Dexlansoprazole: Manfaat – Dosis – Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Angelia Chandra
Dexlansoprazole adalah obat golongan penghambat pompa proton yang berfungsi untuk menekan produksi asam lambung. Obat ini biasa digunakan pada pasien dengan keluhan rasa terbakar atau nyeri ulu hati akibat... refluks dari asam lambung (gastroesophageal reflux disease) dan pada proses penyembuhan dari esophagitis erosifa (inflamasi pada lapisan kerongkongan akibat terpapar asam lambung yang refluks dari lambung). Hindari penggunaan obat ini pada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap senyawa dexlansoprazole (alergi) dan pasien yang sedang dalam terapi dengan obat rilpivirine. Pengobatan dengan dexlansoprazole umumnya digunakan untuk pengobatan jangka panjang (berkisar antara 4 minggu hingga 6 bulan) dan dapat memberikan beberapa efek samping seperti diare, infeksi, malabsorbsi, hipomagnesemia, menurunkan efikasi beberapa jenis obat (seperti clopidogrel, atazanavir, dan lain-lain), memicu cutaneous lupus erythematosus dan systemic lupus erythematosus, meningkatkan kejadian fraktur terkait osteoporosis dan mempengaruhi beberapa hasil pemeriksaan lab. Maka dari itu, penggunaan jangka panjang obat ini harus atas saran dokter dan selalu ingat untuk kontrol kembali sesuai jadwal, agar dokter dapat melakukan pemeriksaan dan memastikan keadaan pasien dan dilakukan penyesuaian dosis pada beberapa keadaan apabila diperlukan. Read more

Obat yang mengandung dexlansoprazole digunakan untuk mengatasi maag dan penyakit yang berhubungan dengan asam lambung.[1,2,3,4,5]

Dexlansoprazole merupakan kelompok obat penghambat pompa proton.[1,2,4]

Apa Itu Dexlansoprazole?

Berikut ini adalah beberapa data mengenai dexlansoprazole:[5]

IndikasiEsofagitis erosif dan maag
KategoriObat resep
KonsumsiAnak-anak dan dewasa
KelasPenghambat pompa proton
BentukTablet, kapsul
Kontraindikasi– Pasien dengan hipersensitivitas terhadap dexlansoprazole.
– Penggunaan bersama rilpivirin.
– Pasien dengan gangguan hati parah (Child-Pugh kelas C).
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan dexlansoprazole:
→ Pasien yang memiliki kecenderungan kanker pencernaan.
→ Pasien dengan gangguan hati.
→ Anak-anak, ibu hamil, dan menyusui.
Kategori Obat Pada Kehamilan & MenyusuiCara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (diminum):
Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menemukan risiko pada janin. Belum ada studi yang memadai dan terkendali pada wanita hamil.

Manfaat Dexlansoprazole

Dexlansoprazole digunakan untuk pengobatan pada pasien dengan masalah tertentu pada perut dan kerongkongan.[1] Manfaat dexlansoprazole adalah mengatasi pasien dengan kondisi sebagai berikut:[1,4,5]

  • Esopagitis erosif (kondisi kerongkongan yang luka akibat iritasi oleh asam dan radang).
  • Gastroesophageal reflux disorder/GERD (maag).
  • Heartburn (perasaan terbakar atau tidak nyaman pada bagian dada atas, tengah dan leher).

Dosis Dexlansoprazole

Dexlansoprazole dapat digunakan pada anak-anak dan orang dewasa. Dosis rinci dapat dilihat di bawah:[5]

Dosis Dexlansoprazole Dewasa

Oral/Diminum:
Esofagitis Erosif
→ 60 mg sekali sehari.
→ Diberikan selama 8 minggu.
→ Setelah sembuh, 30 mg sekali sehari.
→ Diberikan selama 6 bulan.
Oral/Diminum:
Gastroesophageal Reflux Disease
→ 30 mg sekali sehari.
→ Diberikan selama 4 minggu.

Dosis Dexlansoprazole Anak-Anak

Oral/Diminum:
Esofagus Erosif
→ Anak-anak berumur minimal 12 tahun.
→ 60 mg sekali sehari.
→ Diberikan selama 8 minggu.
→ Setelah sembuh, 30 mg sekali sehari.
→ Diberikan sampai 16 minggu.
Oral/Diminum:
Gastroesophageal Reflux Disease
→ Anak-anak berumur minimal 12 tahun.
→ 30 mg sekali sehari.
→ Diberikan selama 4 minggu.

Efek Samping Dexlansoprazole

Beberapa efek samping dari penggunaan dexlansoprazole:[4]

Efek yang kurang umum terjadi:

  • Nyeri dada
  • Kebingungan
  • Sakit perut yang berlanjut
  • Diare
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung cepat dan tak teratur
  • Perasaan terbakar, kebas, nyeri seperti ditusuk jarum
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Berkeringat
  • Gemetar pada kaki dan tangan
  • Kulit melepuh

Efek dengan frekuensi kejadian yang tidak diketahui:

  • Kulit melepuh, menggelembung, mengelupas, mengendur.
  • Kedinginan
  • Batuk
  • Mengantuk
  • Kejang otot
  • Mata merah
  • Kulit luka dan berwarna merah, dan sering berwarna ungu bagian tengahnya.
  • Ayan
  • Luka dan bintik putih pada bagian mulut dan bibir.
  • Pembengkakan pada tubuh, kaki, lutut.
  • Gemetar
  • Kenaikan berat badan yang tak wajar.

Info efek dexlansoprazole untuk Tenaga Medis:

  • Umum
    • Diare, sakit pada perut bagian bawah, mual.
  • Kardiovaskular
  • Dermatologi
    • Frekuensi tidak dilaporkan: jerawat, dermatitis (peradangan kulit), eritema (kulit kemerahan), gatal, ruam, biduran.
    • Laporan pasca pemasaran: ruam, leukositoklastik vaskulitis (peradangan pembuluh balik kecil).
  • Endokrin
    • Frekuensi tidak dilaporkan: gondok, diabetes mellitus, hipotiroidisme (kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah cukup).
  • Saluran Pencernaan
    • Umum (1%-10%): diare, sakit pada perut bagian bawah, mual, muntah, buang angin.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah, sakit pada perut bagian bawah ketika disentuh, kotoran abnormal, rasa tidak nyaman pada anus, Esofagus Barret (kerusakan pada bagian bawah kerongkongan), bezoar (penumpukan material di saluran pencernaan akibat tidak bisa dicerna), usus berbunyi abnormal, napas bau, radang usus besar mikroskopis, polip usus besar, sembelit, mulut kering, radang usus 12 jari, dispepsia, sulit menelan, radang usus kecil, sendawa, radang kerongkongan, polip kelenjar pencernaan, maag, flu perut, gangguan pencernaan, tukak dan perlubangan pada saluran pencernaan, muntah darah, BAB berdarah, wasir, gangguan pengosongan lambung, sindrom iritasi usus besar, tinja berlendir, melepuh/menggelembung selaput lendir mulut, sakit saat BAB, peradangan pada anus dan rektum, parestesia oral (kebas pada mulut), pendarahan pada rektum, peningkatan hormon gastrin pada darah, sakit pada orofaring.
    • Laporan pasca pemasaran: pembengkakan pada mulut, radang pankreas, diare akibat infeksi Clostridium difficile.
  • Sistem Urogenital
  • Hematologi
    • Frekuensi tidak dilaporkan: anemia, limfadenopati (membesarnya kelenjar sistem imun), menurunnya konsentrasi hemoglobin eritrosit rata-rata, neutropenia, jumlah platelet berkurang.
    • Laporan pasca pemasaran: anemia hemolitik, idiopatik trombositopenik purpura (rendahnya jumlah trombosit).
  • Hati
    • Frekuensi tidak dilaporkan: kolik empedu,penyakit batu empedu, pembesaran organ hati, peningkatan kadar alkalin fosfatase, peningkatan alanin aminotransferase, peningkatan aspartat aminotransferase, peningkatan/penurunan bilirubin, uji fungsi hati abnormal.
    • Laporan pasca pemasaran: hepatitis yang dipengaruhi obat.
  • Hipersensitivitas
    • Frekuensi tidak dilaporkan: hipersensitivitas, anafilaksis.
    • Laporan pasca pemasaran: syok anafilaksis (membutuhkan tindakan darurat), pengelupasan kulit, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik.
  • Metabolisme
    • Frekuensi tidak dilaporkan: peningkatan protein total, peningkatan berat badan, perubahan nafsu makan, hiperkalsemia, hipokalemia, perut buncit, peradangan kandung empedu akut, dehidrasi, hiperlipidemia, peningkatan kadar gula darah, kalium, dan asam urat.
    • Laporan pasca pemasaran: hipomagnesemia, hiponatremia.
  • Muskuloskeletal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: patah tulang, keseleo, nyeri sendi, artritis, kram otot, nyeri muskuloskeletal (tulang, sendi, urat, otot), bursitis (peradangan bantalan sendi).
    • Laporan pasca pemasaran: patah tulang.
  • Sistem Saraf
    • Frekuensi tidak dilaporkan: gangguan indera perasa, kejang, pusing, sakit kepala, migrain, gangguan ingatan, kesemutan, hiperaktivitas saraf psikomotor, gemetar, neuralgia trigeminal (nyeri kronis akibat gangguan pada sarat trigeminal), sindrom kaki gelisah, sangat mengantuk.
    • Laporan pasca pemasaran: stroke, stroke mini.
  • Mata
    • Frekuensi tidak dilaporkan: iritasi mata, mata bengkak.
    • Laporan pasca pemasaran: pandangan kabur.
  • Onkologi
    • Frekuensi tidak dilaporkan: limfoma sel B (kanker yang menyerang sel darah putih limfosit B).
  • Lainnya
    • Frekuensi tidak dilaporkan: sakit pada telinga, tinnitus, vertigo, astenia (penurunan kekuatan otot), nyeri dada, kedinginan, peradangan pada mukosa, nodul (munculnya benjolan), demam, infeksi oleh candida dan virus, nyeri pada pasien luka bakar, kulit terbakar akibat sengatan matahari, risiko jatuh, halusinasi pendengaran, folikulitis (radang pada folikel/kantung tempat rambut tumbuh), cacar api.
    • Laporan pasca pemasaran: pembengkakan wajah, tuli.
  • Psikiatri
  • Ginjal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: peningkatan kadar kreatinin darah.
    • Laporan pasca pemasaran: gagal ginjal akut.
  • Sistem Pernapasan
    • Umum (1%-10%): infeksi saluran nafas atas.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: flu, nasofaringitis (pilek), herpes mulut, faringitis (radang faring), sinusitis, aspirasi paru, asma, bronkitis, batuk, disponia (perubahan kualitas suara), dispnea (susah bernapas), cegukan, hiperventilasi (napas cepat), kongesti (tersumbat) saluran napas, sakit tenggorokan, mimisan, tonsilitis (radang tonsil).
    • Laporan pasca pemasaran: pembengkakan faring, sesak di kerongkongan.

Berikut adalah gejala overdosis dexlansoprazole.[1] Segera hubungi petugas medis jika mengalaminya:

  • Pingsan.
  • Kesulitan bernapas.

Detail Dexlansoprazole

Data tentang dexlansoprazole dapat lebih rinci dilihat di bawah ini:[1,5]

Penyimpanan → Simpan pada suhu 20-25°C.
Cara KerjaDeskripsi: Dexlansoprazole adalah benzimidazol yang telah diganti gugusnya, merupakan R-isomer dari lansoprazole. Bekerja dengan cara menghalangi langkah terakhir pada pengeluaran asam dengan mencegah enzim adenosisn trifosfatase (H+/K+) pada sel parietal di sistem pencernaan.

Farmakokinetik:
Absorbsi: Konsentrasi obat mencapai puncaknya di dalam serum adalah 1-6 jam (tablet larut secara oral), lalu 1-2 jam, 4-5 jam untuk kapsul.
Penyebaran: Volume penyebaran 40L dan 96-99% terikat pada protein plasma.
Metabolisme: Dimetabolisme secara luas pada organ hati menjadi metabolit oksidatif melalui hidroksilasi oleh enzim CYP2C19 dan oksidasi oleh enzim CYP3A4, lalu diikuti oleh reduksi menjadi konjugat inaktif sulfat, glukuronida, glutation.
Eksresi: Dikeluarkan melalui urine (sekitar 51% dari metabolit), feses (sekitar 48%). Waktu paruh eliminasi yang dibutuhkan obat ini adalah 1-2 jam.
Interaksi Dengan Obat Lain→ Mampu mengurangi khasiat klopidogrel, atazanavir dan nelfinavir.
→ Mampu mengurangi penyerapan obat yang membutuhkan kondisi pH asam untuk penyerapan (mis. ketokonazol, garam besi, digoxin, dan ester ampicilin).
→ Meningkatkan risiko hipomagnesia dengan diuretik dan digoxin).
→ Mampu meningkatkan risiko efek keracunan jantung yang dipengaruhi oleh digoxin.
→ Mampu meningkatkan konsentrasi obat dalam plasma yaitu obat saquinavir, metotreksat dan takrolimus.
→ Mampu meningkatkan nilai INR (International Normalized Ratio) dan protombin jika digunakan dengan warfarin.
→ Mampu meningkatkan resistensi obat.
→ Mampu menurunkan kadar obat dalam serum dan khasiat rilpivirin.
Interaksi Dengan Makanan → Konsumsi St. John’s wort mampu mengurangi kadar dexlansoprazole dalam serum.
Overdosis ⇔ Gejala: Pingsan, kesulitan bernapas.
⇔ Cara Mengatasi: Segera hubungi fasilitas terdekat.
Pengaruh Pada Hasil Lab. → Mampu meningkatkan kadar serum kromogranin (CgA) menyebabkan hasil tes positif yang palsu pada diagnosis tumor neuroendokrin.
→ Mampu menyebabkan hiperrenspons sekresi getah pencernaan yang mengakibatkan hasil tes stimulasi sekretin positif mengarah pada gastrinoma.

Pertanyaan Seputar Dexlansoprazole

Apakah dexlansoprazole aman diminum bagi orang yang mengendarai?

Tidak ada efek samping yang mengakibatkan kantuk sehingga aman dikonsumsi bagi orang yang sedang mengendarai.[4]

Apakah dexlansoprazole dapat memengaruhi kehamilan?

Belum ada riset yang memadai dan terkendali dilakukan pada ibu hamil. Tetapi berdasarkan riset pada kelinci mengenai pengaruh obat ini terhadap janin tidak ditemui efek samping pada reproduksi.[5]

Dapatkah dexlansoprazole diberikan pada anak-anak berusia di bawah 12 tahun?

Tidak dianjurkan diberikan kepada anak-anak berumur kurang dari 12 tahun.[4]

Apakah penderita osteoporosis dapat mengonsumsi dexlansoprazole?

Bisa, tetapi dexlansoprazole mungkin meningkatkan risiko patah tulang.[4] Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini.

Bolehkah dexlansoprazole dikonsumsi dengan cara dikunyah?

Konsumsi obat ini tidak boleh dengan cara dikunyah.[4]

Contoh Obat Dexlansoprazole (Merek Dagang) di Pasaran

Di bawah ini adalah merek dagang dexlansoprazole:[4]

Brand Merek Dagang
Apatrix Dexopral
Delaxis Gladexa
DexapolIbepral
Dexilant Kapidex
DexivantLaxis
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment