing, paresthesia, somnolence, tremor, pengecapan rasa, vertigo, orofacial dikinesia, hiperkinesia, hipertensi.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Amnesia, migrain, stimulasi SSP, inkoordinasi, kelainan gerak, kelainan bicara, hipoestesi
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Tardive dyskinesia, kejang-kejan.g
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Kelumpuhan otot.
  • Saluran pencernaan
    • Sangat umum (10% atau lebih): Mual (hingga 11%).
    • Umum (1% hingga 10%): Diare, mulut kering, pencernaan yang terganggu, sembelit, perut kembung, sariawan, sakit perut.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Refluks, muntah, disfagia, glositis.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Abses periodontal.
  • Umum
    • Perkembangan reaksi yang merugikan (kulit dan hipersensitivitas, sistem saraf pusat (SSP), psikiatrik, dan kardiovaskular) tampaknya terkait dengan dosis yang lebih tinggi; reaksi kardiovaskular dan SSP meningkat secara signifikan setelah dosis harian total lebih dari 400 mg.
  • Kardiovaskular
    • Umum (1% hingga 10%): Palpitasi, nyeri dada, hipertensi, takikardia, vasodilatasi.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Ekstrasistol, aritmia, bradikardia, hipotensi, perubahan gelombang T iskemik transien sementara, EKG abnormal.
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Tekanan darah meningkat.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Asystole.
  • Dermatologis
    • Umum (1% hingga 10%): Berkeringat dan herpes simpleks.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Ruam, jerawat dan pruritus.
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Eksim.
  • Genitourinari
    • Umum (1% hingga 10%): Kelainan urin, hematuria, piuria.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Frekuensi urin.
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Urin memiliki bau.
  • Hematologi
    • Umum (1% hingga 10%): Eosinofilia.
  • Hati
    • Umum (1% hingga 10%): Peningkatan gamma-glutamyltransferase, peningkatan alkali fosfatase, fungsi hati abnormal, peningkatan enzim hati dan eosinofilia.
  • Hipersensitif
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Reaksi hipersensitivitas multi-organ, urtikaria (gatal-gatal), angioedem dan anafilaksis.
  • Metabolik
    • Umum (1% hingga 10%): Anoreksia, haus dan nafsu makan menurun.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Hiperkolesterolemia, hiperglikemia, diabetes melitus, peningkatan nafsu makan, peningkatan berat badan, penurunan berat badan.
  • Muskuloskeletal
    • Umum (1% hingga 10%): Nyeri punggung dan kekakuan leher.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Nyeri leher, mialgia, mastenia, kram kaki, artralgia, kedutan, radang sendi.
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Kelemahan otot.
  • Mata
    • Umum (1% hingga 10%): Penglihatan abnormal, penglihatan kabur, ambliopia, sakit mata.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Mata kering.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Konjungtivitis.
  • Lain
    • Umum (1% hingga 10%): Menggigil, edema, asthenia, sindrom flu, haus.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Edema perifer dan gangguan menstruasi.
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Toleransi, kondisi buruk, malaise, kelelahan.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Infeksi, nyeri, cedera tak disengaja, demam, infeksi virus, gangguan gigi, hipotermia dan sakit telinga.
  • Psikiatrik
    • Umum (1% hingga 10%): Insomnia, kegelisahan, depresi, agitasi, gugup, kebingungan, emosi stabil, berpikir abnormal dan mudah marah.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Gangguan tidur, penurunan libido, permusuhan, depersonalisasi, gangguan kepribadian, mimpi abnormal, agresi, ide bunuh diri, hiperaktif psikomotor.
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Halusinasi, mania, psikosis, delusi, percobaan bunuh diri.
  • Pernafasan
    • Umum (1% hingga 10%): Rinitis, faringitis, kelainan paru-paru, asma, epistaksis.

Detail tentang Modafinil

Berikut ini adalah uraian detail tentang Modafinil. Pokok-pokok uraian seperti tampak pada tabel: [1, 3]

Penyimpanan → Simpan antara 20-25 ° C.
→ Jangan simpan di freezer.
→ Lindungi dari cahaya dan kelembaban.
Cara KerjaDeskripsi: Modafinil adalah obat stimulan yang bekerka secara selektif menghambat reuptake dopamin dan noradrenalin. Meskipun, mekanisme kerjanya yang tepat tidak jelas, tampaknya obat ini memberikan efek stimulan dengan mengurangi neurotransmisi yang dimediasi asam gamma-aminobutirat (GABA).

⇔ Farmakokinetik:
Penyerapan: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu untuk memuncak konsentrasi plasma: 2-4 jam.
Distribusi: Volume distribusi: 0,9 L/kg. Ikatan protein plasma: Sekitar 60%, terutama untuk albumin.
Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati oleh enzim CYP3A4 dan CYP3A5 untuk membentuk 2 metabolit utama, modafinil asam dan modafinil sulfon (keduanya tidak aktif).
Ekskresi: Melalui urin (80% sebagai metabolit, <60> 10% sebagai obat tidak berubah); faeces (1%). Waktu paruh eliminasi: Kira-kira 15 jam.
Interaksi dengan obat lain→ Konsentrasi plasma yang diubah dengan induser CYP3A4 seperti carbamazepine, phenobarbital, rifampicin dan inhibitor CYP3A4 seperti ketoconazole, itraconazole.
→ Penurunan pembersihan fenitoin, warfarin, diazepam, propranolol dan omeprazole.
→ Mengurangi efektivitas kontrasepsi steroid.
Interaksi dengan makananKafein dapat meningkatkan efek samping dari obat ini. Hindari meminum banyak minuman yang mengandung kafein (seperti kopi, teh, cola), makan 
cokelat dalam jumlah besar, atau mengonsumsi produk-produk lainnya yang mengandung kafein.
Overdosis ⇔ Gejala: Insomnia, gelisah, disorientasi, kebingungan, agitasi, kecemasan, eksitasi, halusinasi, mual, diare, takikardia, bradikardia, hipertensi dan nyeri dada.
⇔ Cara Mengatasi:
→ Berikan induksi emesis atau lakukan bilas lambung.
→ Pantau status psikomotor dan status kardiovaskular.

Seputar Pertanyaan tentang Modafinil

Apa yang perlu saya beritahukan kepada dokter sebelum menggunakan Modafinil?

Katakanlah kepada dokter bila Anda memiliki kondisi berikut ini, angina (nyeri dada), sirosis atau masalah hati lainnya, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat serangan jantung, penyakit sikosis, riwayat kecanduan alkohol atau kecanduan narkoba. Katakanlah pula bila Anda sedang hamil, menyusui atau sedang berencana untuk hamil. [1,4]

Bagaimana seharusnya saya mengonsumsi Modafinil?

Minumlah obat ini sesuai petunjuk dokter. Modafinil biasanya diminum setiap pagi untuk mencegah kantuk di siang hari, atau 1 jam sebelum dimulainya shift kerja agar tetap terjaga pada waktu kerja. Obat biasanya diminum dengan atau tanpa makanan selama kurang lebih 12 minggu. Jangan melebihi dosis dan batas waktu penggunaan obat ini. [4]

Apa yang perlu saya lakukan bila kehilangan satu dosis obat ini?

Bicarakan dengan dokter tentang apa yang harus dilakukan jika Anda melewatkan satu dosis Modafinil. Hindari minum obat ini jika Anda tidak berencana untuk tidak tidur selama beberapa jam. Lewati dosis yang terlewat jika hampir waktunya tidur. Jangan minum obat tambahan untuk mengganti dosis yang terlewat. [4]

Apakah obat Modafinil bisa membentuk kebiasaan?

Modafinil mungkin bisa membentuk kebiasaan, sehingga jangan pernah membagikan obat ini kepada orang lain, terutama seseorang dengan riwayat penyalahgunaan atau kecanduan narkoba. Simpan obat di tempat yang tidak bisa dijangkau orang lain. Menjual atau memberikan Modafinil dianggap melanggar undang-undang dan dapat dikenakan sanksi hukum. [4]

Apa yang perlu saya hindari ketika selama menggunakan Modafinil?

Hindari meminum minuman beralkohol dan melakukan aktivitas yang mengharuskan Anda membutuhkan fokus atau konsentrasi yang lebih karena obat ini diyakini sangat mempengaruhi konsentrasi dan reaksi Anda. [4]

Contoh Obat Modafinil (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini obat bermerek yang mengandung Modafinil; [3,4]

Brand Merek Dagang
Provigil
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment