Captopril: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Captopril adalah golongan penghambat ACE (angiotensin converting enzyme), yang digunakan sebagai terapi untuk hipertensi dan gagal jantung. Obat ini merupakan golongan obat keras dan tidak dijual bebas,... sehingga penggunaannya harus berdasarkan instruksi dan resep dokter. Jangan mengonsumsi obat lebih dari dosis yang dianjurkan. Jika dokter meresepkan obat ini pada Anda, jangan merekomendasikan obat ini kepada orang lain yang mungkin memiliki kondisi yang sama dengan Anda. Selalu informasikan kepada dokter jika Anda memiliki alergi obat, sedang dalam kondisi hamil atau menyusui, riwayat penyakit dan konsumsi obat apa saja yang Anda miliki. Read more

Captopril merupakan jenis obat angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor, pencegah hipertensi, gagal jantung, melindungi jantung setelah terjadi serangan jantung, dan mengobati penyakit ginjal akibat nefropati diabetik pada pasien diabetes tipe 1. [1,2,5,6]

Apa itu Captopril ?

Penjelasan terkait, perhatikan tabel berikut ini [2,3]

IndikasiObat hipertensi, gagal jantung, melindungi jantung setelah terjadi serangan jantung dan obat penyakit ginjal akibat diabetes (nefropati diabetik)
KategoriObat resep
KonsumsiAnak-anak dan dewasa
Kelas ACE Inhibitors, Direct Renin Inhibitors dan Diuretik.
BentukTablet
Kontraindikasi→ Riwayat hipersensitif terhadap ACE inhibitors
→ Anuaria
→ Berhubungan juga dengan riwayat angioedema yang diinduksi ACE.
→ Berpengaruh bila dikonsumsi bersama aliskiren untuk pasien diabetes mellitus atau gangguan ginjal (yaitu, GFR <60 mL / mnt / 1,73 m²)
→ Kehamilan.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Captopril:
→ Pasian usia lanjut (lansia)
→ Pasien yang memiliki bukti elektrokardiogram (EKG) dan hipertrofi ventrikel kiri (LVH)
→ Pasien Hiperlipidemia
→ Pasien Diabetes Melitus (DM) dan asam urat
→ Pasien dengan gangguan ginjal dan hati
→ Neonatus, anak-anak, ibu hamil dan menyusui
Kategori Obat pada Kehamilan & MenyusuiCara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (Diminum ):
Kategori D: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia.

Manfaat Captopril

Captopril bermanfaat menangani penyakit seperti: [1,2,4,5,6]

  • Gagal Jantung
  • Melindungi Jantung setelah terjadi serangan jantung
  • Penyakit Ginjal akibat nefropati diabetik pada pasien diabtes tipe 1
  • Hipertensi

Dosis Captopril

Pemberiannya dosis tergantung tingkat keparahan penyakit, respons tubuh terhadap obat, serta kondisi kesehatan pasien. Obat diberikan dalam keadaan perut kosong atau satu jam sebelum makan. [4]

Berikut ini adalah takaran umum penggunaan captopril: [2,3,5]

Dosis Dewasa

Nefropati diabetes
Oral/Dominum
Dewasa
75-100 mg dikonsumsi setiap hari dengan dosis terbagi atau 25 mg 3 kali sehari
→ Dosis sekali minum maksimal: 75-100 mg
→ Interval dosis minimum: setiap hari dengan dosis terbagi
→ Dosis Maksimum: 75-100 mg dengan dosis terbagi (25 mg 3 kali sehari)
Lansia
Umumnya 6.25 mg dikonsumsi 2 kali sehari.
Pasca serangan jantung
Oral/Diminum
Dewasa
→ 6,25 mg pasca operasi dikonsumsi antara 3-16 hari, setelah itu 12,5 mg dikonsumsi 3 kali sehari dalam 2 hari, lalu 25 mg dikonsumsi 3 kali sehari tergantung kondisi pasien.
→ Dosis pemeliharan: 75-150 mg setiap hari terbagi menjadi 2 atau 3 dosis.
Lansia
Umumnya 6.25 mg dikonsumsi 2 kali sehari.
Hipertensi
Oral/Diminum
Dewasa:
→ 25-75 mg setiap hari terbagi dalam 2-3 dosis.
→ Dosis sekali minum Maksimal: 25-75 mg
→ Interval Dosis Minimum: Setiap hari
→ Dosis maksimum: 100-150 mg terbagi menjadi 2-3 dosis setelah 2 minggu penggunaan
Lansia
Umumnya 6.25 mg dikonsumsi 2 kali sehari.
Gagal jantung
Oral/Diminum
Dewasa:
→ Dosis awal 6,25-12,5 mg dikonsumsi 2-3 kali sehari.
→ Dosis pemeliharan: 75-150 mg setiap hari dengan dosis terbagi
Lansia:
Umumnya 6.25 mg dikonsumsi 2 kali sehari.

Dosis Anak-anak

Nefropati diabetes
Oral/Diminum
Neonatus dan Bayi (infants):
→ 0.15 mg/kg dikonsumsi 3 kali sehari
→ Dosis Sekali Minum Maksimum: 0.15 mg/kg
→ Dosis Harian Maksimum: 0.15 mg/kg
Anak-anak dan remaja:
→ 0.3 mg/kg dikonsumsi 3 kali sehari
→ Dosis Sekali minum Maksimum: 0.3 mg/kg
→ Dosis Harian Maksimum: 0.3 mg/kg
Pasca serangan jantung
Oral/Diminum
Neonatus dan Bayi (infants):
→ 0.15 mg/kg dikonsumsi 3 kali sehari
→ Dosis Sekali Minum Maksimum: 0.15 mg/kg
→ Interval Dosis Minimum: 3 kali sehari
→ Dosis Harian Maksimum: 0.15 mg/kg
Anak-anak dan remaja:
→ 0.3 mg/kg dikonsumsi 3 kali sehari
→ Dosis Sekali minum Maksimum: 0.3 mg/kg
→ Dosis Harian Maksimum: 0.3 mg/kg
Hipertensi
Oral/Diminum
Neonatus dan Bayi (infants):
→ 0.15 mg/kg dikonsumsi 3 kali sehari
→ Dosis Sekali Minum Maksimum: 0.15 mg/kg
→ Dosis Harian Maksimum: 0.15 mg/kg
Anak-anak dan remaja:
→ 0.3 mg/kg dikonsumsi 3 kali sehari
→ Dosis Sekali minum Maksimum: 0.3 mg/kg
→ Dosis Harian Maksimum: 0.3 mg/kg
Gagal jantung
Oral/Diminum
Neonatus dan Bayi (infants):
→ 0.15 mg/kg dikonsumsi 3 kali sehari
→ Dosis Sekali Minum Maksimum: 0.15 mg/kg
→ Interval Dosis Minimum: 3 kali sehari
→ Dosis Harian Maksimum: 0.15 mg/kg
Anak-anak dan remaja:
→ 0.3 mg/kg dikonsumsi 3 kali sehari
→ Dosis Sekali minum Maksimum: 0.3 mg/kg
→ Interval Dosis Minimum: 3 kali sehari
→ Dosis Harian Maksimum: 0.3 mg/kg

Efek Samping Captopril

Efek samping berikut ini barangkali terjadi dan tidak terjadi, namun bila terjadi, harap hubungi dokter. [5] [6]

Umumnya dilaporkan:

  • Sakit dada
  • Urin berkeruh
  • Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur

Efek berikut ini jarang dilaporkan, namun apabila terjadi segara diberitahukan kepada dokter atau tenaga medis lainnya.

  • Nyeri lengan, punggung, atau rahang
  • Urin berdarah
  • Dada terasa sakit (tidak nyaman)
  • Dada sesak berat
  • Tekanan darah menurun
  • Berkurang atau bertambahnya frekuensi atau jumlah urin
  • Urat leher melebar
  • Rasa haus meningkat
  • Napas tidak teratur
  • Muncul pembengkakan seperti sarang di wajah, kelopak mata, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, kaki, atau organ seksual
  • Kehilangan selera makan
  • Tekanan darah rendah
  • Sakit punggung di bagian bawah atau samping
  • Mual
  • Pucat atau merasa dingin di ujung jari dan kaki
  • Berkeringat
  • Pembengkakan pada wajah, jari, kaki, atau kaki bagian bawah
  • Sering kesemutan atau merasa sakit di jari tangan atau kaki ketika berada di suhu dingin
  • Kesulitan bernafas
  • Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa
  • Muntah
  • Pertambahan berat badan

Insiden tidak diketahui

  • Gusi berdarah
  • Tinja berdarah, hitam, atau kering
  • Penglihatan kabur
  • Panas dingin
  • Kebingungan
  • Pingsan
  • Batuk
  • Pusing ketika bangun tiba-tiba dari posisi berbaring atau duduk
  • Demam tinggi
  • Buang air kecil susah atau terasa sakit
  • Kulit pucat
  • Bintik-bintik merah pada kulit
  • Leher bengkak
  • Luka, bisul, atau bintik-bintik putih di bibir atau di mulut
  • Pendarahan atau memar yang tidak biasa

Beberapa efek samping dari Captopril biasanya tidak memerlukan perhatian medis, hal ini karena tubuh sedang beradaptasi terhadap obat yang masuk. Namun demikian, segera konsultasikan dengan dokter bila beberapa efek samping berikut ini berlanjut atau mengganggu Anda. [5]

Umumnya dilaporkan:

  • Kulit gatal
  • Perubahan rasa pada lidah
  • Ruam
  • Kemerahan pada wajah, leher, lengan, dan kadang-kadang dada bagian atas.

Info Efek Captopril Tenaga Medis: [5]

  • Umum
    • Efek samping yang paling umum adalah ruam.
  • Dermatologis
    • Sangat umum (10% atau lebih): Ruam (hingga 13,1%)
    • Umum (1% hingga 10%): Pruritus, alopecia
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Angioedema
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Urtikaria, sindrom Stevens-Johnson, eritema multiforme, fotosensitifitas, eritroderma, reaksi pemfigoid dan dermatitis eksfoliatif.
  • Saluran pencernaan
  • Sistem saraf
    • Umum (1% hingga 10%): Pusing, gangguan rasa, kehilangan rasa
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Paresthesia, sakit kepala dan kantuk
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): insiden serebrovaskular
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Syncope, ataxia dan somnolence.
  • Pernafasan
    • Umum (1% hingga 10%): Batuk dan dispnea
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Bronkospasme
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Rinitis, alveolitis alergi / pneumonia eosinofilik
  • Kardiovaskular
    • Umum (1% hingga 10%): Hipotensi
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Takikardia atau takaritmia, angina pektoris, jantung berdebar, sindrom Raynaud, memerah, pucat, infark miokard dan gagal jantung kongestif
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Serangan jantung dan syok kardiogenik
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Gangguan irama, hipotensi ortostatik.
  • Genitourinari
    • Umum (1% hingga 10%): Proteinuria
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Poliuria, oliguria dan frekuensi kemih
    • Jarang (kurang dari 0,1%): Impotensi.
  • Psikiatrik
    • Umum (1% hingga 10%): Gangguan tidur
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Kehilangan libido
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Kebingungan dan depresi
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Kegugupan.
  • Lain
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Nyeri dada, kelelahan dan malaise
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Ginekomastia dan demam
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Asthenia, alkaline phosphatase meningkat.
  • Ginjal
    • Jarang (0,1% hingga 1%): insufisiensi ginjal, gagal ginjal akut dan sindrom nefrotik
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): BUN meningkat, kreatinin serum meningkat
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Glomerulopati.
  • Metabolik
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Anoreksia, penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan.
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Hiperkalemia, hipoglikemia, serum kalium meningkat, natrium serum menurun
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Hiponatremia.
  • Mata
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Penglihatan terganggu, mata kering, dan mata gatal
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Penglihatan kabur
  • Hematologi
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Neutropenia/agranulositosis, pansitopenia, anemia, trombositopenia, limfadenopati, eosinofilia, hemoglobin menurun, penurunan hematokrit, leukosit menurun, trombosit menurun dan laju sedimentasi eritrosit meningkat.
  • Hati
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Peningkatan enzim hati, peningkatan bilirubin, gangguan fungsi hati, kolestasis dan hepatitis
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Ikterus
  • Imunologis
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Penyakit autoimun, dan titer antibodi antinuklear positif
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Sindrom mirip penyakit serum, reaksi anafilaktoid
  • Muskuloskeletal
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Mialgia dan artralgia
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Myasthenia

Detail tentang Captopril

Berikut uraian singkat detail tentang Capreomysin. Pokok-pokok uraian seperti tampak dalam tabel berikut: [1, 2]

Penyimpanan → Simpan antara 20-25 ° C.
→ jangan simpan di freezer.
→ Lindungi dari cahaya dan kelembaban
Cara KerjaDeskripsi: Captopril merupakan obat yang termasuk dalam kelompok inhibitor ACE. Ia mengandung sulfhidril sehingga secara kompetitif dapat menghambat ACE demi mencegah perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II. Dan setelah itu meningkatkan aktivitas renin plasma dan mengurangi sekresi aldosteron.
Onset: Dalam 15 menit.
Farmakokinetik:
Penyerapan: Diserap dengan cepat melalui saluran pencernaan (sekitar 60-75%). Konsentrasi serum menurun dengan makanan.
Ketersediaan hayati: Sekitar 60-75%. Waktu untuk memuncak konsentrasi plasma: Sekitar 1-2 jam.
Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI (jumlah kecil). Volume distribusi pada kondisi stabil: 0,7 L / kg. Pengikatan protein plasma: 25% -30%.
Ekskresi: Terutam melalui urin (> 95%; 40-50% sebagai obat tidak berubah).
Waktu paruh eliminasi: 2-3 jam.
Interaksi dengan obat lain→ Meningkatkan konsentrasi dan toksisitas lithium.
→ Peningkatan risiko leukopenia dengan procainamide dan imunosupresan.
→ Penurunan klirens ginjal dengan probenesid.
→ Meningkatkan efek hipotensif TCA dan antipsikotik. → Penurunan efek antihipertensi dengan agen simpatomimetik.
→ Peningkatan efek hipotensi dengan agen penghambat adrenergik dan non-steroid anti-inflamasi (seperti indometasin dan ibuprofen).
→ Mempotensiasi efek penurun glukosa darah dari insulin dan antidiabetik oral (seperti sulphonylureas).
→ Dapat menyebabkan penurunan volume dan risiko hipotensi dengan diuretik thiazide atau loop (kecuali furosemide dan hidroklorotiazid).
→ Dapat meningkatkan serum K dengan diuretik hemat-kalium (mis. Amilorid, spironolakton, triamterene).
→ Pengganti atau suplemen garam yang mengandung kalium
→ Peningkatan risiko fungsi ginjal rendah karena meningkatnya serum kalium dengan NSAID.
→ Peningkatan risiko angioedema dengan neprilysin inhibitor dan target mamalia dari rapamycin inhibitor (mis. Temsirolimus, everolimus).
Berpotensi Fatal (Buruk):
→ Peningkatan risiko hipotensi, hiperkalemia, dan gangguan fungsi ginjal dengan aliskiren (obat anti-hypertensive)
→ Peningkatan risiko angioedema dengan inhibitor neprilysin (mis. Sacubitril).
→ Dapat menyebabkan reaksi anafilaktoid dengan dekstran sulfat pada apheresis low density lipoprotein (LDL).
Interaksi dengan makanan→ Hindari bahan-bahan herbal yang menyebabkan hipertensi (seperti bayberry, blue cohosh, cayenne, ephedra, and licorice ).
→ Hindari produk yang mengandung kalium. Produk kalium meningkatkan risiko hiperkalemia.
→ Batasi mengonsumsi garam. Garam dapat melemahkan efek antihipertensi.
→ Minumlah satu jam sebelum makan. Makanan sesudah dapat mengurangi penyerapan obat.
→ Konsentrasi serum menurun dengan makanan
Overdosis ⇔ Gejala: Hipotensi, syok, stupor, bradikardia (bradycardia), gangguan elektrolit hingga gagal ginjal.
⇔ Cara Mengatasi:
→ Dilakukan pencegahan terhadap riwayat penyerapan makanan dengan menggunakan lavage lambung.
→ Pemberian adsorben dan sodium sulfat dalam waktu 30 menit setelah asupan. Untuk hipotensi, letakkan dalam posisi shock dan segera berikan suplemen garam.
→ Berikan atropin dan pertimbangkan penggunaan alat pacu jantung untuk alat pacu jantung dan bradikardia.
Pengaruh pada hasil lab→ Dapat menyebabkan hasil tes urin positif palsu untuk penentuan aseton menggunakan reagen nitroprusside. → Dapat menyebabkan rasio negatif aldosterone/renin rat (ARR).

Pertanyaan Seputar Captopril

Beberapa pertanyaan yang sering diajukan adalah:

Bagaimana seharusnya menggunakan Captopril?

Gunakanlah obat ini persis sesuai petunjuk dokter, jangan melebihi jumlah dosis yang diberikan -walaupun kadang dokter mengubah dosis Anda. Obat biasanya diminum dalam keadaan perut kosong atau satu jam sebelum makan. [3]

Apa yang perlu saya lakukan apabila kelewatan satu dosis Captopril?

Minumlah dosis yang terlewat saat itu juga, dan bila sudah mencapai waktu dosis berikutnya, lewati saja dosis yang terlewat. Ingat jangan pernah minum obat tambahan untuk mengganti dosis yang terlewat. [5]

Apa yang perlu dihindari ketika sedang menggunakan Captopril?

Hindari minum-minuman beralkohol karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah Anda dan juga dapat meningkatkan efek samping tertentu pada obat. Selain itu, hindari cauaca yang terlalu panas atau dehidrasi selama berolahraga. Ikuti selalu instruksi dokter dan jangan lupa konsultasikan perkembangan kesehatan Anda. [5]

Bagaimana proses kerja Captopril?

Captopril merupakan jenis obat yang disebut inhibitor ACE. Inhibitor ACE bereaksi menghalangi aksi senyawa dalam tubuh yang disebut angiotensin converting enzyme (ACE). Dengan menghalangi aksi ACE tersebut, Captopril dapat mengurangi produksi angiotensin II sehingga memungkinkan pembuluh darah menjadi rileks dan melebar. Dan efek keseluruhannya itu adalah menurunkan tekanan darah. [6]

Contoh Obat Captopril (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini beberapa obat bermerek yang mengandung Captopril [1,6]

Brand Merek Dagang
Apuzin
Captoril
Capoten
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment