Omeprazole: Manfaat – Dosis, dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Omeprazole merupakan obat golongan proton pump inhibitor (PPI) yang secara kuat mampu menghambat sekresi asam lambung sehingga kecil kemungkinan terjadinya iritasi dan inflamasi saluran pencernaan [9].

Perlu diketahui bahwa omeprazole bukan merupakan obat terapi pilihan pertama untuk pengobatan heartburn (rasa panas pada dada yang disebabkan oleh asam lambung). Obat ini juga dapat menyebabkan gejala baru lupus atau keadaan lupus yang memburuk [2].

Apa Itu Omeprazole?

Omeprazole adalah obat saluran pencernaan terutama lambung yang mampu menangani beberapa penyakit saluran pencernaan seperti penyakit gastroesophageal reflux (GERD), tukak duodenum, esofagitis, erosif, dan gangguan terkait asam pada saluran pencernaan lainnya [7].

Guna menjadikan efek terapi omeprazole tepat guna, berikut ini akan dijelaskan beberapa informasi yang akan dibutuhkan sebelum menggunakan omeprazole [1,2,3].

Indikasi Obat Maag (PPI)
Kategori OTC (Obat bebas) dan Obat resep
Konsumsi Anak-anak dan dewasa
Kelas Antasida, Agen Antireflux, Antiulcerant, PPI (Proton Pump Inhibitor), Benzimidazole Tersubtitusi
Bentuk Kapsul, Injeksi, Suspensi oral, Serbuk
Kontraindikasi → Penggunaan bersamaan dengan nelfinavir
→ Pasien yang alergi terhadap obat-obatan seperti omeprazole, seperti esomeprazole, lansoprazole, pantoprazole, rabeprazole, Nexium, Prevacid, Protonix, dan lainnya
→ Pasien yang mengonsumsi obat HIV yang mengandung rilpivirine (seperti Complera, Edurant, Odefsey, Juluca)
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Omeprazole:
→ Pasien dengan simpanan nutrisi tubuh yang berkurang atau faktor risiko untuk penyerapan vitamin B12 yang berkurang
→ Pasien dengan risiko osteoporosis
→ Pasien dengan gangguan hati dan orang tua
→ Pasien hamil dan menyusui
→ Pasien yang memiliki metabolisme ultrarapid CYP2C19
→ Pasien yang memiliki masalah atau rasa sakit saat menelan
→ Pasien dengan keluhan perut mulas yang telah berlangsung selama lebih dari 3 bulan
→ Pasien yang sering nyeri dada, mulas disertai mengi
→ Pasien dengan penurunan berat badan yang tidak biasa
→ Pasien dengan penyakit liver
→ Pasien dengan tingkat magnesium dalam darah yang rendah
→ Pasien osteoporosis atau kepadatan mineral tulang yang rendah (osteopenia)
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (Diminum):
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Omeprazole

Omeprazole dapat digunakan dalam penyakit yang berkaitan dengan pencernaan. Berikut ini merupakan contoh penyakit pencernaan yang dapat teratasi oleh pemberian omeprazole [1,2,4,6,8].

  • Penyakit GERD dengan gejala seperti sakit maag kronis, regurgitasi, nyeri dada, mual, dan lainnya
  • Esofagitis eosinofilik
  • Tukak lambung
  • Heartburn (hanya boleh menggunakan omeprazole OTC)
  • Sindrom Zollinger-Ellison
  • Ulkus duodenum aktif (pasien dewasa)
  • Kondisi hipersekresi asam
  • Pemberantasan bakteri Helicobacter pylori (pasien dewasa)
  • Mencegah terjadinya kanker pada esofagus
  • Profilaksis aspirasi pasien yang menjalani anestesi
  • Dispepsia fungsional (idiopatik, non-ulkus)
  • Ulkus peptikum

Dosis Omeprazole

Omeprazole yang berfungsi sebagai obat saluran pencernaan ini dapat digunakan baik oleh pasien dewasa maupun anak-anak.

Berikut ini akan diberikan penjelasan mengenai dosis Omeprazole supaya efektifitas terapi obat ini menjadi maksimal [2,3].

Dosis Omeprazole Dewasa

Duodenal Ulcer / Luka Duodenum (Luka Usus
12 Jari)

⇔ Penggunaan: Pengobatan jangka pendek untuk ulkus duodenum (luka usus 12 jari) aktif
→ Dosis: 20 mg secara oral 1 x sehari
→ Durasi terapi: 4 minggu
→ Catatan: Jika pasien tidak sembuh total setelah 4 minggu, pemberian omeprazole dilanjutkan selama 4 minggu lagi
Infeksi Bakteri Helicobacter pylori
→ Terapi ganda: 40 mg per oral 1 x sehari diminum bersamaan dengan klaritromisin
→ Durasi terapi: 14 hari
→ Terapi rangkap tiga: 20 mg per oral 2 x sehari
diminum bersamaan dengan amoksisilin dan
klaritomisin
→ Durasi terapi: 10 hari
Gastric Ulcer (Tukak Lambung)
⇔ Penggunaan: Pengobatan jangka pendek tukak lambung jinak aktif
→ Dosis: 40 mg per oral 1 x sehari
→ Durasi terapi: 4-8 minggu
Esofagitis Erosif
→ Dosis: 20 mg per oral 1 x sehari
→ Dosis pemeliharaan: 20 mg per oral 1 x sehari
→ Durasi terapi: 4-8 minggu
Kondisi Hipersekresi Patologis
→ Dosis (Oral): 60 mg per oral 1 x sehari
→ Dosis (Injeksi): 40 mg 1 x sehari diberikan melalui infus selama 20-30 menit sampai pemberian oral memungkinkan
→ Dosis Maksimum: 360 mg/hari (120 mg per oral 3 x sehari)
Gastroesophageal Reflux
⇔ Penggunaan: Pengobatan perut mulas dan gejala lain yang berhubungan dengan GERD
→ Dosis: 20 mg per oral 1 x sehari
→ Durasi terapi: Hingga 4 minggu
Dispepsia
→ Dosis: Formulasi OTC (Obat Bebas) sebanyak 20 mg per oral 1 x sehari pada pagi hari
→ Durasi terapi: 14 hari
Luka (Ulser) Terkait NSAID
⇔ Oral
→ Dosis: 20 mg 1 x sehari selama 8 minggu
→ Dosis pemeliharaan: 20 mg 1 x sehari
Sindrom Zollinger-Ellison
⇔ Injeksi
→ Pemberian awal sebanyak 60 mg / hari via infus selama 20-30 menit, sesuaikan dosis sesuai respon
→ Dosis harian > 60 mg harus diberikan dalam 2 dosis terbagi
⇔ Oral
→ Pemberian awal 60 mg / hari, sesuaikan sesuai kebutuhan
→ Dosis biasa: 20-120 mg sehari
→ Dosis > 80 mg harus diberikan dalam 2 dosis terbagi.
⇔ Pada Pasien Gagal Hati
→ 10-20 mg per hari

Dosis Omeprazole Anak

Esofagitis Erosif
⇔ Usia 1 bulan hingga kurang dari 1 tahun:
→ Berat 3 sampai kurang dari 5 kg: 2,5 mg diminum 1 x sehari
→ Berat 5 sampai kurang dari 10 kg: 5 mg secara oral 1 x sehari
→ Berat 10 kg dan lebih: 10 mg diminum 1 x sehari
→ Durasi terapi: Hingga 6 minggu
⇔ Usia 1-16 tahun
→ Berat 5 sampai kurang dari 10 kg: 5 mg secara oral 1 x sehari
→ Berat 10 sampai kurang dari 20 kg: 10 mg secara oral 1 x sehari
→ Berat 20 kg atau lebih: 20 mg diminum 1 x sehari
→ Durasi terapi: 4-8 minggu
⇔ Usia 16-18 tahun
→ 20 mg secara oral 1 x sehari
→ Durasi terapi: 4-8 minggu
Dosis Pemeliharaan
⇔ Usia 1-16 tahun
→ Berat 5 sampai kurang dari 10 kg: 5 mg secara oral 1 x sehari
→ Berat 10 sampai kurang dari 20 kg: 10 mg secara oral 1 x sehari
→ Berat 20 kg atau lebih: 20 mg diminum x sehari
⇔ Usia 16-18 tahun
→ 20 mg secara oral 1 x sehari
Penyakit Refluks Gastroesofageal
⇔ Usia 1-16 tahun
→ Berat 5 sampai kurang dari 10 kg: 5 mg secara oral sekali sehari
→ Berat 10 sampai kurang dari 20 kg: 10 mg secara oral sekali sehari
→ Berat 20 kg atau lebih: 20 mg diminum sekali sehari
→ Durasi terapi: Hingga 4 minggu
⇔ Usia 16-18 tahun
→ 20 mg secara oral 1 x sehari
→ Durasi terapi: Hingga 4 minggu

Efek Samping Omeprazole

Setiap bahan kimia termasuk obat yang dirancang sesuai dengan kaidah kimia pasti memiliki efek samping pada tubuh, meskipun efek tersebut tidak diinginkan oleh para penggunanya.

Efek samping obat ini dapat terjadi apabila dosis pemakaian pada obat tidak tepat yaitu kemungkinan terjadinya underdose (dosis penggunaan kurang dari dosis tepat) atau overdose (dosis penggunaan terlalu besar) sehingga menimbulkan toksisitas.

Berikut ini akan diberikan beberapa efek samping akibat penggunaan omeprazole [2].

Efek samping yang sangat jarang terjadi (beritahu dokter segera jika anda mengalaminya):

  • Sakit pada punggung, kaki, atau perut
  • Pendarahan atau luka pengerasan kulit di bibir
  • Timbul lecet
  • Urin keluar bersama darah atau berwarna keruh
  • Tubuh panas dingin
  • Timbul bisul atau luka secara kontinyu di mulut
  • Sulit buang air kecil dan timbul rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil
  • Demam
  • Sering buang air kecil
  • Ada perasaan umum tidak nyaman atau sakit
  • Gatal dan ruam pada kulit
  • Nyeri sendi
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri otot atau kram
  • Mata merah atau iritasi
  • Kulit menjadi kemerahan, nyeri tekan, gatal, terbakar, atau mengelupas pada kulit
  • Sakit tenggorokan
  • Terbentuk luka, bisul, atau bintik-bintik putih di bibir, di mulut, atau di alat kelamin
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa
  • Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa

Insiden yang tidak diketahui:

  • Kulit melepuh, mengelupas, atau mengendur
  • Rasa mengantuk
  • Detak jantung menjadi cepat atau tidak teratur
  • Perubahan mood dan mental
  • Kejang otot (tetani) atau kejang berkedut
  • Mual
  • Lesi kulit berwarna merah, seringkali dengan bagian tengah berwarna ungu
  • Mata merah dan iritasi
  • Tubuh gemetar
  • Muntah

Gejala Overdosis (dapatkan bantuan darurat segera jika mengalami salah satu dari gejala overdosis berikut):

  • Penglihatan menjadi kabur
  • Adanya rasa kebingungan
  • Kekeringan pada mulut
  • Beberapa bagian tubuh seperti pipi memerah
  • Sakit kepala
  • Berkeringat semakin banyak

Informasi Efek Omeprazole bagi Tenaga Medis :

Berikut ini merupakan beberapa efek samping dari omeprazole yang akan diperlukan bagi tenaga medis.

  • Umum
    • Sakit kepala
    • Sakit perut
    • Mual
    • Diare
  • Lain
    • Infeksi telinga (paling sering terjadi pada pasien usia 1 bulan sampai kurang dari 1 tahun)
    • Demam (paling sering terjadi pada pasien berusia 1 sampai kurang dari 2 tahun)
    • Cedera (paling sering terjadi pada pasien berusia 2-16 tahun)
    • Sangat umum (10% atau lebih): Demam (mencapai 33%), infeksi telinga (mencapai 22%)
    • Umum (1% hingga 10%): Cedera karena kecelakaan, astenia (lelah kronik)
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Malaise
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Peningkatan suhu tubuh
    • Laporan pascapemasaran: Nyeri, kelelahan, tinnitus (telinga berdering)
  • Pernapasan
    • Sangat umum (10% atau lebih): Reaksi sistem pernapasan (hingga 75%)
    • Umum (1% hingga 10%): Batuk, nyeri faringitis / faring, rinitis, infeksi saluran pernapasan atas
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Bronkospasme (asma)
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Dispnea
    • Laporan pascapemasaran: Epistaksis (mimisan)
  • Sistem Saraf
    • Sakit kepala ringan: terjadi terutama pada pasien yang sakit parah atau lanjut usia.
    • Gangguan rasa: biasanya teratasi saat pengobatan dihentikan.
    • Penyimpangan rasa: paling sering terjadi pada pasien yang diberi pengobatan bersamaan dengan klaritromisin.
    • Ensefalopati hati: terjadi pada pasien dengan penyakit hati yang sudah ada sebelumnya.
    • Sangat umum (10% atau lebih): Penyimpangan rasa (hingga 15%)
    • Umum (1% hingga 10%): Pusing, mengantuk, sakit kepala
    • Tidak umum (0,1% hingga 1%): Paresthesia (kesemutan), gangguan rasa, vertigo
    • Sangat jarang (0,01% sampai 0,1%): Ensefalopati hati, kepala terasa ringan
    • Laporan pascapemasaran: Tremor
  • Gastrointestinal
    • Gastritis nekrotik hemoragik: pada pasien anak-anak.
    • Diare: paling sering terjadi pada pasien yang diberikan pengobatan bersamaan dengan klaritromisin dan amoksisilin.
    • Polip kelenjar fundus lambung jinak: reversibel ketika omeprazol dihentikan.
    • Sangat umum (10% atau lebih): Diare (Mencapai 14%)
    • Umum (1% hingga 10%): Sakit perut, regurgitasi asam, polip kelenjar fundic jinak, sembelit, perut kembung, mual, perubahan warna lidah, muntah
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Mulut kering, kandidiasis gastrointestinal, kolitis mikroskopis, stomatitis
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Dispepsia, gastritis nekrotik hemoragik
    • Laporan pascapemasaran: Perut bengkak, diare terkait Clostridium difficile, kandidiasis esofagus, perubahan warna tinja, polip kelenjar fundus, usus besar mudah teriritasi, atrofi mukosa lidah, pankreatitis (terkadang fatal)
  • Dermatologis
    • Umum (1% hingga 10%): Ruam
    • Tidak umum (0,1% hingga 1%): Alopecia (kebotakan), dermatitis, eritema multiforme, peningkatan keluarnya keringat, pruritus, fotosensitifitas, erupsi kulit, urtikaria
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Vaskulitis alergi, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik (beberapa fatal)
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Lupus eritematosus kulit subakut
    • Laporan pascapemasaran: Lupus eritematosus kulit, kulit kering, hiperhidrosis, petekia (memar), peradangan kulit, reaksi kulit umum yang parah, lupus eritematosus sistemik
  • Muskuloskeletal
    • Umum (1% hingga 10%): Sakit punggung
    • Tidak umum (0,1% hingga 1%): Fraktur pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Nyeri sendi, otot melemah, mialgia
    • Laporan pascapemasaran: Fraktur tulang, nyeri kaki, kram otot
  • Psikiatrik
    • Kebingungan, agitasi, agresi, depresi, dan halusinasi: terutama pada pasien tua atau sakit parah.
    • Umum (1% hingga 10%): Insomnia
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Agresi, agitasi, kebingungan / kebingungan mental yang dapat diperbaiki, depresi, halusinasi
  • Imunologis
    • Umum (1% hingga 10%): Gejala flu
  • Hati
    • Tidak umum (0,1% hingga 1%): Peningkatan enzim hati (ALT, alkali fosfatase, AST, bilirubin, gamma glutamyl transferase)
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Gagal hati, hepatitis dengan / tanpa ikterus
    • Laporan pascapemasaran: penyakit kolestatik, gagal hati yang fatal, penyakit hepatoseluler, ikterus, penyakit hati, nekrosis hati (beberapa kejadian fatal), hepatitis campuran
  • Kardiovaskular
    • Tidak umum (0,1% hingga 1%): Edema perifer
    • Laporan pascapemasaran: Bradikardia, nyeri dada / angina, peningkatan tekanan darah / hipertensi, palpitasi, takikardia
  • Hematologi
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Agranulositosis, anemia hipokromik / mikrositik, leukopenia, pansitopenia, trombositopenia
    • Laporan pascapemasaran: Anemia, agranulositosis fatal, anemia hemolitik, leukositosis, neutropenia, purpura
  • Hipersensitivitas
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Reaksi / syok anafilaksis, angioedema, reaksi hipersensitivitas
    • Laporan pascapemasaran: Anafilaksis
  • Metabolik
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Hiponatremia
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Hipokalsemia, hipokalemia, hipomagnesemia dengan / tanpa hipokalsemia dan / atau hipokalemia, peningkatan berat badan
    • Laporan pascapemasaran: Anoreksia, defisiensi cyanocobalamin (vitamin B12), hipoglikemia
  • Ginjal
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Nefritis interstisial
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Gangguan fungsi ginjal, nefrosis
    • Laporan pascapemasaran: Peningkatan kreatinin serum, glikosuria
  • Mata
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Penglihatan kabur
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Gangguan penglihatan yang ireversibel
    • Laporan pascapemasaran: Neuropati optik iskemik anterior, penglihatan ganda, sindrom mata kering, iritasi mata, atrofi optik, neuritis optik
  • Kelenjar endokrin
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Ginekomastia
  • Genitourinari
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Impotensi
    • Laporan pascapemasaran: Hematuria, piuria mikroskopis, proteinuria, nyeri testis, infeksi saluran kemih
  • Kanker
    • Laporan pascapemasaran: karsinoid gastroduodenal

Detail Obat

Informasi yang mendetail akan sangat dibutuhkan bagi para pengguna ataupun tenaga medis yang akan menggunakan atau menyarankan penggunaan dari obat omeprazole.

Maka, berikut akan kami berikan informasi yang lebih mendetail dari obat omeprazole [2,3].

Penyimpanan Tablet dan injeksi:
→ Simpan pada suhu kamar antara 20-25°C
→ Lindungi dari cahaya maupun suhu yang lembab
Cara Kerja Deskripsi: Omeprazole adalah agen antisekretori lambung benzimidazole tersubstitusi yang juga dikenal sebagai obat golongan proton pump inhibitor (PPI). Obat ini memblokir langkah terakhir dalam sekresi asam lambung dengan penghambatan spesifik sistem enzim adenosin trifosfatase (ATPase) yang ada di permukaan sekretori sel parietal lambung. Baik asam basal dan asam yang distimulasi dihambat.
Onset kerja: Antisekretori: Kira-kira 1 jam.
Durasi: Hingga 72 jam.
⇔ Farmakokinetik:
Penyerapan: Cepat tetapi diabsorbsi secara bervariasi dari saluran gastrointestinal.
Bioavailabilitas: Sekitar 30-40%. Waktu omeprazole untuk mencapai konsentrasi plasma puncak: 0,5-3,5 jam.
Distribusi: Memasuki ASI.
Ikatan dengan protein plasma: Sekitar 95%.
Metabolisme: Dimetabolisme di hati terutama oleh isoenzim CYP2C19 menjadi hidroksil-omeprazol; dan tingkat yang lebih rendah oleh CYP3A4 menjadi omeprazole sulfone.
Ekskresi: Terutama melalui urin (kira-kira 77% sebagai metabolit, jumlah kecil sebagai obat tidak berubah); kotoran (jumlah kecil). Waktu paruh eliminasi: 0,5-3 jam.
Interaksi dengan obat lain → Penggunaan omeprazole bersamaan dengan clopidogrel menyebabkan penurunan keefektifan dari clopidogrel dalam mencegah serangan jantung atau stroke
→ Penggunaan omeprazole bersamaan dengan metotreksat menyebabkan peningkatan kadar darah dan efek samping metotreksat
→ Penggunaan omeprazole bersamaan dengan rifampin menyebabkan penurunan kadar dan efek omeprazole dalam darah
→ Penggunaan omeprazole bersamaan dengan acalabrutinib menyebabkan gangguan penyerapan acalabrutinib dan mengurangi efektivitasnya
Penggunaan omeprazole bersamaan dengan amikasin dapat menyebabkan hipomagnesemia (kadar magnesium dalam darah rendah)
→ Penggunaan omeprazole bersamaan dengan cilostazol menyebabkan peningkatan kadar cilostazol dalam darah sehingga tingkat risiko dan / atau tingkat keparahan efek samping meningkat
→ Penggunaan omeprazole bersamaan dengan multivitamin atau mineral menyebabkan penurunan konsentrasi serum multivitamin atau mineral
Interaksi dengan makanan → Penggunaan dengan tanaman berbunga St. John’s wort menyebabkan penurunan konsentrasi serum
Overdosis ⇔ Gejala: Mual, muntah, pusing, sakit perut, diare, sakit kepala, depresi, dan kebingungan
⇔ Cara Mengatasi: Diperlukan pengobatan simptomatik atau pengobatan yang mendukung
Pengaruh pada hasil lab Dapat menghasilkan hasil positif palsu dalam tes diagnostik untuk tumor neuroendokrin

Pertanyaan Seputar Omeprazole

Apakah setelah penggunaan omeprazole boleh melakukan pekerjaan berat dan berkendara?

Omeprazole dapat menyebabkan sakit kepala (pusing) dan atau menyebabkan penglihatan kabur. Apabila terjadi efek samping tersebut, tidak disarankan untuk berkendara maupun melakukan pekerjaan berat [2].

Apakah omeprazole termasuk antibiotik?

Omeprazole bukan merupakan antibiotik, namun dapat dikombinasikan dengan beberapa obat agar efek antibiotiknya terhadap bakteri Helicobacter pylori semakin efektif [2,5].

Bagaimana cara mengonsumsi omeprazole?

Omeprazole kebanyakan dikonsumsi sebelum makan (setidaknya 1 jam sebelum makan). Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan kepada dokter maupun petugas kesehatan yang berwenang [2].

Bagaimana cara menggunakan omeprazole suspensi?

Penggunaan omeprazole suspensi oral harus didahului dengan mengocok suspensinya sebelum mengukur dosis. Gunakan jarum suntik ataupun pengukur dosis obat [2].

Bagaimana jika penggunaan omeprazole terlewat satu dosis?

Apabila Anda melewatkan dosis untuk penggunaan omeprazole, segera konsumsi omeprazole tanpa menggunakan dosis ekstra dan apabila mendekati waktu dosis konsumsi berikutnya, gunakan omeprazole sesuai dengan jadwal maupun dosisnya [2].

Apakah omeprazole diperbolehkan untuk dikonsumsi pasien hamil dan menyusui?

Kategori omeprazole untuk ibu hamil dan menyusui adalah kategori C. Obat dengan kategori ini dapat memberikan efek buruk pada janin, namun penelitian pada manusia masih belum memadai. Saran yang dapat diberikan adalah sesuaikan dengan petunjuk dokter.

Contoh Obat Omeprazole (Merek Dagang) di Pasaran

Apabila sulit menemui omeprazole di pasaran, berikut ini akan kami berikan informasi mengenai beberapa obat merek dagang dari omeprazole yang mengandung bahan aktif dari obat tersebut [2].

Brand Merek Dagang
Prilosec
Prilosec OTC
Zegerid
Omesec
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment